
Qia Qia muncul di atas sebuah Padang pasir yang semuanya berwarna merah dan suhu cuaca juga sangat panas disana seolah olah cahaya matahari hanya menyinari gurun pasir itu saja.
"Kenapa istana ayah dan ibu berubah menjadi gurun pasir seperti ini, dulu di sini sangat indah dan sangat asri" ucap Qia Qia sambil mengawasi sekelilingnya dan dia tidak melihat apapun di sana selain hamparan gurun pasir saja.
"Sebaiknya aku menghilang dari pandangan siapapun sampai aku melihat bagaimana penduduk dunia ini berpakaian" ucap Qia Qia dan cahaya transparan keluar dari ujung telunjuknya yang langsung menyebar dan menutup dirinya dengan seutuhnya.
Kini tidak ada seorang pun yang bisa melihat Qia Qia sekuat apapun orang itu kecuali ada tingkatan yang lebih darinya.
Qia Qia mengedarkan kesadaran jiwanya ke seluruh area yang bisa dia jangkau namun tidak ada satupun yang bernyawa yang berhasil dia temukan sejauh sepuluh kilometer persegi dari lokasinya saat ini.
"Ini apa yang sebenarnya terjadi, tidak ada satupun yang bernyawa di radius sepuluh kilometer" ucap Qia Qia sambil menarik kembali kesadaran jiwanya dan langsung terbang dengan kecepatan tinggi melesat ke arah barat karena seingatnya dulu ada sebuah gunung di sana.
Sudah dua puluh kilometer Qia Qia terbang dan dia masih berada di gurun pasir.
"Akhirnya aku keluar dari gurun pasir ini, dan sepertinya gunung itu masih ada, coba aku lihat apakah ada kehidupan yang bernyawa disana" ucap Qia Qia sambil memperlambat laju terbangnya dan hanya melayang perlahan saja sambil mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa yang ada di bawahnya dan dia menemukan adanya kehidupan di bawah gunung itu.
"Kenapa banyak sekali kehidupan di bawah gunung ini, sepertinya semuanya bersembunyi di sana, namun apa yang terjadi di atas tanah dan gurun pasir bahkan tidak ada kehidupan apapun, bahkan semut pun tidak ada" ucap Qia Qia sambil terus melayang ke puncak gunung.
Puncak gunung itu merupakan puncak gunung berapi yang masih aktif pada saat Qia Qia berada di dunia itu.
__ADS_1
"Kawah lava gunung ini kenapa berubah sangat drastis, sepertinya gunung ini sempat meletus namun bukankah hanya ayah ku saja yang bisa membuat gunung ini meletus" ucap Qia Qia sambil melihat melayang di atas puncak gunung berapi itu dan di bawahnya terlihat kawah lava yang sangat luas dan masih aktif namun terlihat juga jika ada sebuah sungai lava yang menuju ke gurun pasir.
"Jadi gurun pasir itu menjadi pembuangan lava ini tapi apa yang menyebabkan ayah sampai melakukan ini"Ucap Qia Qia sambil melihat ke arah kawah besar itu dengan teliti dan dia sudah menarik kesadaran jiwanya.
"Hanya satu cara untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia ku ini" ucap Qia Qia sambil terbang melesat ke dalam kawah lava itu dan terus melesat menembus lava tersebut.
Lava itu tidak terasa panas sedikit pun oleh Qia Qia karena memang selain dia memiliki Lava suci abadi darahnya juga sudah menyatu dengan lava di gunung berapi itu sejak dia lahir.
Hal ini dikarenakan keluarganya termasuk bagian pelindung dunia Lava, sebuah dunia kecil yang ada di dalam kawasan galaksi terkutuk dan dulunya merupakan bagian dari galaksi surgawi.
Meskipun Dunia itu di sebut dunia Lava namun semuanya serba hijau dan asri karena keluarganya bisa mengendalikan lava agar tetap di kawah besar itu.
Qia Qia muncul di sebuah ruangan besar yang semuanya serba hijau dan asri, ruangan itu adalah pintu masuk ke dunia kecil milik ayahnya dan letak dunia kecil itu memang ada di bawah gunung berapi.
"Tempat ini masih sama seperti dulu, apa ayah sengaja mengosongkan kawah lava agar penduduk bisa memasuki dunia kecil milik ayah, dan ruangan ini juga sangat terawat berarti masih ada keluarga ku atau bawahan ayah yang merawat ruangan ini, sebaiknya aku tidak memasuki dunia kecil melalui gerbang rahasia namun lebih aman berteleportasi" ucap Qia Qia sambil berteleportasi ke dunia kecil milik ayahnya yang ada di bawah ruangan itu dan dunia kecil itu letaknya sepuluh kilometer di dalam gunung berapi sedangkan ruangan itu hanya seratus meter di bawah kawah lava.
Qia Qia berteleportasi ke tempat yang dia ketahui yaitu sebuah taman tempat dia dulu biasa bermain dimasa kecil sampai dia gadis dan kini dia muncul di taman tersebut.
"Semuanya masih sama, siapapun yang merawat mawar mawar ini sepertinya sengaja untuk mengingat ku" ucap Qia Qia dalam hatinya dan tanpa disadarinya air matanya menetes perlahan membasahi pipinya.
__ADS_1
Qia Qia melihat jika ada sepuluh ras iblis darah bertanduk empat disana sedang duduk melingkari sebuah kolam ikan dan dia ingat jelas kursi dan kolam itu namun Qia Qia tidak bisa memastikan siapa mereka itu.
"Pakaian sama seperti manusia namun disini semuanya dengan wujud asli jadi sebaiknya aku menggunakan wujud asliku saja, kita lihat apakah mereka musuh apa sodaraku" ucap Qia Qia sambil menyimpan gelang ilusi miliknya ke dalam cincin dimensinya dan langsung berubah ke wujud aslinya lalu menghilangkan segel perlindungan ilusinya.
Qia Qia melayang satu meter di atas rumput taman itu dan tanpa segel perlindungan ilusi kini dia dapat dilihat oleh semua orang terkecuali yang memang buta.
Qia Qia kemudian mendarat di atas rumput dan langsung berjalan ke arah sepuluh orang itu lalu berhenti di jarak lima meter dari mereka yang sedang melihat ikan ikan itu.
"Maafkan aku, bisakah aku bertemu Raja Qia Zi" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.
Mereka semuanya menengok ke Qia Qia dan langsung terbang melesat ke hadapan Qia Qia lalu mengepung Qia Qia dengan memegang pedang mereka yang yerhunus ke arah Qia Qia
"Lima ratus juta tahun sudah berlalu dan baru sekarang ada yang berani menyebut nama Raja kami, siapa kau penyusup?" ucap salah seorang dari mereka yang posisinya di depan Qia Qia.
"Nama ku Qia Qia dan bisakah aku bertemu dengan ayahku" ucap Qia Qia dengan ramah karena dia menyadari tindakan sepuluh orang itu untuk keamanan dunia kecil.
"Apa bukti jika kau memang putri yang hilang" ucap salah seorang dari mereka.
"Kalian mau bukti, buktinya aku ada disini bukan" ucap Qia Qia dengan masih ramah dan dia tidak merasa terancam oleh sepuluh orang itu sama sekali karena yang terkuat dari mereka hanya tingkat pencipta bumi tahap akhir saja sehingga sekuat apapun serangan mereka tidak akan bisa menggores kulitnya.
__ADS_1