
Qia Qia yang sudah menggunakan pakaian serba merah itu kemudian kembali ke geladak perahu dan duduk di kursi yang biasa diduduki olehnya.
Malam semakin larut dan terlihat jika Kun Yi sudah terbang kembali ke perahu itu dan langsung menemui Qia Qia.
"Hormat kepada Dewi Mawar, tugas saya sudah selesai dan ini adalah cincin dimensi yang berisi semua kitab dan gulungan kuno yang saya berhasil temukan di kota kanibal tadi sedangkan ini berisi semua harta yang juga saya temukan di kota kanibal" ucap Kun Yi dengan sangat hormat berdiri di depan Qia Qia sambil memberikan dua cincin dimensi dan meletakkannya di atas meja di depan Qia Qia.
Qia Qia kemudian mengambil cincin dimensi yang berisi kitab dan gulungan kuno lalu menyimpannya dan kemudian mengambil cincin dimensi yang berisi harta dan memeriksanya ternyata isinya masih lebih banyak dari yang dia dapatkan dari dalam kota kanibal itu sebelumnya.
"Kun Yi semua kitab dan gulungan kuno aku simpan sedangkan ini untukmu saja, dan sebaiknya kau segera membersihkan diri dan beristirahat karena besok pagi kita akan menemui penduduk asli dunia ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan kembali cincin dimensi yang berisi harta yang diberikan sebelumnya oleh Kun Yi.
"Dewi, kenapa tidak kita bagi dua saja" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil menerima cincin dimensi itu.
"Kau simpan saja, suatu hari kau pasti membutuhkan banyak harta untukmu dan juga untuk membantu orang lain tentunya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik Dewi, jika demikian saya permisi untuk membersihkan diri dan beristirahat, Dewi juga sebaiknya beristirahat juga" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Pergilah dan beristirahat takutnya besok kau akan kelelahan jika malam ini tidak beristirahat" ucap Qia Qia dengan ramah.
Kun Yi kemudian membungkukkan badannya dan langsung meninggalkan Qia Qia untuk kembali ke kamarnya karena memang dia merasa sangat kelelahan dan juga tubuhnya sudah sangat lengket.
__ADS_1
"Dengan kau memiliki banyak harta maka aku tidak akan khawatir dengan mu saat aku meninggalkan mu nanti di dunia peri" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat punggung Kun Yi yang berjalan meninggalkannya.
Qia Qia kemudian menguatkan segel perlindungan perahu itu dan kemudian dia membuat segel ilusi untuk perahu itu sehingga kini perahu itu sudah bisa terlihat oleh siapapun yang melihatnya dari luar.
Qia Qia kemudian melangkah menuju kamarnya dan dia langsung berganti pakaian dengan pakaian yang lebih nyaman untuk dia tidur lalu naik ke atas tempat tidurnya dan beristirahat.
Malam itu keduanya tidur dengan pulas, Kun Yi tertidur pulas karena kelelahan sedangkan Qia Qia tidur dengan pulas karena yakin jika tidak ada yang bisa mengganggunya di perahu itu berkat segel perlindungan dan segel ilusi buatannya.
Malam berganti pagi dan matahari pagi juga sudah mulai bersinar Qia Qia sudah kembali menggunakan pakaian berwarna merahnya dan hal ini dia sengaja lakukan untuk melihat reaksi dari penduduk asli dunia pedang kuno lalu berjalan menuju geladak perahu.
Kun Yi terlihat sudah keluar dari dalam kamarnya dan langsung berjalan menemui Qia Qia di geladak perahu itu.
"Kun Yi aku sudah memeriksa dunia ini kemarin dan kota yang terakhir kau habisi itu adalah kota terakhir milik kaum kanibal apakah selama proses pembersihan kau mendapatkan permasalahan." Ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan sebuah apel emas untuk Kun Yi.
Kun Yi menerima apel emas itu dengan sangat bergembira karena apel emas lah yang membuat kultivasinya naik dengan cepat.
"Tidak ada Dewi, saya tidak mendapatkan masalah namun kemarin saya sedikit kelelahan karena terlalu banyak menggunakan elemen kayu saya" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil kemudian menggigit apel emasnya.
"Kun Yi kau bisa mengeluarkan elemen kayu tanpa menguras lautan Qi mu caranya adalah dengan membiasakan diri tentunya dan alirkan elemen kayu mu ke seluruh titik meridian mu dulu baru kau keluarkan jadi dengan demikian tidak mengganggu lautan Qi mu, kau sampai kemarin aku lihat masih fokus pada dantian saja sehingga seperti melupakan tentang meridian dan biasakan mengambil Qi alam dengan pori pori yang ada di kulit terluar mu jangan terlalu membiasakan diri melalui hidung, kau bisa merasakan Qi alam namun apakah kau bisa mengambil Qi alam melalui pori pori kulit mu" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Dewi ijinkanlah saya mencobanya sebentar" ucap Kun Yi sambil berdiri lalu duduk dalam sikap lotus di atas Lantai perahu itu dan menutup matanya.
"Sekarang yang harus kau rasakan adalah pori pori kulit mu yang terbuka dan fokus pada hal itu dulu sampai kau merasakan jika sebenarnya setiap saat Qi alam memang memasuki tubuhmu. melalui pori pori kulit mu" ucap Qia Qia dengan ramah mengarahkan Kun Yi.
Kun Yi fokus sesuai dengan arahan Qia Qia dan merasakan pori pori kulit nya dan membutuhkan waktu tiga puluh menit sampai Kun Yi merasakan apa yang diucapkan oleh Qia Qia adalah kebenaran jika selama ini aliran Qi alam memang selalu masuk ke dalam tubuhnya dan mengalir menuju lautan Qi nya melalui pori pori kulit nya itu.
Qia Qia dengan kekuatannya melihat jika pori pori kulit Kun Yi kini mulai menyedot aliran Qi alam dengan jumlah besar dan dia langsung menggelengkan kepalanya.
"Perlahan Kun Yi jangan seperti itu bisa bisa pecah pembuluh darah mu, ambil perlahan dan alirkan perlahan laksana air mengalir" ucap Qia Qia mengingatkan Kun Yi.
Kun Yi langsung mengikuti arahan Qia Qia dengan mengatur aliran Qi alam di tubuhnya dan mulai membiasakan diri agar Qi alam bisa terus mengalir ke dalam tubuhnya.
Satu jam berlalu dan Kun Yi kembali membuka matanya lalu kembali duduk di depan Qia Qia dengan sangat sopan.
"Dewi terima kasih atas arahan anda saya jadi bisa selalu mengisi lautan Qi saya kapan saja meskipun saat saya bertarung nantinya" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil kemudian menggigit apel emasnya yang sebelumnya dia letakan di atas meja itu.
"Kun Yi jangan lupa Alirkan elemen kayu mu ke meridian mu jika sedang senggang jadi terbiasa nantinya dan elemen kayu juga bisa untuk menyembuhkan apakah kau tahu caranya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi saya belum mengetahui caranya karena tidak ada yang pernah mengajari saya selama ini, mohon petunjuk dari Dewi" ucap Kun Yi dengan sangat antusias.
__ADS_1