Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 34. Ngidam


__ADS_3

Seperti biasanya, tiap pagi hari Tiara selalu mengeluarkan isi perutnya hingga tubuhnya menjadi lemah.


"Gimana, masih mau muntah lagi nggak?" Tanya Mahesa sembari memijat tengkuk istrinya. Tiara hanya menggelengkan kepala lalu dia berkumur dan mencuci wajahnya agar segar.


"Badanku lemes, Mas." Ucap Tiara lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Mahesa.


Dengan telaten Mahesa mengusap keringat yang keluar dari dahi Tiara, kemudian menggendong Tiara dan merebahkannya di ranjang. Tiara yang tak memiliki tenaga hanya bisa pasrah.


"Sekarang makan dulu, ya! Habis itu minum vitaminnya."


"Aku nggak nafsu, Mas. Setiap kali makan nasi pasti langsung mual." Tolak Tiara dengan mata yang terpejam.


"Tapi kamu harus makan, apalagi tadi udah di keluarin semua. Kasihan calon anak kita, dia juga butuh nutrisi untuk tumbuh sehat di sini." Bujuk Mahesa sambil mengelus perut Tiara.


"Kamu maunya makan apa? Roti, buah, atau apa? Biar perut kamu nggak kosong."


"Aku pengen makan soto aja, Mas."


"Udah, cuma itu?" Tanya Mahesa.


"Emm, tapi aku maunya buatan kamu." Ucap Tiara sambil menundukkan kepalanya, takut sang suami akan marah karena permintaannya.


Selama hamil mood Tiara jadi sering berubah-ubah, dia jadi lebih sensitif jika permintaannya tak dituruti. Maka Tiara akan nangis dan ngambek pada Mahesa.


"Ya udah, aku bikin dulu nanti biar disiapin bahannya sama Bi Asih." Akhirnya, Mahesa mengalah untuk terjun langsung ke dapur demi menuruti permintaan sang istri.


"Makasih, Mas." Ucap Tiara dengan mata yang berbinar.


****


Di dapur, Mahesa tengah bergelut dengan bahan yang akan di buat soto. Mulai dari membuat bumbu, lalu menumisnya hingga matang. Sambil menunggu bumbu matang, Mahesa merebus air untuk kuah soto.

__ADS_1


Setelah bumbu matang, kemudian dia menggoreng ayam yang sudah diungkep sebelumnya. Air untuk kuah soto sudah mendidih, Mahesa segera memasukkan bumbu yang sudah ditumis tadi. Tak lupa untuk mengoreksi rasanya sudah pas atau belum.


1 jam berkutat di dapur akhirnya, selesai sudah masakan Mahesa. Dia segera menyiapkan mangkok yang sudah diisi bihun rebus, kubis, toge, dan suwiran ayam. Kemudian dia menuang kuah soto ke dalam mangkok tadi, tak lupa di beri taburan kacang goreng. Sebagai pelengkapnya ada sambal kecap serta irisan jeruk nipis.


"Akhirnya, selesai juga. Semoga Tiara suka dengan hasil masakanku." Gumam Mahesa, lalu membereskan semua peralatan masak yang dia gunakan tadi.


****


"Sayang, bangun dulu! Ini udah jadi sotonya, makan dulu mumpung masih anget." Ucap Mahesa sambil mengelus pipi Tiara.


Sembari menunggu Mahesa memasak tadi, Tiara memutuskan tidur karena tubuhnya yang masih lemas.


"Hemm, udah jadi ya? Baunya harum banget." Ucap Tiara sambil menyandarkan diri di kepala ranjang.


"Aku suapin, ya." Tiara membuka mulutnya saat Mahesa mulai menyuapkan soto buatannya.


"Gimana?" Tanya Mahesa saat melihat reaksi Tiara yang diam saja.


"Syukurlah, aku khawatir kamu nggak suka karena masakanku nggak enak."


"Sekarang habiskan sotonya setelah itu minum vitaminnya!" Lanjut Mahesa.


Setelah menghabiskan satu mangkok soto buatan Mahesa, kini Tiara sedang merebahkan kepalanya di pangkuan suaminya. Mahesa sengaja tidak ke kantor karena permintaan sang istri yang tak ingin ditinggal.


Semenjak hamil, Tiara jadi lebih sering manja pada Mahesa. Hal itu membuat Mahesa begitu bahagia karena bisa memanjakan istrinya yang sedang hamil. Walau kadang apa yang dilakukan Mahesa selalu salah di mata Tiara.


Seperti beberapa hari yang lalu, kala itu Tiara ingin makan rujak mangga muda. Kebetulan Mahesa yang baru pulang dari kantor langsung menuruti keinginan sang istri.


Flashback on


"Mas, aku pengen makan rujak mangga muda." Rengek Tiara.

__ADS_1


"Ya udah, kita beli di luar." Jawab Mahesa sambil mengusap lembut kepala Tiara.


"Tapi aku maunya bikin sendiri, mangganya harus kamu sendiri yang petik di pohon." Mahesa melongo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ok, kita ke halaman belakang. Minta Bi Asih buat bikin bumbunya!" Akhirnya, Mahesa mengalah untuk menuruti istrinya. Dengan semangat Tiara meninggalkan Mahesa ke dapur untuk minta dibuatkan bumbu rujak Bi Asih.


Mahesa berusaha memanjat pohon mangga yang tak terlalu tinggi, memetik beberapa buah mangga yang masih muda. Setelah dapat, dia turun lalu memberikan mangganya pada Tiara yang menunggu tak jauh dari tempat dia memetik mangga.


"Ini, Sayang mangganya. Cukup kan?" Ucap Mahesa meneyerahkan mangga muda.


"Kok buahnya kecil sih, Mas. Aku maunya yang agak besar, udah gitu ambil yang ada di bagian atas."


"Terus ini gimana?"


"Nggak mau, pokoknya aku mau yang besar dan yang ada di atas." Rajuk Tiara.


Mahesa mengusap wajahnya kasar, berusaha meredam emosi karena permintaan aneh sang istri.


"Sabar Mahesa, jangan terpancing emosi." Ucap Mahesa dalam hati sambil mengelus dada.


Bi Asih yang melihat kejadian itu pun hanya bisa menenangkan Mahesa.


"Sabar, Den. Orang hamil emang suka begitu, walau nggak semua orang hamil minta yang aneh-aneh. Anggap aja ini permintaan calon anak kalian." Ucap Bi Asih.


"Iya, Bi. Makasih."


Flashback off


Sejak saat itu, Mahesa berusaha untuk menjadi suami siaga dan selalu sabar menghadapi permintaan istrinya yang terkadang aneh baginya.


Nantikan terus kelanjutan ceritanya, ya! Berikan like dan komen kalian, biar aku makin semangat update setiap harinya 😍😍😍😘

__ADS_1


__ADS_2