
"Dimana harta mu aku akan mengambilnya dan ada berapa jenderal iblis yang kau bawa kesini" ucap Qia Qia dengan sangat santai.
"Di bawah gunung ini ada sebuah bukit dan aku menyimpannya di bukit itu untuk semua hartaku, sedangkan seingat ku hanya dua Jenderal ku saja yang masih hidup dan aku merasakan jika kontrak jiwa ku kepada mereka belum terputus sampai saat ini" ucap Raja iblis bertanduk empat itu dengan sangat lemah namun Qia Qia bisa mengetahui kejujuran dari ucapannya.
"Kenapa kau tidak memanggil kedua jenderal mu untuk menyelamatkan mu" ucap Qia Qia lagi
"Ratu, mereka sudah berkhianat kepadaku dan mereka saling berperang satu sama lainnya memperebutkan dunia ini" ucap Raja iblis bertanduk empat itu dengan sangat lemah.
Qia Qia kemudian mengeluarkan satu bola kristal kenangan tingkat ilahi dan langsung melayangkannya di depan raja iblis darah bertanduk empat itu.
Bola kristal kenangan tingkat ilahi tersebut langsung menyerap semua ingatan raja iblis darah bertanduk empat itu dengan paksa dan jerit kesakitan terdengar sangat menyayat hati bahkan sampai keluar dari ruangan itu dan terdengar oleh semua orang yang ada di istana Dewi Li Mei bahkan sampai ke kota kayu.
Suara jeritan menyayat hati itu membuat semua orang menjadi kebingungan karena mereka belum pernah mendengar hal seperti ini sebelumnya berbeda dengan Li Wanyi dan para bawahannya yang mengetahui jika itu adalah ulah dari Qia Qia.
Bola kristal kenangan tingkat ilahi tersebut langsung membesar dan memperlihatkan semua ingatan raja iblis darah bertanduk empat itu sedangkan raja iblis darah bertanduk empat itu kini sudah pingsan karena kondisi tubuh yang sudah sangat lemah di tambah sekarang jiwanya juga terluka parah.
Qia Qia melihat jika yang merantai raja iblis darah bertanduk empat itu adalah kedua Jenderalnya sendiri setelah membuatnya lemah terlebih dulu dan harta raja iblis darah bertanduk empat itu adalah Harta yang dia dapatkan dari dalam bukit kediamannya dari ingatan raja iblis darah bertanduk empat itu juga Qia Qia mengetahui jika Raja iblis darah bertanduk empat itu merupakan salah satu dari beberapa raja iblis darah penguasa dunia di galaksi terkutuk.
Bola kristal kenangan tingkat ilahi tersebut kemudian mengecil dan Qia Qia langsung menyimpannya kembali kedalam cincin dimensinya.
Qia Qia kemudian mengayunkan pedang lava neraka ke leher raja iblis darah bertanduk empat itu namun tidak memutuskannya hanya tiga per empat nya saja lalu menarik kembali pedang lava neraka dan tubuh raja iblis darah bertanduk empat itu langsung memerah dan langsung menjadi abu.
Qia Qia kemudian menyimpan empat rantai neraka itu karena rantai neraka sesuai namanya adalah rantai yang biasa digunakan di neraka untuk menyiksa jiwa jiwa yang masuk ke nereka.
__ADS_1
"Setidaknya aku jadi tahu jika kedua Raja dunia peri ini adalah seorang jenderal iblis darah yang menyamar menjadi manusia seperti ku, aku akan memastikan kalian berdua mati di tanganku malam ini" ucap Qia Qia sambil berteleportasi kembali ke pintu masuk ruangan itu lalu menghancurkan semua segel yang terpasang disana.
Kraaaaaaaaaak
Booooooooooom
Suara pecahan kaca dan suara ledakan terdengar oleh semua yang ada di istana Dewi Li Mei bahkan sampai menggoyangkan puncak gunung itu.
