Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Mengurung Lima Patriark


__ADS_3

Kehebohan terdengar di ibukota kerajaan itu dan mereka semua penasaran sosok yang memiliki kekuatan sangat besar itu sehingga bisa mendengar suara merdu dan sangat mendominasi itu seolah olah yang berbicara ada di depan mereka.


Semua anggota aliansi sekte tampak saling berbisik satu sama lain, membahas ucapan Qia Qia barusan dan perihal Qia Qia yang membunuh sang Raja itu mereka mengetahui jika itu adalah kebenaran.


Sementara itu Qia Qia masih melayang di udara dengan santai namun Qia Qia bukan type yang sembrono, dia tetap mengedarkan kesadaran jiwanya dan dia perluas sampai seluruh area ibukota kerajaan itu.


"Aku ada di sini di area istana bekas raja kalian jika kalian mau menolak keinginan ku silahkan datang kesini" ucap Qia Qia dengan ramah menggunakan kekuatan qi mendalamnya namun hanya terdengar oleh penduduk ibukota kerajaan itu saja, ini dikarenakan dia mendeteksi banyaknya orang yang mengeluarkan niat membunuh meskipun tidak mengetahui apakah ingin membunuhnya atau tidak.


Tiga puluh menit berlalu dan Qia Qia melihat ada lima orang yang melesat ke arahnya dari arah ibukota kerajaan itu dengan memiliki kultivasi tingkat pencipta Ilahi tahap akhir.


"Jadi anda yang mengaku sebagai Dewi mawar" ucap salah seorang pria sepuh yang melayang paling depan.


"Benar ada yang saya bisa bantu" ucap Qia Qia dengan ramah dan kedua tangannya terlipat kebelakang.


"Apa maksudnya anda penguasa dunia ini sekarang? Apa hak anda mengklaim seperti itu?" Ucap pria sepuh itu sambil mengeluarkan aura kematiannya dan mencoba menyerang Qia Qia.


"Dewi, mereka para Patriark Sekte aliran hitam" ucap Li Jong dengan sangat hormat melalui telepati.


"Terima kasih informasinya" ucap Qia Qia dengan ramah melalui telepati juga.


"Jika aku bilang aku penguasa dari lima dunia dan dunia peri ini dunia ke enam kau mau gimana?, Sudahlah kakek tua aku malas meladeni mu, sebaiknya kau pergi ke dunia lain saja" ucap Qia Qia sambil tangan kanannya mengusir kelima orang itu namun yang tidak di ketahui oleh kelima orang itu jika saja saat Qia Qia menggerakkan tangan kanannya itu cahaya transparan keluar dari ujung telunjuknya yang melesat dengan cepat ke atas mereka berlima lalu menyebar dan membentuk sebuah bola cahaya transparan yang mengunci kelima orang itu.

__ADS_1


"Sungguh lancang" ucap Pria sepuh itu sambil meninju ke arah Qia Qia dan semua orang yang ada di bawah tampak khawatir karena ada siluet tinju melesat keluar dari dalam tinju pria sepuh itu namun siluet tinju berwarna hitam itu mengenai bola cahaya transparan lalu berbalik dan menyerang pria sepuh dan ke empat kawannya dengan kecepatan dua kali lipat.


Booooooooooom


Siluet tinju berwarna hitam itu mengenai dada pria sepuh itu dan mendorong pria sepuh itu hingga menabrak ke empat kawannya.


"Begini saja, jika kalian bisa melepaskan diri maka aku akan memberikan dunia ini kepada kalian jadi kalian bebas mau jadi Raja atau kaisar atau apalah terserah kalian" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke kelima orang itu yang sedang menstabilkan posisi berdiri mereka yang sambil melayang itu.


Kelima orang itu kini menyadari jika Qia Qia sudah mengurung mereka dan kini mereka semua berbisik satu sama lainnya mencari solusi untuk keluar dari bola cahaya transparan Qia Qia.


Qia Qia tidak menggubris mereka karena sampai kapan pun mereka akan tetap ditempat itu karena bola cahaya transparan miliknya tidak akan berpindah tempat sesuai pengaturannya.


Qia Qia kemudian melayang turun dan berdiri satu meter di depan Li Jong.


"Dewi saya mengetahui lokasinya dan tidak terlalu jauh dari gerbang ibukota hanya sekira lima hari perjalanan saja, kebetulan kelima sekte itu mengisi pegunungan yang sama" ucap Li Jong dengan sangat hormat.


"Bisa kau antar aku kesana jika demikian" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Bisa Dewi, namun bagaimana dengan mereka" ucap Li Jong dengan sangat hormat.


"Mereka biarkan saja disitu lumayan buat hiburan" ucap Qia Qia dengan sangat cuek dan benar benar tidak peduli dengan kelima orang itu.

__ADS_1


"Dewi apakah mereka sudah tidak bisa menyakiti orang lain?" ucap Li Jong kembali bertanya ke Qia Qia.


"Tentu saja tidak, sudah jangan khawatir sampai kau punya cucu seratus juga mereka akan tetap disana, dan tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mereka bahkan sahabatku Dewi Li Mei juga tidak akan bisa" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik Dewi jika demikian saya lebih tenang, namun bolehkan asosiasi kami tetap disini dan membangun sebuah markas di ibukota" ucap Li Jong dengan sangat hormat.


"Li Jong, manfaatkan saja seluruh areal bekas istana ini, kan tidak semuanya menjadi kawah, masih banyak yang datar dan luas bukan, jangan ganggu tempat tinggal penduduk ibukota" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Siap Dewi jika demikian saya akan menyampaikan ke yang lainnya terlebih dulu" ucap Li Jong dengan sangat hormat.


"Pergilah aku akan menunggu di sini" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.


"Baik Dewi" ucap Li Jong sambil membalikkan badannya lalu berjalan menemui semua anggota aliansi sekte aliran putih tersebut dan langsung berbincang dengan mereka semua.


Qia Qia kemudian duduk di reruntuhan bangunan lagi dan masih di posisi yang sama dengan sebelumnya lalu melihat ke arah atas tepatnya ke kelima orang yang terbungkus bola cahaya transparan buatannya.


Kelima orang itu tampak menyerang dinding bola transparan dengan pedang mereka namun Qi Qia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat mereka karena dengan tindakan mereka itu mereka akan lelah dan vitalitas mereka pasti menurun.


"Kalian berlima ini entah emang bodoh apa memang lupa membawa kepintaran kalian ya" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat kelian orang yang ada di atasnya itu.


Apapun dari dalam bola cahaya kecil itu tidak bisa keluar namun dari luar masih bisa maka jika ada hujan bola cahaya transparan itu akan penuh oleh air hujan.

__ADS_1


Qia Qia memang tidak ingin membunuh kelima orang itu dengan cepat karena dia membutuhkan contoh nyata untuk orang orang yang menolak kehadiran Dewi Li Mei di benua kedua ini, dia tidak melakukan di benua pertama karena ada banyak anak buahnya dan juga dengan ketaatan mereka kepada pengurus istana Dewi Li Mei membuktikan jika kehadiran Dewi Li Mei memang dinantikan oleh semua penduduk Benua pertama.


Setengah jam berlalu dan kini kelima orang itu tampak sudah kelelahan dan kini kelimanya hanya berdiri melayang saja sambil berteriak teriak memaki maki Qia Qia.


__ADS_2