
"Baik Dewi saya akan mencoba mencari informasi tentang klan Li sedetail mungkin" ucap Kun Yi sambil melihat kedatangan Jia Ni ketempat mereka duduk.
"Dewi makan siang sudah siap" ucap Jia Ni dengan sangat hormat.
"Ayo kita nikmati jika demikian, aku sudah kangen masakan kalian" jawab Qia Qia sambil berdiri dan melangkah menuju rumahnya di ikuti oleh Kun Yi dan Jia Ni.
Mereka semua makan bersama di ruang makan kediaman Qia Qia dan seperti biasa tidak ada yang berani berbicara saat sedang makan karena Qia Qia sendiri sibuk menyantap hidangan yang disajikan oleh para bawahannya itu.
Makan siang pun selesai dan Kun Yi langsung pamit untuk pulang ke rumahnya menemui orang tuanya sedangkan Qia Qia masih duduk di ruang makan bersama dengan para bawahannya itu.
"Jia Ni apa yang kalian semua dapatkan selama aku pergi" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi selama anda pergi saya mencari tahu tentang dunia peri ini melalui para penduduk kota kayu ini dan ternyata ada dua benua disini yang sedang berperang, bahkan perang ini sudah berlangsung sangat lama tapi mereka berperang di tengah lautan sehingga di daratan terlihat tenang dan mengenai istana Dewi Li Mei ada yang aneh Dewi" ucap Jia Ni dengan sangat hormat.
"Jia Ni ceritakan saja" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, istana Dewi Li Mei aura kematian nya sangat kuat seakan akan ada raja iblis disana namun sayangnya saya tidak bisa menemukan petunjuk apapun, aura kematian ini ada di lorong belakang yang dijaga ketat oleh mereka" ucap Jia Ni menjelaskannya hasil penyelidikannya selama ini.
"Besok aku akan kesana dan memeriksanya jika memang ternyata mereka menyembunyikan raja iblis darah maka aku tidak akan memaafkan mereka meskipun mereka masih bersaudara dengan Dewi Li Mei" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
"Dewi, di lembah belakang gunung ada sebuah Goa yang tersegel oleh segel kuno kami menemukan Goa itu kemarin namun kami tidak bisa memasukinya akan tetapi anehnya meskipun itu segel kuno aura kehidupan sangat terasa dari dalam Goa itu seakan akan banyak yang hidup di dalam Goa" ucap Jia Ni kemudian.
"Jia Ni kita kesana saja jika begitu kalian semua tetap disini saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua yang merupakan bawahan paling setia miliknya.
__ADS_1
"Baik Dewi" ucap mereka kompak sambil melihat Qia Qia berdiri dan mereka semua langsung ikut berdiri juga.
Qia Qia kemudian berjalan keluar dari dalam kediamannya bersama dengan Jia Ni.
"Jia Ni kau pikirkan lokasi Goa yang kau temukan itu aku akan membawa kita berdua kesana" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berdiri di depan Jia Ni.
Jia Ni hanya mengangguk dan langsung memfokuskan pikirannya ke lokasi Goa yang dia dan yang lainnya temukan kemarin.
Qia Qia kemudian berteleportasi dengan membawa Jia Ni ke lokasi tersebut dan muncul di depan sebuah mulut Goa yang sangat besar.
"Dewi ini Goa yang kami temukan seperti ada bisa lihat mulut Goa ini dilindungi oleh segel kuno yang sangat kuat" ucap Jia Ni dengan sangat hormat.
"Jia Ni, aku akan mengirimmu kembali ke kediaman jika nanti Kun Yi sudah kembali lagi maka suruh beristirahat saja ya" ucap Qia Qia dengan ramah.
Qia Qia hanya tersenyum dan langsung mengirim kembali Jia Ni ke teras rumahnya, dia melakukan ini karena dia tidak mengetahui apa yang ada di dalam Goa itu.
Qia Qia kemudian menggerakkan tangannya dengan cepat dan membuat bola perlindungan dan segel ilusi untuknya sehingga tubuhnya kini sudah terlindungi dan tidak terlihat oleh siapapun.
Qia Qia Langsung berteleportasi ke Goa itu karena dia tidak ingin menarik perhatian siapapun dengan menghancurkan segel kuno di mulut Goa itu.
Qia Qia yang muncul di dalam Goa melihat dengan jelas jika disana hanya ada sebuah Gerbang dimensi kuno dan tidak ada seorang manusia pun namun ruangan itu sangat bersih seperti sering di bersihkan oleh seseorang.
"Aku sebaiknya memasuki gerbang dimensi ini saja untuk melihat kemana gerbang dimensi ini terhubung" ucap Qia Qia sambil melayang memasuki gerbang dimensi itu dan dia muncul di sebuah taman yang sangat indah dengan bunga bunga aneka macam yang sangat terawat.
__ADS_1
"Taman ini sungguh indah dan ini benar benar terawat" ucap Qia Qia sambil melihat ke sekelilingnya namun tidak menemukan seorang pun disana.
Qia Qia kemudian melesat ke atas awan dan mengawasi semua yang ada dibawahnya dengan teliti.
"Jadi itu adalah taman istana dan istana itu sangat megah ternyata, jadi aku sekarang ini ada di sebuah dunia kecil." Ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil mengawasi semua yang ada dibawahnya.
Qia Qia melihat jika kehidupan penduduk dunia kecil itu sangat makmur dan bahkan sangat bersahabat.
"Sebaiknya aku melihatnya langsung dan mencari tahu lokasi ini lebih detail" ucap Qia Qia sambil berteleportasi kembali menuju sebuah pohon besar yang terletak lima ratus meter dari pintu gerbang masuk ke ibukota istana tempat kedatangannya.
Qia Qia yang muncul di belakang pohon itu langsung menghilangkan bola perlindungan ilusinya dan berjalan untuk memasuki gerbang ibukota yang dijaga ketat oleh lima puluh prajurit laki laki dan ada sepuluh prajurit wanita juga disana.
"Nona, tolong perlihatkan medali anda karena jika tidak anda harus membayar dua keping koin emas" ucap salah seorang prajurit wanita dengan sangat sopan.
"Maafkan saya namun medali saya hilang jadi saya membayar saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan dua keping koin emas ke prajurit wanita itu.
"Nona silahkan masuk" ucap prajurit wanita itu dengan sangat sopan setelah menerima dua keping koin emas dari Qia Qia itu.
Qia Qia tidak membuang waktu dan dia langsung memasuki ibukota tersebut dan para prajurit penjaga pintu gerbang masuk ibukota itu memberikan sebuah nilai plus dari Qia Qia untuk dunia kecil yang dia masuki itu.
Kini Qia Qia melihat langsung kondisi ibukota itu yang sangat maju untuk ukuran sebuah dunia kecil, bangunan bangunan besar terlihat jelas di kiri dan kanan jalanan besar ibukota itu.
Para penduduk ibukota itu juga rata rata terlihat ramah bahkan Qia Qia melihat jika mereka semua memiliki tingkat kultivasi yang lumayan tinggi karena yang paling rendah saja adalah tingkat pencipta semesta tahap awal dan banyak juga yang berjalan di sana sudah mencapai tingkat pencipta abadi tahap akhir menandakan jika dunia kecil ini sudah sangat kuat dan tidak mudah untuk dihancurkan oleh siapapun kecuali dirinya tentunya yang sudah di puncak kultivasi.
__ADS_1