Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Berpetualang 10


__ADS_3

“Baik Dewi, semoga saya tidak sampai mengecewakan Dewi dan mohon maaf Dewi, tadi saya sudah meminta yang lainnya untuk membersihkan kediaman tuan kota dan jika dewi berkenan dapat digunakan untuk Dewi beristirahat.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Iya nanti aku akan mengisinya, namun setelah ini kita ke istana mu dulu saja, apa ada yang bisa aku tempati disana?.” Ucap Qia Qia.


“Dewi, Saya memiliki sebuah paviliun tamu, namun tidak sebesar dari kediaman tuan kota disini, saya takutkan Dewi nanti tidak berkenan.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Jia Yun Ma, itu tidak masalah untukku, karena aku hanya akan disini sampai pembersihan dunia ini selesai, dan aku ingin tahu perkuatan terbesar yang sudah kau hadapi dimana?.” Ucap Qia Qia.


“Dewi, ada satu sekte aliran hitam disini dan sekte itu memang sekte milik dari Kaisar Iblis, namun kami akan tetap mencoba menghabisinya terlebih dulu.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Jia Yun Ma, Seberapa besar kekuatan mereka?.” Tanya Qia Qia.


“Dewi jumlah mereka tidak kami ketahui, mereka mengisi sebuah Gunung yang terbang  melayang di atas lautan.” Jawab Raja Jia Yun Ma.


“Gunung yang melayang di atas lautan, sudah lama aku tidak melihatnya, baiklah mereka bagian ku saja, aku saja yang akan menghabisi mereka.” Ucap Qia Qia.


“Dewi, apakah saya perlu menyiapkan pasukan saya untuk membantu Dewi menghabisi mereka.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Tidak Perlu, biar aku sendiri saja, aku tidak ingin ada kerusakan di gunung itu karena aku ingin memiliki gunung itu untukku sendiri.” Ucap Qia Qia


“Baik Dewi, jika memang seperti itu, kami akan menyelesaikan yang di daratan,” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Ya itu akan menjadi tugasmu, Jia Yun Ji kau sudah selesai.” Ucap Qia Qia yang melihat Jia Yun Ji keluar dari kamarnya.

__ADS_1


“Sudah Dewi, maaf membuat Dewi menunggu lama.” Ucap Jia Yun Ji.


Tidak masalah, sekarang kita ke istana mu dulu saja, aku ingin melihat apa yang sebenarnya di jadikan sayembara oleh Tuan Jia.” Ucap Qia Qia Sambil menyimpan kembali poci teh dan semua gelas gioknya kembali kedalam cincin dimensinya lalu berdiri dan bersiap berjalan.


Raja Jia Yun Ma dan Yun Ji pun kemudian berdiri dan mereka langsung keluar dari dalam kamar itu lalu keluar dari penginapan dan menaiki kereta kuda kerajaan, untuk menuju ke Istana Raja Jia Yun Ma.


Mereka bertiga pun kemudian duduk di dalam satu kereta kuda yang paling besar dan paling mewah karena memang merupakan kereta kuda milik Raja Jia Yun Ma, kereta kuda dan rombongan kerajaan pun meninggalkan kota dan semua penduduk yang kini merupakan bawahan QIa Qia Berlutut satu kaki saat dilintasi oleh kereta kuda itu untuk menghormati QIa Qia. 


“Yun Ji, kultivasi mu itu sebaiknya kau tingkatkan, kurangi bermain dan mulailah fokus dengan berkultivasi, dengan pondasi mu saat ini tidak menutup kemungkinan kau akan mencapai tingkat pencipta Ilahi nantinya.” Ucap Qia Qia.


“Baik Dewi, kedepannya saja dan semua saudara dan saudari lainnya akan lebih giat berkultivasi, kami sudah sepakat untuk mengejar tingkat tertinggi dalam kultivasi agar tidak mengecewakan anda nantinya.


“Ya itu bagus, karena kalian bawahanku yang terlemah dari semua bawahanku.” Ucap Qia Qia.