Asap hitam pekat keluar dari lorong itu dan membuat mereka semua yang ada di ujung lorong kini kebingungan karena Qia Qia ada di dalam sana.
Sementara itu Qia Qia berjalan keluar dari dalam dan menuju ke ujung lorong itu kembali dengan wajah dan pakaian yang sangat kotor.
"Li Wanyi aku pinjam kamar mandi mu" ucap Qia Qia yang kini sudah berdiri di depan Li Wanyi.
Qia Qia langsung mengikuti Li Wanyi dan mengabaikan wajah bingung sepuluh prajurit wanita itu
"Dewi silahkan di dalam hanya ada satu kamar dengan fasilitas yang lengkap" ucap Li Wanyi dengan sangat hormat dan berdiri di teras Paviliun tamu itu.
"Kau jemput Kun Yi dan bawa dia kesini" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki bagian dalam paviliun tamu itu
"Siap Dewi" ucap Li Wanyi sambil menutup pintu Paviliun tamu.
"Kalian berdua berjaga di sini dan pastikan jangan sampai mengecewakan Dewi mawar apapun perintahnya wajib kalian ikuti" ucap Li Wanyi ke dua orang prajurit wanita yang berjaga di paviliun tamu itu.
__ADS_1
"Siap Dewi" ucap mereka berdua kompak.
Li Wanyi langsung kembali ke ruang bawah tanahnya dan langsung kembali ke dunia kecil dan langsung memasuki pintu gerbang dimensi yang menuju kediamannya di kota kayu untuk mencari Kun Yi.
Sementara itu Qia Qia sedang asyik membersihkan badannya setelah sebelumnya dia memasang segel perlindungan di kamar itu dan langsung berganti pakaian.
Qia Qia tidak langsung keluar dari dalam kamarnya melainkan langsung berteleportasi memasuki kediamannya di dunia mawar dan langsung masuk ke ruang penempaan artefak dan memperbaiki kelemahan dari artefak ilusinya.
Qia Qia tidak membutuhkan waktu lama hanya beberapa menit saja dia sudah berhasil memperbaiki kelemahan dari artefak ilusinya sehingga dia pun melanjutkan dengan memperbaiki jutaan artefak ilusi yang masih ada padanya.
Lima tahun berlalu di dunia mawar dan kini Qia Qia sudah memiliki ratusan juta artefak ilusi berbentuk gelang yang akan di bagikan untuk semua bawahannya di dunia lotus.
Qia Qia kemudian kembali ke kamar Paviliun tamu istana Dewi Li Mei dan akibat perbedaan waktu antara dunia peri dengan dunia mawar maka dia hanya beberapa waktu saja meninggalkan kamar itu.
Qia Qia kemudian menghilangkan segel perlindungan dan berjalan ke teras Paviliun tamu itu menunggu kedatangan Kun Yi dan Li Wanyi.
"Kalian berdua beristirahatlah aku tidak memerlukan penjagaan disini" ucap Qia Qia kedua prajurit wanita yang berdiri di depan terasnya sambil duduk di kursi teras itu.
"Baik Dewi Mawar kami berdua permisi' ucap salah satu dari prajurit wanita itu dengan sangat hormat sambil membungkukkan badannya untuk menghormati Qia Qia demikian juga dengan prajurit wanita satunya, lalu mereka berdua meninggalkan paviliun tamu itu.
Setengah jam berlalu dan Qia Qia melihat jika Kun Yi dan Li Wanyi sudah berjalan mendatangi Paviliun tamu tempatnya berada saat ini.
"Dewi maaf membuat anda menunggu lama" ucap Li Wanyi dengan sangat hormat berbeda dengan Kun Yi yang berlutut di depan Qia Qia.
__ADS_1
"Dewi maaf saya belum menceritakan kebenarannya karena saya harus meminta izin kepada ayah dan paman terlebih dulu namun anda sudah mengetahui kebenarannya sendiri jadi saya mohon pengampunan dari Dewi" ucap Kun Yi sambil berlutut dan bersujud di hadapan Qia Qia.