Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Info Kepulauan bintang


__ADS_3

"Saya memahaminya dengan sangat baik dan saya akan sangat mendukung apapun keputusan Dewi, saya mohon diri jika demikian karena semakin cepat saya membuat artefak cincin ilusi dan pil pil penunjang kultivasi maka akan semakin baik untuk perjalanan kita kedepannya" ucap Hao Kong dengan sangat hormat dan sambil berdiri.


"Pergilah dan sampaikan ke semua penduduk kota agar menjaga mulut mereka ke orang asing ataupun kepada kenalan dan juga keluarga mereka yang bukan penduduk kota mawar ini" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik Dewi" ucap Hao Kong sambil memberikan penghormatan kepada Qia Qia lalu meninggalkan Qia Qia sendirian di teras itu.


"Sepertinya mereka senang sekali membongkar tembok tembok itu" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah kediaman lamanya dan melihat jika ratusan orang bawahannya kini sibuk membongkar tembok tembok kediamannya serta tembok kediaman lainnya yang kini sudah menjadi milik Qia Qia.


Qia Qia juga melihat jika ada ratusan lainnya yang mulai membangun tembok yang baru untuk menutup semua area yang akan menjadi area sekte mawar.


Tampak jika Wi Ni sudah kembali ke kediaman puncak bukit mawar dan berjalan mendekati teras kediaman Qia Qia bersama dua puluh wanita muda bawahan Qia Qia yang bertugas di kediaman.


"Dewi, maaf kami baru kembali kesini" ucap Wi Ni dengan sangat hormat mewakili yang lainnya.


"Kalian semua silahkan masuk saja langsung dan Wi Ni temani aku dulu disini" ucap Qia Qia dengan ramah.


Kedua puluh wanita muda itu langsung memberikan penghormatan kepada Qia Qia lalu berjalan bersamaan memasuki kediaman Qia Qia itu.


"Dewi, semuanya sudah beres dan saya juga sudah memulai pembangunan sekte serta pembangunan tembok kota" ucap Wi Ni dengan hormat setelah dia duduk di depan Qia Qia.

__ADS_1


"Apakah ada kendala yang kau dapatkan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menuangkan air teh yang ada di poci ke gelas baru untuk Wi Ni.


"Terima kasih Dewi, tidak ada kendala apapun semuanya berjalan lancar, kini semua penduduk kota juga sudah menjadi mata dan telinga anda, saya sudah meminta mereka semua untuk menyampaikan ke saya jika ada permasalahan atau mendengar jika ada hal yang mengancam anda atau para penduduk kota mawar kedepannya" ucap Wi Ni dengan sangat sopan.


"Baguslah jika demikian semoga saja semuanya berjalan lancar karena akan susah untukku jika harus mengurus semuanya sendiri terlebih lagi dunia bulan ini begitu besar untuk aku jelajahi sendiri saat ini" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah Wi Yu yang sudah mendekati teras kediamannya.


"Hormat saya kepada Dewi Qia, maaf jika saya baru datang" ucap Wi Yu dengan sangat hormat sambil berdiri di depan Qia Qia.


"Wi Yu duduklah dan ada berita apa yang ingin kau sampaikan kepada ku" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, saya mendengar dari bawahan saya yang menjaga pintu gerbang ibukota kerajaan jika ada sepuluh orang dari kerajaan keluar dari ibukota bersamaan dan di takutkan untuk menyelidiki tentang kota kita ini, mohon petunjuk anda" ucap Wi Yu dengan sangat hormat.


"Wi Yu, biarkan saja mereka menyelidiki kita namun yang paling penting adalah bagaimana kau bisa mengawasi setiap gerak gerik mereka" ucap Qia Qia dengan sangat santai.


"Dewi, saya juga sudah meminta pasukan mata mata saya mengikuti mereka semua, namun apakah perlu jika saya menghabisi mereka semua seolah olah mereka bertemu dengan perampok" ucap Wi Yu dengan sangat bersemangat namun tetap sopan.


"Wi Yu, itu sementara tidak perlu namun jika mereka membahayakan penduduk kota mawar maka jangan segan, oh ya aku ingin bertanya sebenarnya ada berapa banyak kapal perang angkasa milik kekaisaran" ucap Qia Qia dengan ramah dan penuh rasa ingin tahu.


"Dewi, semuanya ada lima juta kapal perang angkasa dan masing masing kerajaan memiliki satu juta jadi semuanya ada sepuluh juta kapal perang angkasa" ucap Wi Yu dengan sangat hormat.

__ADS_1


"Lalu dimana mereka menyimpan semua kapal perangnya dan dimana pusat dari pasukan perang itu" ucap Qia Qia kembali dengan ramah.


"Dewi, semua kapal perang angkasa terparkir di kepulauan bintang yang terletak lima puluh kilometer dari istana kaisar, kepulauan bintang dinamakan seperti itu karena ada lima pulau besar yang letaknya seperti posisi bintang itu juga mewakili lima kerajaan sedangkan pasukan kekaisaran berada di pulau terbesar di tengah" ucap Wi Yu menjelaskan semuanya kepada Qia Qia.


"Apakah ada akses untuk ke kepulauan bintang itu?" Ucap Qia Qia kembali.


"Dewi, semua penduduk dunia bulan dilarang untuk mendatangi kepulauan bintang jika sampai ada yang nekat masuk maka akan langsung di bunuh, bahkan meskipun saya seorang Jenderal tetap sama juga tidak boleh kesana" ucap Wi Yu dengan hormat.


"Ya sudah jika memang kita tidak bisa kesana aku akan mencari cara untuk melemahkan mereka agar perhatian mereka terpecah dan tidak terfokus kepada pembangunan kota kita ini, lalu dimana keempat kerajaan yang lain berada apakah sangat jauh dari sini?" Ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, di dunia bulan ini ada lima benua dan di satu benua ada satu kerajaan namun di benua ini ada kekaisaran, padahal dulunya kerajaan ke satu ini merupakan sebuah kota kecil namun entah kenapa berubah menjadi kerajaan" ucap Wi Yu kembali.


"Lalu apakah kau tahu dimana markas para perampok berada" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memandangi Wi Yu dan Wi Ni yang duduk di depannya itu dengan santai.


"Dewi, kami sangat yakin jika para perampok di benua ini adalah orang orang kerajaan dan saya sudah beberapa kali mendapatkan laporan dari para prajurit mata mata saya jika para perampok itu memasuki ibukota melalui pintu khusus milik kerajaan" jawab Wi Yu dengan gamblang dan tidak menyembunyikan apapun.


"Jika demikian maka itu cukup untuk membuat kekacauan, apakah prajurit mu tersebar di lima benua atau hanya benua ini saja" ucap Qia Qia kembali dengan ramah.


"Dewi, prajurit hamba sudah hamba sebar di lima benua demikian juga dengan pasukan mata mata dan hamba juga memiliki tiga ratus orang yang menjadi pasukan pembunuh di setiap benua, mereka memiliki keahlian untuk membunuh siapapun yang hamba inginkan, bahkan kaisar sendiri tidak tahu jika hamba memiliki pasukan ini" ucap Wi Yu dengan hormat sambil sedikit tertawa ringan.

__ADS_1


"Kaisar bulan dan semua raja nya ternyata sangat ceroboh ya, dan dengan demikian maka kita bisa membuat sedikit kekacauan di dunia bulan ini" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke kedua bawahannya itu.


__ADS_2