“Dewi maaf, apakah anda tidak membawa pedang anda.”  Ucap Raja Raja Jia Yun Ma sambil melihat keluar jendela dan melihat Pedang Lava Neraka masih melayang lima puluh meter dari atas tanah kota.


“Dewi apakah itu Pedang Lava Neraka yang asli, yang sudah hilang ratusan juta tahun yang lalu.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Benar, dan hanya ada satu Pedang Lava Neraka, pedang yang menggetarkan neraka itu sendiri bahkan para dewa juga tidak mau berurusan dengan Pedang ku itu.” Ucap Qia Qia.


“Dewi, apakah Pedang Lava memiliki kesadaran jiwa sendiri seperti yang diberitakan oleh semua orang?.” Tanya Raja Jia Yun Ma yang terlihat masih sangat penasaran.


“Benar dan Pedang Lava Neraka juga memilih mana yang akan dihabisi, jadi aku memintanya untuk menjaga kota ini, lagi pula kapan pun aku membutuhkannya dia akan datang dengan cepat meskipun aku terpisah galaksi.” Ucap Qia Qia.

__ADS_1


“Pedang Lava Neraka, sungguh pedang yang mengerikan dan setahu saya jika Pedang Lava Neraka memilih sendiri tuannya, Dewi sungguh beruntung dengan hal ini.” Ucap Raja Jia Yun Ma bersamaan dengan kereta kuda itu melintasi pintu gerbang kota.


“Jia Yun Ma, apakah mereka prajurit kerajaan yang berjaga di pintu gerbang kota.” Ucap QIa Qia.


“Benar Dewi, namun mereka juga melakukan kontrak Jiwa dengan Dewi.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Jika itu aku sudah tahu, namun kenapa sebanyak itu kau simpan di gerbang kota.” Ucap Qia QIa.


“Dewi, kebetulan mereka juga penduduk kota, jadi saya sengaja memerintahkan mereka yang berjaga agar kota menjadi semakin aman nantinya.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Berapa lama kita akan sampai istanamu, kenapa kuda ini jalannya sangat lambat begini.” Ucap Qia Qia karena memang kereta kuda itu berjalan sangat lambat.


“Dewi di sebentar saya akan keluar melihatnya.” Ucap Raja Jia Yun Ma sambil membuka pintu kereta kuda dan langsung terbang di samping kusir.


“Ada apa kenapa jalannya sangat pelan.” Ucap Raja JIa Yun Ma.


“Baginda Raja lihatlah di depan kita itu banyak sekali harimau bersembunyi di kiri dan kanan jalan ini dan inilah yang membuat kuda kuda kita menjadi takut.” ucap sang kusir.


“Berhenti saja dulu, ini tidak beres, dan kalian selidiki ada apa ini sebenarnya.” Ucap Raja Jia Yun Ma ke Kusir dan juga para pengawalnya yang menunggangi kuda.


“Baik Baginda Raja.” ucap mereka semua kompak dan langsung menghentikan kuda dan kereta kuda itu perlahan.


empat orang prajurit langsung turun dari atas kudanya dan mereka memberikan kudanya ke prajurit lainnya yang masih di atas kuda, keempat orang itu kemudian masuk ke dalam hutan untuk melihat apa yang menyebabkan banyak harimau yang bersembunyi di belakang pohon pohon sepanjang jalan di depan mereka.

__ADS_1


Raja Jia Yun Ma kemudian turun ke tanah dan langsung membuka pintu kereta kuda itu dan memasukinya lalu duduk kembali di samping Yun Ji di depan QIa Qia.


“Dewi Maaf ada sedikit masalah ternyata, banyak sekali harimau yang bersembunyi di belakang pohon di jalan yang ada di depan kita dan empat orang sedang menyelidiki penyebabnya karena kuda kuda kita ketakutan sehingga dari tadi kuda kuda kita hanya mau berjalan pelan.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


__ADS_2