
Waktu berlalu dengan cepat dan kini matahari pagi sudah bersinar dengan cukup terang, Qia Qia saat ini sudah berada di depan mulut Goa namun tidak menggunakan bola cahaya transparan lagi.
"Baiklah mari kita lihat apa yang sebenarnya ada di dalam Goa ini" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki mulut Goa yang hanya memiliki lebar satu meter dan tinggi tiga meter.
"Benar dugaan ku Goa ini sangat terawat tidak ada satupun rerumputan liar disini dan disini juga cukup terang" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil terus melangkah menuju bagian dalam Goa.
Bagian dalam Goa itu cukup besar dan hanya memiliki satu lorong saja yang sangat panjang dan menurun sehingga Qia Qia meyakini jika Goa itu akan membawa nya ke bawah gunung atau bahkan ke dalam perut bumi.
Qia Qia sudah berjalan lebih dari satu jam dan sudah hampir lima kilometer namun belum menemukan apapun di sana.
Lima jam sudah berlalu dan kini Qia Qia menemukan perut goa, dia menemukan sebuah ruangan besar dan ada satu orang pria sepuh di sana yang sedang menjaga sebuah portal dimensi.
"Siapa Kamu dan apa tujuanmu kesini" ucap pria sepuh itu sambil mengeluarkan pedangnya dan tampak sangat waspada dengan kehadiran Qia Qia.
"Namaku Qia Qia dan aku adalah pemimpin kota mawar dan gunung ini termasuk dalam areal kekuasaan ku, seharusnya aku yang bertanya siapa kau dan apa yang kau lakukan di sini" ucap Qia Qia dengan sangat mendominasi dan mengeluarkan pedang nya juga.
Pria sepuh itu tidak menjawabnya namun langsung melesat ke arah Qia Qia sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat hendak memotong leher Qia Qia.
"Seharusnya kau tahu batasanmu" ucap Qia Qia sambil mengayunkan pedangnya ke arah pedang pria sepuh.
Traaaaaang kraaaaaaaaaak sreeeeeeet
Pedang Qia Qia selain menangkis pedang pria sepuh itu, dia juga menghancurkan pedang pria sepuh menjadi beberapa bagian bahkan pedang Qia Qia melukai leher pria sepuh itu.
Pria sepuh itu terjatuh dan berlutut di depan Qia Qia sambil memegang lehernya yang berdarah.
Qia Qia tidak membuang waktu dan langsung memotong leher pria sepuh itu dengan sekali tebasan.
__ADS_1
Tubuh pria sepuh itu ambruk ke tanah demikian juga dengan kepalanya yang menggelinding beberapa meter dari tubuhnya.
"Kau itu hanya tingkat pencipta semesta tahap akhir dan ingin membunuh ku ada ada saja" ucap Qia Qia sambil berlutut dan mengambil cincin dimensi milik pria sepuh itu.
Keanehan terjadi tubuh dan kepala pria sepuh itu berubah bentuk dan menjadi sosok yang sangat di kenal oleh Qia Qia.
"Dasar sampah, kau seorang jenderal iblis bertanduk satu saja gaya mu sungguh tinggi, baiklah kita lihat apa yang kau jaga disini namun sebaiknya aku menyegel ruangan ini dulu saja" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah tubuh pria sepuh yang kini menjadi tubuh ras iblis darah dan di kepala yang terpisah itu ada sebuah tanduk di dahinya.
Qia Qia kemudian menyimpan pedangnya dan juga cincin dimensi pria sepuh itu lalu menggerakkan tangannya dengan cepat membuat segel pertahanan untuk ruangan itu agar tidak ada seorang pun yang bisa melarikan diri.
Cahaya transparan kembali keluar dari jari telunjuknya dan langsung menutup seluruh ruangan besar itu.
"Baiklah sekarang sudah aman, mari kita lihat siapa yang kau jaga disini" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki portal dimensi.
Qia Qia keluar dari sebuah portal dimensi dan muncul di hadapan seratus prajurit ras iblis darah.
Trank
Trank
Trank
Pedang mereka beradu namun Qia Qia sangat lincah dan selalu berhasil menangkis setiap serangan prajurit prajurit itu.
"Mau tidak mau aku harus serius dengan mereka" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus berusaha menyerang namun formasi Prajurit prajurit ras iblis darah itu sangat kuat dan susah untuk dia tembus.
Qia Qia melesat mundur dua puluh meter dari lokasinya dan langsung menggerakkan pedangnya memutar.
__ADS_1
"Lingkaran iblis" ucap Qia Qia sambil mengayunkan pedangnya ke samping kiri lalu di ayunkan dengan lurus ke samping kanannya, cahaya merah pekat keluar dari ujung pedangnya dan terus melebar.
Cahaya merah pekat itu melesat dengan sangat cepat dan mengenai semua prajurit itu tepat di pinggang mereka namun cahaya merah pekat itu tidak berhenti maupun menghilang setelah menembus tubuh para prajurit melainkan terus melebar dan memotong semua yang dilaluinya sampai sejauh lima kilometer lalu menghilang.
Qia Qia melihat jika kini semua prajurit itu terjatuh ke tanah dengan tubuh terbelah dua dan bukan hanya itu semua bangunan juga ikut terbelah dan rubuh.
Jutaan ras iblis darah yang ada di sana kini menjadi mayat tanpa mereka ketahui apa sebabnya.
Booooooooooom
Serangan Qi jarak jauh mengenai punggung Qia Qia dan membuat Qia Qia menabrak reruntuhan salah satu bangunan yang ada di depannya.
Qia Qia mencoba untuk berdiri kembali dengan bantuan pedangnya dan setelah dia berhasil berdiri dia melihat dengan jelas seorang jenderal iblis bertanduk dua dengan tingkat kultivasi pencipta Ilahi tahap menengah sedang melayang di atasnya.
Qia Qia kemudian terbang melesat ke arah Jenderal iblis darah bertanduk dua itu dan langsung mengayunkan pedangnya ke arah jantung Jenderal iblis darah itu.
"Pembuka neraka" ucap Qia Qia pelan dan dari ujung pedangnya terlihat cahaya merah kehitaman melesat keluar saat ujung pedang itu lurus dengan jantung Jenderal iblis.
Jenderal iblis darah bertanduk dua itu langsung bereaksi dengan menahan serangan Qia Qia menggunakan pedangnya.
Booooooooooom boom
Suara Ledakan yang sangat kencang terdengar sangat jelas saat serangan Qia Qia mengenai pedang jenderal iblis darah bertanduk dua itu namun serangan Qia Qia sangat kuat sehingga jenderal iblis darah bertanduk dua itu terlempar ke belakang sampai masuk ke dalam tanah.
Qia ayo melesat mengejar jenderal iblis darah bertanduk dua itu yang kini tergeletak di atas tanah dan langsung memotong leher jenderal iblis darah bertanduk dua itu namun jenderal iblis darah bertanduk dua itu menghindarinya dan langsung menyabetkan pedangnya ke arah kaki Qia Qia.
Qia Qia yang melihat Jenderal iblis darah bertanduk dua itu hendak melukainya langsung berteleportasi ke belakang jenderal iblis darah bertanduk dua itu dan langsung menyabetkan pedangnya ke arah leher dan dengan telak dia berhasil memotong leher jenderal iblis bertanduk dua itu.
__ADS_1
Belum sempat Qia Qia berdiri ribuan anak panah melesat ke arahnya dengan sangat cepat dan Qia Qia kemudian berteleportasi kembali ke atas awan sesaat sebelum anak anak panah itu mengenainya.