Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Hao Kong ahli artefak kota mawar


__ADS_3

Qia Qia kemudian masuk ke dalam kamarnya tapi tidak dengan Wi Ni yang memilih untuk tinggal di kediaman lama agar di pagi hari bisa segera melaksanakan perintah Qia Qia.


Sementara itu kini bukan lagi ribuan kapal perang melainkan ada ratusan ribu kapal perang angkasa yang melintas di atas kota naga.


Waktu berlalu dengan cepat dan matahari pagi pun sudah kembali bersinar, Qia Qia sendiri sudah duduk di teras kediamannya sambil menikmati teh dan apel emas kesukaannya.


"Saat aku mengawasi istana dan ibukota kapal kapal perang angkasa itu tidak terlihat, pasti ada satu tempat dimana semua prajurit kekaisaran itu menyembunyikan kapal perangnya, dunia bulan ini sungguh penuh misteri dan aku sama sekali tidak boleh gegabah dalam bertindak di dunia bulan ini" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah kediaman lamanya yang terlihat jelas dari teras kediaman barunya itu.


Sementara itu di kota mawar semua orang beraktivitas seperti biasa namun terlihat jika di luar kota saat ini sudah banyak orang yang sibuk menyiapkan bahan bahan bangunan untuk pembangunan tembok kota yang baru yang akan menjadikan kota mawar lebih luas dari pada ibukota kekaisaran.


Wi Ni sendiri sudah menemui banyak orang dan dia juga telah selesai membeli semua kediaman yang ada di sekitar kediaman lama Qia Qia karena dia berencana agar siang nanti sudah bisa mulai merubah area itu menjadi area sekte mawar.


Sedangkan Wi Yu saat ini sedang mengumpulkan semua prajuritnya untuk memberi tiga tugas tambahan yaitu mengawal para pedagang saat keluar kota untuk berbelanja, menjaga pembangunan tembok kota serta yang terakhir adalah menjaga pembangunan sekte mawar.


Tampak seorang wanita bawahannya Qia Qia yang bertugas di kediaman lama mendatangi puncak bukit bersama seorang pria sepuh yang sebelumnya pernah Qia Qia lihat saat dia berada di kedai beberapa hari yang lalu.


"Hormat kepada Dewi Mawar" ucap keduanya dengan sangat sopan dan sambil memberikan penghormatan kepada Qia Qia dan dibalas senyuman oleh Qia Qia.

__ADS_1


"Dewi, ini adalah ahli Artefak satu satunya di kota mawar kita ini" ucap wanita bawahanya itu dengan sangat ramah.


"Duduklah, aku memang ingin bertemu dengan mu karena aku membutuhkan keahlian mu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menuangkan teh di poci besar yang ada di atas meja namun hanya untuk pria sepuh ahli pembuatan artefak itu saja.


"Dewi, saya pamit turun dahulu karena masih merapikan kediaman di bawah" ucap wanita muda bawahan Qia Qia itu dan Qia Qia pun hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Dewi terima kasih, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk Dewi, saya akan sangat senang membantu anda" ucap pria sepuh itu sambil duduk di kursi yang ada di depan Qia Qia.


"Ada beberapa artefak yang ingin aku dapatkan dari mu, apakah kau masih mau bekerja, khusus untukku, karena ku dengar kau sudah tidak lagi mau untuk membuat artefak selama beberapa waktu ini" ucap Qia Qia dengan ramah


"Apakah kau bisa membuat artefak cincin yang kau pakai itu lebih banyak lagi dan membuat yang lebih baik dari itu, aku akan membelinya dengan harga mahal dari mu jika perlu" ucap Qia Qia sambil menunjuk ke cincin giok yang di pakai pria sepuh bawahannya itu.


Pria sepuh itu tampak sedikit terkejut mendengar apa yang Qia Qia sampaikan kepadanya.


"Dewi Mawar apakah anda bisa melihat tingkat kultivasi saya?" Tanya pria sepuh itu dengan penuh rasa ingin tahu kebenarannya.


"Kau sudah di tingkat pencipta abadi tahap akhir dan kau pria terkuat di seluruh dunia bulan ini sepertinya, aku kira kau membuat artefak cincin itu saat kau masih di tingkat semesta" ucap Qia Qia dengan ramah dan santai.

__ADS_1


"Maafkan hamba Dewi, saya Hao Kong meminta maaf kepada Dewi dan mohon Dewi memaafkan saya dan tidak melaporkan saya kepada pihak kekaisaran bulan" ucap Pria sepuh pembuat artefak yang bernama Hao Kong itu sambil bersujud di depan Qia Qia.


"Hao Kong kau itu bawahan ku jadi mana mungkin aku mencelakakan mu, justru kau seharusnya bersyukur baru aku yang mengetahui tingkat kultivasi mu selama ini, jadi bangunlah dan duduklah kembali" ucap Qia Qia dengan ramah sambil membantu Hao Kong untuk bangun kembali.


Hao Kong kemudian berdiri dan duduk kembali di kursi yang sebelumnya dia tempati.


"Dewi, saya siap membuat yang lebih baik namun sementara tidak bisa membuat banyak, karena saya hanya memiliki sedikit batu giok di kediaman saya, dan sebenarnya jika kita ingin maksimal akan lebih bagus menggunakan batuan meteor namun sayangnya dunia bulan ini di segel jadi kita tidak bisa ke angkasa untuk mendapatkan batu meteor" ucap Hao Kong dengan sangat hormat dan juga sangat bersemangat.


"Berapa banyak Batuan meteor yang kau perlukan, aku akan mendapatkannya untuk mu, dan aku ingin tahu saat malam hari kemana kau bersembunyi karena semalam aku melihat ada beberapa orang yang berada di kapal perang angkasa kekaisaran bulan yang memiliki tingkat kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir juga" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi saya bersembunyi di ruang bawah tanah di kediaman saya setiap malam, karena saya takutnya jika saya tidak membiasakan diri seperti itu maka saya akan ketahuan jika memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir, untuk batuan meteor tidak terlalu banyak yang saya butuhkan namun semakin banyak Batuan meteor maka akan semakin banyak juga artefak cincin ilusi tingkat kultivasi ini bisa saya buat" ucap Hao Kong dengan sangat sopan dan juga tetap penuh hormat kepada Qia Qia.


"Hao Kong berapa harga yang kau minta untuk artefak cincin buatan mu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Hao Kong.


"Dewi saya tidak akan menarik bayaran untuk jasa pembuatan artefak cincin ilusi tingkat kultivasi karena saya sudah mengabdikan hidupnya untuk anda" ucap Hao Kong dengan sangat sopan.


"Baiklah kau tunggu sebentar aku akan mengambilkan batuan meteor dulu untukmu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian berteleportasi ke angkasa.

__ADS_1


__ADS_2