
Tiara dan Mahesa saat ini sedang berada di ruang tengah, Tiara yang asyik menonton drama dan Mahesa yang sibuk mengecek file yang di kirim sekretarisnya.
"Mas, makan siang di luar yuk! Pengen cari suasana baru." Ajak Tiara yang mulai bosan seharian hanya duduk menemani sang suami yang sibuk bekerja walau di rumah.
"Kamu maunya makan siang di mana, hem?" Jawab Mahesa dan mengelus puncak kepala istrinya.
"Di restoran dekat sini aja, Mas. Yang penting bisa menghirup udara bebas." Ucap Tiara menyindir sang suami yang melarang dirinya bergerak walau sekedar pergi ke dapur. Emang dasar Mahesa si raja bucin, hehehehe.
"Baiklah Tuan Putri, bersiaplah kita berangkat sekarang."
"Ok, tunggu sebentar." Tiara melangkah menuju kamar dengan semangat, membuat Mahesa menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama, Tiara sudah selesai bersiap, mereka pun berangkat untuk makan siang di luar. Selama di perjalanan Mahesa tak melepas genggaman tangannya, sedangkan Tiara sudah mulai kebal akan sikap posesif sang suami.
Mereka pun sampai di sebuah restoran yang tak jauh dari perumahan yang mereka tinggali. Saat sudah di dalam, mereka memilih tempat yang nyaman dan pastinya agar Mahesa lebih leluasa bermesraan dengan Tiara. Setelah menemukan tempat yang pas, mereka lalu memesan makanan yang tersedia di buku menu. Sembari menunggu pesanan datang, Mahesa pamit ke toilet karena ingin buang air. Tiara pun menganggukan kepala dan bermain ponselnya ketika Mahesa sudah tidak ada.
Tanpa Tiara sadari, ada sosok pria yang memandanginya tak jauh dari tempat mereka duduk. Ya, Dika lah yang ada di restoran tersebut. Di saat bersamaan Mahesa baru kembali dari toilet dan duduk di hadapan Tiara. Dika yang melihat itu, langsung mengurungkan niatnya untuk menghampiri Tiara. Dia pun hanya bisa memandangi dari kejahuan dengan rasa sesak di dada, Dika memang mulai menyukai Tiara namun, dia tak menyadari akan perasaannya. Dia hanya menganggap Tiara seperti adiknya sendiri.
Tiara dan Mahesa mulai makan diiringi canda tawa, dan tindakan Mahesa yang mengelap sudut bibir Tiara sontak membuat seseorang yang tak jauh dari mereka mengepalkan tangan.
"Dika." Lirih Tiara yang di dengar oleh Mahesa walau tidak begitu jelas.
"Siapa sayang?" Mahesa bertanya sambil mengikuti arah pandangan sang istri namun, tak ada siapa-siapa di sana. Karena Dika sudah menjauh dari restoran, sehingga Mahesa tak tahu siapa yang sedang diperhatikan istrinya.
__ADS_1
"Eh, bukan siapa-siapa kok Mas. Tadi aku kayak lihat temenku waktu kerja di toko, tapi kayaknya aku salah lihat." Tiara berusaha menghilangkan kegugupannya karena takut Mahesa semakin mencecar pertanyaan padanya ketika tahu siapa yang sedang dia perhatikan tadi.
"Oh aku pikir kamu lihat siapa. Kamu bisa temuin temen kamu itu kalau mau." Ucap Mahesa yang percaya dengan perkataan Tiara.
"Beneran Mas? Aku boleh main ke toko tempatku kerja dulu?" Tiara sangat antusias dengan perkataan Mahesa barusan.
"Iya sayang, apapun itu yang penting kamu senang." Mahesa menggenggam lembut tangan Tiara, meyakinkan bahwa perkataannya adalah serius.
"Makasih Mas. Nggak sabar pengen ketemu sama Nisa." Ucap Tiara, dalam hati merasa lega karena dapat mengalihkan perhatian Mahesa tadi. Jika saja tadi Dika masih di depan pintu restoran, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perang dunia saat hubungan yang mereka bina baru saja membaik.
Hai all, balik lagi nih 😊. Jangan lupa untuk terus like, komen dan favorit cerita ini biar nggak ketinggalan update terbaru, baca terus sampai end ya 😍😍😍😘😘😘😘
__ADS_1