
"Dewi anda kenapa? Pakaian anda sampai rusak seperti itu" ucap Wi Ni dengan sangat hormat sambil menunjuk ke pakaian Qia Qia.
"Oh ini, tadi aku bertemu dengan beberapa Jenderal iblis darah bertanduk satu dan dua, aku sedikit berolahraga saja, tidak apa apa aku tidak terluka kok" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Wi Ni.
"Dewi selama ini saya tidak pernah bertemu dengan ras iblis darah dan baru tahu dari anda saja jika di dunia bulan ini masih ada ras iblis darah" ucap Wi Ni dengan sangat penasaran.
"Wi Ni, mereka bersembunyi di dalam Gunung itu dan kau tidak perlu khawatir lagi karena semuanya sudah binasa jadi kalian bisa menggunakan gunung itu dengan maksimal beserta semua penduduk kota mawar nantinya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Wi Ni.
"Dewi soal pembangunan tembok kota tadi saya kedatangan tiga orang kepala desa dan desa mereka berada di balik gunung, mereka memohon agar desa mereka menjadi bagian dari kota mawar, mohon petunjuk anda karena saya belum menjawab keinginan mereka itu" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.
"Wi Ni, besok siapkan kereta kuda kita akan mengunjungi desa desa itu dahulu, karena aku harus mengetahui apakah mereka semua orang baik atau tidak, jika mereka semua orang baik maka aku akan sangat senang menerima mereka namun jika tidak maka aku akan menghabisi mereka semua" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke bawahannya itu.
"Baik Dewi, saya akan mempersiapkan kereta kuda dan apakah saya perlu membawa prajurit untuk menemani kita kesana" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.
"Tentu saja, bawa saja sepuluh prajurit wanita dan mengenai prajurit aku minta agar ada juga prajurit laki laki di kota ini, apakah kau tahu siapa saja yang mau menjadi prajurit" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi untuk itu bukankah sebaiknya nanti saja setelah sekte berjalan jadi kita bisa berdalih jika mereka ada orang orang sekte bukan murni prajurit karena di dunia bulan itu dilarang" ucap Wi Ni mengingatkan Qia Qia.
"Baiklah kau atur saja dengan baik, besok ajak sepuluh orang saja ya dan suruh menggunakan kuda saja" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Baik Dewi jika demikian saya permisi dulu untuk menyiapkan semuanya karena kita belum memiliki kereta kuda jadi saya akan membelinya dulu" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.
"Wi Ni, apakah kau masih memiliki uang" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi saya masih menyimpan ratusan juta uang anda jadi anda jangan khawatir dengan hal itu, dan juga tempat tempat usaha anda juga sudah banyak yang akan menyewanya jadi uang anda akan bertambah lagi di saya" ucap Wi Ni sambil tersenyum simpul.
"Baguslah jika demikian, aku juga akan beristirahat saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Wi Ni.
Wi Ni kemudian berdiri dan memberikan penghormatan kepada Qia Qia lalu meninggalkan Qia Qia sendirian di teras kediamannya itu.
"Dewi anda sudah kembali, jika demikian saya akan menyiapkan makanan untuk makan malam anda" ucap salah seorang bawahan wanita Qia Qia yang baru keluar dari dalam rumah.
"Baik Dewi" ucap bawahannya itu dengan hormat sambil melangkah mengikuti Qia Qia namun dia menuju dapur untuk memasak makan malam.
Qia Qia kemudian membersihkan dirinya dan berganti pakaian dengan pakaian yang berwarna serba biru namun tidak menggunakan jubah karena dia akan beristirahat setelah menikmati makan malamnya.
Makan malam itu sangat meriah karena Qia Qia menikmatinya dengan semua bawahannya yang ada di kediamannya dan Qia Qia juga langsung beristirahat setelahnya.
Matahari pagi kembali bersinar dengan sangat terang, udara kota mawar pagi itu sangat sejuk namun para penduduk kota mawar sudah kembali bekerja untuk melanjutkan pembangunan sekte mawar dan juga tembok kota yang baru.
__ADS_1
Sementara Qia Qia sudah berada di dalam kereta kuda bersama dengan Wi Ni dengan di kawal sepuluh prajurit wanita yang menunggangi kuda yang semua berwarna putih.
"Dewi perjalanan ke sana kurang lebih dua jam jika melewati jalanan utama namun jika melalui lokasi pembangunan tembok kota maka akan sampai dalam satu jam" ucap Wi Ni dengan sangat hormat yang duduk di depan Qia Qia di dalam kereta kuda itu.
"Wi Ni kita lewat lokasi pembangunan tembok kota saja sekalian melihat perkembangan pembangunan" ucap Qia Qia dengan ramah dan Wi Ni langsung bertelepati ke prajurit wanita yang menjadi kusir kereta kuda itu.
Kereta kuda itu berjalan dengan pelan melewati jalanan kota mawar yang kini sangat sepi karena para penduduk kota yang kini berada di lokasi pembangunan tembok kota serta lokasi pembangunan sekte mawar.
"Mereka semua bekerja dengan gembira ternyata" ucap Qia Qia sambil melihat para penduduk kota mawar yang sedang bahu membahu bekerja sama membangun tembok kota melalui jendela kereta kuda nya.
"Benar Dewi, mereka sangat bahagia bukan hanya karena kota yang di lebarkan namun semata mata karena anda yang menjadi pemimpin mereka" jawab Wi Ni dengan hormat sambil melihat ke luar kereta kuda juga.
"Wi Ni, aku hanya ingin kalian semua bisa hidup makmur, oh iya aku belum bertemu dengan Wi Yu apakah dia belum kembali ke kota mawar" ucap Qia Qia sambil terus melihat ke arah luar kereta kuda.
"Dewi kakak Yu sudah kembali namun dia saat ini mendapatkan perintah untuk mengawasi kota kota sekitar juga jadi tadi menyampaikan kepada saya bahwa sementara dia akan mengecek kota kota lain agar kaisar bulan tidak curiga kepadanya" Jawab Wi Ni dengan hormat dan masih melihat keluar jendela juga.
"Aku sebenarnya bisa saja langsung mengambil alih dunia bulan ini namun aku tidak ingin ada korban jiwa dari pihak penduduk dunia bulan yang tidak berdosa jadi ya aku hanya bisa bergerak pelan sambil membantu membangun dunia ini, setelah kota mawar menjadi kota yang sangat makmur aku yakin jika kehidupan penduduk dunia bulan ini akan berubah sepenuhnya karena mereka akan mencontoh kota kita" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan dua buah apel emas dan memberikannya satu kepada Wi Ni.
"Dewi terima kasih, apel ini kenapa berwarna emas, saya baru pertama kali melihat apel seperti ini" ucap Wi Ni sambil melihat apel emas di tangan kanannya.
__ADS_1
"Itu apel emas dulu sangat banyak di dunia bulan ini namun entah kenapa kini sudah tidak ada, kau cobalah aku yakin kau akan sangat menyukainya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian menggigit apel emasnya.