Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 56. Makan Malam


__ADS_3

"Silakan masuk Om, Tante, Dika! Kita lanjut ngobrol di dalam aja biar enak."


Tiara mempersilakan tamunya masuk menuju ruang tamu. Tak lama kemudian, Mahesa dan mamanya juga menemui tamu mereka.


"Silakan duduk! Perkenalkan saya Sarah, mamanya Mahesa sekaligus mertua Tiara." Ucap Mama Mahesa lalu menjabat tangan Mama Dika.


"Saya Mirna, Mbak. Ini suami saya Bram dan itu anak saya namanya Dika."


"Salam kenal Mas Bram dan Nak Dika." Ucap Mama Mahesa.


Mereka pun duduk di ruang tamu untuk menyambung obrolan.


"Maaf kalau kedatangan kami ke sini merepotkan kalian."


"Nggak merepotkan sama sekali, kami justru senang bisa menyambut kedatangan kalian." Ucap Mama Mahesa dengan ramah.


"Oh ya, Tiara udah kenal lama sama papanya Dika?"


"Udah lumayan lama, Tan. Waktu itu Tiara habis kecopetan pas mau nyari kerjaan, untungnya ada om Bram yang nolongin buat anter Tiara pulang." Jelas Tiara


*****


Flashback on


Di bawah terik matahari yang mulai terasa panas, seorang gadis tengah duduk di sebuah bangku yang ada di tepi jalan.

__ADS_1


Wajahnya terlihat lelah dan lesu sebab beberapa jam yang lalu dia baru saja jadi korban pencopetan. Namun, tak ada satupun orang yang mau menolongnya. Hingga ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya lalu keluarlah seseorang dari dalam mobil tersebut.


"Permisi, maaf kalau mengganggu." Ucap orang itu.


"Iya Pak tidak apa-apa." Jawab Tiara.


"Saya lihat dari tadi kamu kelihatan sedih, ada apa?"


"Itu Pak tadi saya habis kecopetan dan saya nggak punya uang untuk ongkos pulang."


"Emangnya kamu dari mana atau mau ke mana?"


"Saya habis cari pekerjaan Pak, kebetulan saya di terima bekerja di toko bunga. Pas saya mau pulang tiba-tiba ada pencopet yang ambil dompet saya." Jelas Tiara.


"Kalau gitu, mari saya antar kamu pulang! Hari sudah semakin siang."


"Tidak merepotkan, Nak. Kamu tunjukkan saja alamat rumahmu biar saya yang antar."


"Terima kasih banyak, Pak. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak."


Akhirnya, Tiara diantar pulang oleh Papa Dika sampai rumah. Tak perlu waktu lama, mereka sudah sampai di halaman rumah Tiara.


"Silakan mampir, Pak! Maaf rumah saya kecil."


"Terima kasih, Nak. Mungkin lain waktu saya mampir ke sini. Oh ya perkenalkan saya Bramantyo, panggil saja Om Bram." Papa Dika menjabat tangan Tiara setelah memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Saya Tiara, Om."


"Kalau begitu saya pamit dulu, Nak Tiara."


"Baik Om, sekali lagi terima kasih atas bantuannya." Ucap Tiara dan dijawab anggukan oleh Papa Dika.


Mobil yang dikendarai Papa Dika pun mulai meninggalkan halaman rumah Tiara. Kemudian Tiara memutuskan masuk untuk membersihkan diri.


Di dalam mobil, Papa Dika masih mengingat wajah Tiara yang hampir mirip dengan mendiang putrinya.


"Matanya sangat mirip dengan Aqila. Semoga kita bisa bertemu lagi Tiara." Gumam Papa Dika.


Flashback off


****


"Eh iya hampir aja lupa, ini ada bingkisan buat anak kamu." Mama Dika memberikan sebuah paperbag berisi kado yang dibelinya waktu itu.


"Makasih Tante, jadi ngerepotin."


"Sama-sama, Ra."


"Sebaiknya kita makan malam dulu nanti bisa lanjut ngobrol setelah makan!" Ajak Mahesa dan langsung di setujui Tiara dan Mamanya.


"Mari Om, Tante, Dika! Kita langsung ke ruang makan."

__ADS_1


Mereka makan malam dengan masakan yang di masak oleh Tiara sore tadi. Dan ternyata semuanya menyukai hasil masakan Tiara.


Yuk, jangan lupa tinggalkan like dan komennya 😍😘😘😘


__ADS_2