Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Raja Kun Ma


__ADS_3

Qia Qia kemudian berhenti di depan sebuah rumah makan yang sangat besar dan ramai lalu memasuki rumah makan itu dan duduk di salah satu kursi yang ada di dekat pintu masuk karena memang dia tidak mencari tempat lain melainkan langsung duduk di meja yang kosong saja.


"Selamat siang Nona silahkan di pilih yang anda inginkan" ucap seorang wanita muda pelayan rumah makan itu yang mendatangi meja Qia Qia dengan sangat ramah.


Qia Qia menerima lembaran kertas menu dan melihat jika ada daging rusa bakar kegemarannya.


"Nona saya daging rusa bakar saja dan satu poci teh hijau hangat saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan kembali selembar kertas menu rumah makan itu ke Wanita muda pelayan rumah makan itu.


"Baik Nona mohon tunggu sebentar saya akan menyiapkan pesanan anda" ucap wanita muda pelayan rumah makan itu dengan ramah sambil menerima kembali lembaran kertas menu rumah makannya.


Qia Qia kemudian mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa jiwa semua orang yang ada di dalam rumah makan itu dan dia benar benar takjub karena mereka semua berjiwa sangat baik bahkan Qia Qia tidak melihat adanya keburukan dari mereka sehingga Qia Qia menarik kembali kesadaran jiwanya dan mulai mendengarkan pembicaraan pembicaraan para pengunjung lainnya namun tidak menemukan hal yang menarik.


Sepuluh menit berlalu dan wanita muda pelayan rumah makan itu kembali ke mejanya lalu menyajikan hidangan pesanan Qia Qia yaitu sepiring besar daging rusa bakar dan juga satu poci kecil teh hijau yang masih mengeluarkan asap pertanda masih cukup panas.


"Nona silahkan dinikmati" ucap wanita muda itu dengan sangat sopan.


"Terima kasih" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat dan kemudian langsung mengambil sumpit lalu mengambil sedikit daging rusa bakar lalu memasukannya ke dalam mulutnya.


"Daging rusa bakar ini sangat enak sekali, ke kematangannya sangat pas dan sempurna" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus menikmati daging rusa bakar itu.


Qia Qia benar benar menikmati hidangan itu dan tanpa di sadari oleh nya jika daging rusa bakar itu pun habis setelah semuanya masuk ke perutnya.


Qia Qia kemudian mencoba teh hijau itu dan merasakan kenikmatan teh hijau yang sangat fresh seakan akan baru di petik dari pohonnya.

__ADS_1


Qia Qia yang sudah menghabiskan semuanya kini memanggil kembali wanita muda pelayan rumah makan itu dan membayar dua keping koin emas untuk makanan dan minuman yang dipesannya lalu kembali meninggalkan rumah makan itu dan kembali berjalan jalan di ibukota itu dan tanpa disadarinya jika dia berjalan menuju istana tempat kedatangannya itu.


Qia Qia kemudian sampai di depan pintu gerbang istana itu dan secara tidak sengaja dia melihat jika Kun Ma ada di dalam istana itu sedang duduk bersama dengan seorang wanita berusia empat puluh tahunan.


"Kun Ma kenapa ada disini juga, dunia apa ini sebenarnya" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil berjalan mendekati prajurit yang berjaga di pintu gerbang masuk Istana itu.


"Nona maaf apakah anda sudah memiliki janji untuk masuk istana" ucap salah seorang prajurit wanita yang berjaga di sana.


"Maaf saya hanya melihat kenalan saya ada di dalam jadi saya hendak menemuinya, atau bisakah anda sampaikan ke Kun Ma jika saya ada di sini" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Nona anda kenalan dari Raja Kun Ma jika demikian maka silahkan masuk" ucap prajurit wanita itu dengan sangat hormat sambil mempersilahkan Qia Qia untuk masuk.


"Raja Kun Ma" ucap Qia Qia sedikit kencang karena terkejut dan suaranya di dengar oleh Kun Ma dan juga wanita yang bersamanya sehingga Kun Ma langsung menoleh dan melihat jika Qia Qia ada di pintu gerbang masuk istana.


"Benar Nona, Raja Kun Ma raja kami bukankah anda mengenalnya" ucap Prajurit wanita itu dengan sangat hormat sambil tersenyum hangat ke Qia Qia tanpa menyadari jika Kun Ma ada di belakangnya.


"Biarkan Dewi Mawar masuk prajurit jangan menahannya di pintu seperti ini" ucap Kun Ma dengan ramah.


"Hormat kepada Baginda Raja, Dewi Mawar Silahkan masuk" ucap prajurit wanita itu dengan sangat hormat sambil menggerakkan badannya ke samping kiri untuk membiarkan Qia Qia masuk.


"Raja Kun Ma senang bisa bertemu dengan anda disini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Ma.


"Dewi mari saya kenalkan dengan istri saya" ucap Kun Ma dengan ramah sambil mengajak Qia Qia mengikutinya dan mereka menuju meja bundar dimana Kun Ma sebelumnya duduk di salah satu kursi dan wanita yang bersama Kun Ma juga masih ada di sana.

__ADS_1


"Dewi Mawar perkenalkan ini istri saya Li Wanyi" ucap Kun Ma memperkenalkan istrinya.


"Li Wanyi senang mengenal anda" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi Mawar silahkan duduk" ucap Kun Ma dengan hormat.


"Suamiku baru saja membahas anda dan senang bisa mengenal anda Dewi Mawar" ucap Li Wanyi dengan sangat ramah.


"Raja Kun Ma, apakah anda sudah bertemu dengan Kun Yi" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi saya belum kembali ke kota kayu jadi belum mengetahui jika Kun Yi dan anda sudah kembali, namun bagaimana anda bisa sampai dunia kecil saya ini" ucap Kun Ma dengan sangat ramah.


"Bawahanku menemukan sebuah Goa dan aku memasuki Goa itu dan menemukan sebuah gerbang dimensi jadi aku memasukinya untuk memeriksanya sehingga disinilah aku" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi Mawar anda bisa menembus segel perlindungannya sungguh luar biasa, karena selama ini tidak ada yang bisa menembusnya sepertinya saya tidak bisa menyembunyikan apapun dari anda" ucap Kun Ma dengan hormat.


"Bisakah anda ceritakan kepada saya tentang dunia kecil ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat Li Wanyi menuangkan teh untuknya.


"Nyonya Wanyi terima kasih" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi Mawar, dunia kecil ini sudah ada sejak ratusan juta tahun lalu dan dunia ini dulunya adalah milik kaum iblis darah namun mereka berhasil kami binasakan dan kami semua tinggal disini sudah cukup lama karena dunia ini lebih tenang dari pada dunia peri, disini hanya ada dua klan saja yaitu klan Kun dan klan Li, maafkan jika Kun Yi tidak menceritakan hal ini kepada anda karena ini rahasia terbesar keluarga kami" ucap Kun Ma dengan sangat hormat.


"Tidak apa apa, aku tidak pernah meminta siapapun membocorkan rahasia yang mereka pegang sebelum mengenalku, Nyonya Li Wanyi apakah anda masih ada hubungan dengan Dewi Li Mei" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua karena merasa jika Li Wanyi ini sangat mirip dengan Li Mei.

__ADS_1


__ADS_2