
"Qia jika kita ke bawah maka kita akan terkena perubahan waktu bukan?" Ucap Raja Qia Zi sambil terus melihat perubahan alam dunia lava.
"Benar ayah tapi aku bisa membawa ayah langsung ke istana ayah dunia kecil" ucap Qia Qia.
"Qia kau sudah bisa berteleportasi?" Tanya Raja Qia Zi sambil menengok Qia Qia.
"Sudah ayah, jadi ayah mau ke istana atau mau disini saja" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke Raja Qia Zi.
"Jika begitu kita ke aula utama istana saja, apa kau masih ingat tempatnya" ucap Raja Qia Zi dan Sesaat setelah Raja Qia Zi berucap Qia Qia langsung membawa ayahnya berteleportasi ke depan aula utama istana ayahnya di dunia kecil.
Raja Qia Zi tampak sangat terkejut karena dalam sepersekian detik dia dan Qia Qia sudah ada di depan aula utama istananya.
"Qia kemampuan mu sudah jauh di atasku Nak, ayah benar benar bangga kepadamu, Ayo kita temui semuanya" ucap Raja Qia Zi sambil melangkah memasuki Aula utama istananya itu.
"Hormat kepada Raja Qia Zi dan Putri Qia Qia" ucap dua puluh orang yang ada di dalam aula utama dengan sangat hormat dan berlutut satu kaki.
Raja Qia Zi langsung duduk di singgasananya sedangkan Qia Qia duduk di samping ibunya di belakang ayahnya itu.
"Hormat kalian aku terima, kalian semua duduklah kembali" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
Dua puluh orang itu kini berdiri duduk kembali di kursi mereka namun terlihat jika ada satu kursi di deretan sebelah kanan yang kosong.
"Dimana Jenderal Qia Hung?" Tanya Raja Qia Zi yang melihat jika di depannya ada kursi yang kosong.
"Izin baginda Raja, Jenderal Qia Hung ada di kolam taman istana, sedang menjalani hukuman dari Putri Qia Qia" ucap salah seorang dari mereka yang berdiri dan berbicara dengan sangat sopan.
"Qia, lepaskan dulu Jenderal Qia Hung karena ayah membutuhkan dia disini" ucap Raja Qia Zi yang sangat penuh kasih sayang.
"Iya ayah" ucap Qia Qia yang langsung berdiri dan menghilang dari pandangan semua orang.
__ADS_1
Membuat semua orang kaget kecuali Raja Qia Zi yang sudah tahu jika Qia Qia bisa berteleportasi secara instan.
Qia Qia muncul di dekat kolam ikan taman belakang istana dan melihat semua orang yang sedang menjalani hukuman darinya.
"Apakah kalian sudah bisa berubah dan mulai pakai otak bukan lagi ego dan emosi kalian" ucap Qia Qia sambil menekan mereka semua menggunakan kekuatan aura iblis nya.
Tidak ada yang menjawabnya namun mereka semua menganggukan kepalanya pertanda merek mengerti maksud ucap Qia Qia sambil menahan rasa panas dari Lava suci ilahi milik Qia Qia.
Qia Qia tersenyum puas dan dua kemudian menunjuk ke arah lava suci ilahi miliknya yang sedang mengelilingi kolam ikan itu, lava suci ilahi itu kemudian mengecil dan langsung melesat ke jari telunjuknya Qia Qia lalu masuk kedalam badannya.
"Siapa yang bernama Qia Hung?" Tanya Qia Qia sambil tetap menekan mereka semua dengan kekuatan aura iblisnya.
"Saya Putri" ucap yang berpakaian Jenderal itu dengan sangat hormat dan mengangkat sebelah tangannya setinggi bahunya.
"Oh ternyata kau, oke" ucap Qia Qia sambil melepas tekanan auranya dan langsung berteleportasi kembali ke Aula utama istana sambil membawa Jenderal Qia Hung itu.
Qia Qia muncul di depan kursinya sedangkan Jenderal Qia Hung muncul di depan Raja Qia Zi dan semua bawahannya itu dalam kondisi basah kuyup.
"Jenderal aku berikan kau lima menit untuk berganti pakaian, bangun dan pergilah" ucap Raja Qia Zi yang melihat jika pakaian Jenderal Qia Hung basah semuanya sampai membuat lantai aula utama istana basah.
"Siap Baginda" ucap Jenderal Qia Hung sambil berdiri lalu terbang melesat keluar dari dalam aula utama istana itu meninggalkan semua yang ada disana.
"Ayah minta semuanya menggunakan wujud manusia mereka, agar terbiasa saat nanti hidup di luar" ucap Qia Qia bertelepati ke Raja Qia Zi.
"Iya, kau benar, ayah akan menyuruh mereka semua menggunakan wujud manusia mereka" ucap Raja Qia Zi melalui telepati.
"Kalian semua gunakanlah wujud manusia kalian dan mulai hari ini semuanya tanpa terkecuali harus menggunakan wujud manusia" ucap Raja Qia Zi itu dengan sangat berwibawa.
"Siap Baginda Raja" ucap semuanya dengan sangat kompak dan langsung merubah wujudnya menjadi manusia.
__ADS_1
"Bagus, sekarang kita tunggu kedatangan Jenderal Qia Hung" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
"Ayah, aku perlu jumlah semua penduduk dunia kecil ayah ini untuk membuat gelang ilusi seperti yang kita gunakan" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Iya" jawab Raja Qia Zi melalui telepati juga.
"Perdana menteri, ada berapa penduduk dunia kecil kita saat ini" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
"Siap Baginda Raja, semuanya ada lima ratus juta jiwa kurang lebih" ucap perdana menteri itu dengan sangat hormat.
"Ayah aku perlu lima hari paling lama untuk membuat semua gelang dimensinya" ucap Qia Qia melalui telepati kembali.
"Yakin kau bisa dalam lima hari" ucap Raja Qia Zi melalui telepati juga.
"Ayah lima hari itu paling lamanya kayaknya satu hari juga beres jika hanya lima ratus juta buah saja" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Ya maaf ayah lupa kau bisa melakukan perubahan waktu sampai seribu tahun" ucap Raja Qia Zi melalui telepati.
"Hormat kepada Baginda Raja" ucap Jenderal Qia Hung yang sudah kembali dan langsung berlutut satu tahun di depan Raja Qia Zi.
"Bangun dan duduklah" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
"Baik Baginda Raja" ucap Jenderal Qia Hung sambil berdiri lalu duduk di kursinya.
"Baik kalian dengarkan baik baik, besok sebagian dari kita akan mulai membangun dunia lava akan bisa kita tempati kembali, aku dan anakku sudah menarik kembali semua lava yang aku tumpahkan dan anakku juga sudah membuat segel perlindungan untuk mengamankan dunia lava dari serangan siapapun juga" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
"Siap Baginda Raja" ucap semuanya dengan sangat kompak dan hormat.
"Ijin Baginda Raja, untuk biasa pembangunan apakah akan kita tanggulangi atau akan diserahkan ke para penduduk saja" ucap salah seorang pejabat istana itu.
__ADS_1
"Kita sendiri yang akan menanggungnya dan semua biayanya akan aku bantu jika keuangan istana memang tidak cukup" ucap Raja Qia Zi.
"Ijin Baginda Raja, keuangan istana sudah lebih dari cukup jika hanya membangun dunia atas, namun tidak akan cukup jika kita mengisi juga furniture mereka" ucap perdana menteri itu dengan sangat hormat.