
“Tentu saja aku senang memukul laki laki buaya seperti mu.” Ucap Qia Qia.
“Dewi aku ini satu satunya elang merah yang tersisa masa di samakan ama buaya yang hidup jorok di rawa.” Ucap Hong Ying melalui telepati.
“Gimana jika aku saya yang memukulmu sampai kau masuk ke rawa dibawah itu.” Ucap Qia Qia yang kebenaran mereka sedang terbang di atas rawa.
“Dewi, tidak seperti itu juga, saya mana mau berenang di rawa, mending di kawah lava saja, biar kulit manusia ku semakin halus.” Ucap Hong Ying melalui Telepati.
“Kau ini memang pemalas ya, pantas saya penguasa sebelumnya malas bersama mu.” Ucap Qia Qia,
“Dewi saya bukan soal itu, namun saya diminta menjaga Ding Zi dan semua elang wanita itu, makanya saya ada di dunia ini bersama mereka.” Ucap Hong Ying kembali melalui telepati.
“Hong Ying, apa yang sebenarnya terjadi kenapa kau sampai di minta menjaga mereka, apakah ada sesuatu yang terjadi saat itu.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, saat itu penguasa pertama mengetahui jika banyak sekali kaum pemakan daging manusia di dunia pedang kuno dan dari jumlah serta kekuatan mereka penguasa pertama merasa sangat heran karena mereka bisa menyebar dengan cepat dan dengan jumlah yang tidak masuk di akal, jadi meminta keluarga Ding untuk menyelidiki hal ini.” Ucap Hong Ying melalui telepati.
“Hong Ying kenapa semua keluarga Ding dibawa semua, ada apa sebenarnya yang terjadi karena tidak masuk di akal bukan jika hanya untuk menyelidiki sesuatu membawa semua keluarganya.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, jika aku tidak salah mengingatnya, waktu itu penguasa menyampaikan kepada ku, apabila dia tidak bisa menghabisi kaum pemakan daging manusia itu, setidaknya penduduk asli saya yang punah, sedangkan keluarga Ding memang aslinya dari dunia ini dan saat itu dunia ini memang sudah dikosongkan karena semua keluarga Ding pindah ke dunia pedang kuno.” Ucap Hong Ying melalui telepati kembali.
“Jadi hanya keluarga Ran yang asli dunia pedang Kuno.” Ucap Qia Qia.
__ADS_1
“Benar dewi, hanya keluarga Ran yang asli dunia pedang kuno, dulu keluarga Ding dibawa ke dunia pedang kuno oleh penguasa pertama karena dunia pedang kuno lebih besar dan dunia ini ya seperti ini saja tidak ada perkembangan apapun juga, keluarga Ding kembali ke dunia ini dan mencoba membangun kembali namun begitu mendengar kepunahan dunia pedang kuno mereka langsung fokus untuk berlatih demikian juga saya, namun saya tetap mengawasi mereka melalui elang elang wanita itu.
“Hong Ying, siapa yang menyebarkan berita kepunahan dunia pedang kuno ke dunia ini.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, semuanya di sebarkan oleh kaum anda sendiri, maaf tapi mata saya bisa menembus semua penghalang yang anda buat.” Ucap Hong Ying.
“Ras Iblis darah bertandung empat juga.” Ucap Qia Qia.
“Benar Dewi, mereka semua bertanduk empat namun ada yang aneh karena di leher sebelah kanan mereka ada tanda kekaisaran.” Ucap Hong Ying.
“Hong Ying kenapa kau bisa tahu aku ini ras iblis darah bertanduk empat.” Ucap Qia Qia.
“Dewi saya ini di sebut sebagai elang neraka karena dosa saja bisa saya lihat.” Ucap Hong Ying
“Dewi, hati anda bersih dan itu yang paling penting untuk saya, meskipun saya tidak akan bisa mati dan tidak akan terluka dengan lava suci ilahi anda namun anda yang paling bersih yang saya temukan selama ini, anda memang sudah membunuh jutaan orang namun mereka memang pantas untuk dimusnahkan jadi tidak masuk ke dosa anda.” Ucap Hong Ying yang masih tetap melalui telepati.
“Jadi seperti itu, oke aku akan selalu membawa mu untuk melihat lawan lawan ku nantinya, dan kini aku tahu siapa yang menjadi biang kehancuran dunia pedang kuno.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, siapa mereka, saya akan senang hati menghabisi mereka.” ucap Hong Ying yang tiba tiba berhenti membuat semua elang betina itu ikut berhenti lima puluh meter di belakang Hong Ying.
“Mereka adalah kaisar iblis, tanda di leher yang kau lihat itulah yang membuatku yakin, semuanya kini sudah jelas, penguasaan seluruh dunia ini ulah kaisar iblis namun ada yang sedikit mengganggu ku, karena tidak ada ras iblis darah yang menjadi pemakan manusia saat aku membersihkan dunia pedang kuno.” Ucap Qia Qia.
__ADS_1
“Dewi itu benar, mereka memang ras manusia namun bukan sepenuhnya manusia karena roh mereka berbeda, bukan manusia, bukan ras iblis atau ras hewan.” Ucap Hong Ying.
“Hong Ying, kau kan lebih tua dari ku, apa ada yang kau ingat, namun sebelumnya kau berputarlah agar aku bisa memerintahkan Ding Zi dan yang lainnya untuk menyerang ke pulau melayang itu terlebih dulu.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Hong Ying sambil mulai terbang dan kini melayang menghadap ke para elang wanita.
“Kalian semua lanjutkan perjalanan dan langsung bersihkan pulau melayang itu, karena aku akan membawanya, usahakan sedikit kerusakan terhadap pulau nya agar tetap stabil dan bisa melayang.” Ucap Qia Qia menggunakan kekuatannya agar semuanya mendengarnya.
“Baik Dewi.” ucap Ding Zi mewakili yang lainnya dan dia langsung memimpin semua bawahannya itu untuk melanjutkan perjalanan dan terbang melesat ke arah pulau melayang yang memang hanya tinggal satu kilometer lagi saja.
“Hong Ying, kita turun saja dulu,” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Hong Ying sambil kemudian melesat ke arah tanah lapang yang ada di bawahnya.
Hong Ying mendarat dan Qia Qia langsung turun dari punggung Hong Ying, Hong Ying pun kemudian berubah menjadi sosok pemuda tampan seusia Qia Qia dan berjalan ke Qia Qia yang sudah duduk di atas batu besar yang atasnya datar.
“Dewi maafkan saya, sebenarnya ada banyak Ras yang tidak saya ketahui dan mereka berasal dari galaksi kegelapan, besar dugaan saya jika kaisar iblis itu bekerja sama dengan mereka sehingga ada ras pemakan daging manusia.” Ucap Hong Ying yang berdiri di depan Qia Qia.
“Hong Ying, Duduklah di sebelahku dan ceritakan lebih tentang galaksi kegelapan karena aku belum sama sekali mengetahuinya.” Ucap Qia Qia.
Hong Ying langsung duduk di samping Qia Qia namun tidak berani terlalu dekat dengan Qia Qia.
__ADS_1
“Dewi Galaksi kegelapan berada sangat jauh, aku yang bisa menembus semua segel dan pertahanan apapun memerlukan waktu satu tahun untuk sampai kesana, dan terakhir aku kesana mereka memiliki pasukan yang sangat kuat dengan rata rata tingkat pencipta ilahi tahap akhir, dulu aku kira mereka manusia namun saat melihat roh mereka berbeda aku akhirnya pergi dari sana.” Ucap Hong Ying menjelaskan namun belum semuanya dia ceritakan ke Qia Qia.