Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Hao Lang


__ADS_3

"Dewi Qia apakah anda membenci saya sampai sampai saya tidak boleh mengikuti anda" ucap Hao Kong dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya dan terdengar sangat bersedih.


"Hao Kong, perjalanan ku tidak mudah dan mungkin kedepannya aku akan memerlukan banyak pasukan jadi aku membutuhkanmu di dunia mawar ini, apakah kau bisa menjadi benteng pertahanan ku di dunia ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Hao Kong.


"Dewi Qia saya tidak akan mengecewakan anda dan akan memastikan jika Kota mawar menjadi kota yang sangat kuat dan sangat makmur kedepannya saya juga akan memastikan jika semua anggota sekte mawar adalah yang terkuat dari semuanya" ucap Hao Kong dengan sangat hormat.


"Bagus jika demikian karena tidak ada satupun dari jutaan orang bawahanku disini yang akan aku ajak ke dunia lain dan kini kau yang bertugas mengurus mereka jika sampai ada satu saja yang tidak kau buat makmur maka aku akan datang dan akan benar benar menendang mu sampai ke tengah laut " ucap Qia Qia sambil tertawa terbahak bahak dan melangkahkan kakinya kembali.


Hao Kong hanya menggelengkan kepalanya melihat Qia Qia yang mencandainya itu.


Mereka berdua kemudian berjalan keluar dari dalam istana dan menemui bawahan Qia Qia yang semuanya adalah laki laki.


"Kalian semua akan kembali ke kota mawar atau akan sama denganku menunggu kedatangan Dewi Hao Ling" ucap Qia Qia dengan ramah ke semua bawahannya itu.


"Dewi, kami disini saja dulu bersama anda jika diperkenankan, kami ingin menjadi saksi sejarah kedatangan Dewi Hao Ling dan penobatannya juga." Ucap salah seorang pria sepuh yang merupakan bawahan Qia Qia.


"Baiklah jika demikian, kita sama sama menunggu pasukan khusus ku yang menggunakan kapal kapal perang kembali kesini selesai pembersihan dunia bulan dan akan aku hancurkan segel dunia bulan ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil duduk di sebuah kursi taman yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Mereka semua langsung mencari tempat untuk mereka menunggu namun tidak dengan Hao Kong yang duduk di samping kanan Qia Qia.


"Dewi, mengenai penobatan Dewi Hao Ling apakah kita akan melakukannya dengan meriah atau sederhana, karena saya yakin semua penduduk dunia bulan juga menantikan hal ini" ucap Hao Kong dengan sangat hormat.


"Hao Kong, aku rasa dengan sederhana saja sudah cukup dan yang akan menobatkan Dewi Hao Ling adalah Dewi Hao Fi bukan saya, saya rasa Dewi Hao Fi tidak akan suka jika dengan meriah, apakah aku bisa meminta bantuan mu untuk menjemput semua tuan kota dan kepala desa di dunia bulan ini agar mereka menyaksikan penobatan" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, saya bersedia namun bolehkan saya menggunakan artefak kapal perang buatan saya agar bisa cepat menjemput mereka semua" ucap Hao Kong dengan sangat hormat sambil berdiri di depan Qia Qia.


"Tentu saja boleh dan aku juga ingin melihat kapal perang buatan mu, terus kenapa kau tidak membuatkan satu Artefak kapal untukku" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke Hao Kong.


"Dewi nanti sampai di kota mawar saya akan melanjutkan pembuatan artefak kapal kekaisaran yang sedang saya buat untuk anda" ucap Hao Kong dengan sangat hormat sambil mengeluarkan sebuah artefak kapal perang dan melemparnya ke atasnya.


"Kau memang kakek tua yang penuh kejutan, untunya kau tidak bisa selalu muda seperti ku jika kau tetap berwajah muda mungkin sudah ku jadikan suami" ucap Qia Qia sambil tertawa terbahak bahak di ikuti oleh semua bawahannya yang ikut tertawa terbahak bahak.


"Kalian semua berhenti ketawa atau aku akan memasung kalian sesampainya di kota mawar, ayo semuanya ikut denganku kita jemput semua tuan kota dan kepala desa di lima benua ini" ucap Hao Kong dengan sedikit berteriak karena semuanya tertawa terbahak bahak dan suaranya nyaris tidak terdengar.


"Siap leluhur" ucap semuanya sambil berdiri dan menahan rasa ingin tertawa mereka melihat Hao Kong yang memelototi mereka semua.

__ADS_1


"Dewi saya pergi dulu" ucap Hao Kong dengan sangat hormat sambil melesat menaiki kapal perang buatannya sendiri diikuti oleh yang lainnya meninggalkan Qia Qia sendirian di halaman depan istana itu.


"Dewi Mawar, maaf tapi bisakah saya berbicara dengan anda" ucap seorang pria sepuh yang berpakaian layaknya seorang bangsawan mendatangi Qia Qia di kawal oleh dua orang prajurit Wi Yu yang berjaga di sana.


"Silahkan, apakah ada yang bisa saya bantu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat pria sepuh itu.


"Dewi Mawar, nama saya Hao Lang dan saya adalah tuan kota di ibukota, saya mewakili seluruh penduduk ibukota mengucapkan terima kasih atas kebaikan anda tidak mengambil nyawa kami semua meskipun sebelumnya kami semua merupakan anggota pasukan khusus kekaisaran bulan" ucap pria sepuh itu sambil berlutut di depan Qia Qia.


"Aku memberikan kalian kesempatan untuk berubah namun aku tidak akan memberikan kesempatan dua kali, marga mu adalah Hao namun kenapa kau mau menjadi bawahan seorang pengkhianat" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi Mawar, inilah kesalahan saya dan juta kelalaian saya karena berpikir sempit, sebelumnya saya kira saya bisa membuat penduduk ibukota menjadi makmur namun ternyata tidak, selama ini kami menderita namun apa daya kami sudah mendapatkan kontrak jiwa sehingga kami hanya bisa menangis dalam hati" ucap Hao Lang dengan sangat hormat sambil tetap berlutut di depan Qia Qia.


"Dan apakah kau akan berkhianat lagi jika ada yang menawarkan mu hal yang sama?" Ucap Qia Qia dengan sangat mendominasi dan menekan sedikit Hao Lang.


"Dewi Mawar saya siap mati di tangan anda namun saya mohon pengampunan untuk semua penduduk ibukota" ucap Hao Lang dengan sangat hormat sambil kemudian bersujud di depan Qia Qia.


"Hao Lang aku akan memberikan kesempatan untuk mu berubah jadi buka pertahanan jiwa mu" ucap Qia Qia dengan ramah dan menarik kembali tekanan auranya yang sebelumnya menekan Hao Lang.

__ADS_1


Hao Lang langsung membuka pertahanan jiwanya dan dia tetap berlutut di depan Qia Qia.


Qia Qia yang sejak Hao Lang datang sudah memeriksa jiwa Hao Lang dan mengetahui jika jiwa Hao Lang bersih langsung memberikan kontrak jiwa kepada Hao Lang karena alasan dia meminta Hao Kong menjemput semua pemimpin kota dan desa juga sebenarnya untuk memberikan kontrak jiwa agar tidak ada lagi pengkhianatan di dunia bulan itu.


__ADS_2