
"Dewi, jika saya dapat maka saya akan setuju dengan persyaratan yang anda sampaikan, namun bolehkan saya mengetahui apa syarat yang anda ajukan" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan berdiri satu meter di belakang Hao Fi.
"Qia syarat yang aku ajukan adalah kau harus membersihkan dunia bulan ini dan juga menghabisi semua ras iblis darah yang berhati jahat ingatlah hanya yang berhati jahat saja, apakah kau setuju dengan syarat yang aku ajukan kepadamu" ucap Hao Fi sambil membalikkan badannya dan mengeluarkan sebuah gelang Giok berwarna hijau transparan dan memiliki ukiran ukiran bunga mawar di dalamnya sehingga gelang Giok itu terlihat sangat indah dan berharga.
"Dewi, saya bersedia dan saya juga akan selalu berusaha untuk menjaga perdamaian di seluruh dunia yang saya datangi, mohon latih saya" ucap Qia Qia dengan sangat sopan sambil kemudian berlutut di depan Hao Fi.
"Qia gelang ilusi mu itu sudah tidak pas untuk kau gunakan karena semua yang berada di tingkat ilahi masih bisa melihat jika kau bukan manusia tapi tidak dengan gelang Giok ini yang akan menutup jati diri mu sepenuhnya bahkan tingkat Ilahi surgawi tahap akhir pun tidak akan tahu jika kau adalah dari ras iblis darah" ucap Hao Fi sambil menyerahkan gelang Giok itu ke Qia Qia.
Qia Qia menerima gelang Giok itu dan langsung memakainya dan dia kemudian melepas gelang Giok pemberian Long Tian lalu menyimpannya di dalam cincin dimensinya.
"Berdirilah dan ikutlah dengan ku" ucap Hao Fi sambil melayang dan melesat ke arah barat.
Qia Qia yang melihat Hao Fi terbang kemudian langsung berdiri dan terbang melesat mengikuti Hao Fi.
Mereka berdua terus terbang dengan kecepatan tinggi dan mendarat di sebuah puncak gunung yang sangat luas dan datar seolah olah memang puncak gunung itu merupakan tempat berlatih, ada sebuah rumah panggung di sana namun ukurannya tidak terlalu besar.
"Di gunung ini ada perubahan waktu selama sepuluh ribu tahun, aku tahu kau juga bisa melakukan perubahan waktu dan berteleportasi namun sampai kau mencapai tingkat ilahi bumi kau tidak akan bisa berteleportasi, jadi kita akan berlatih disini" ucap Hao Fi dengan ramah sambil berjalan menaiki anak tangga rumah panggung itu.
__ADS_1
"Baik Dewi" ucap Qia Qia dengan sangat hormat sambil mengikuti Hao Fi.
Sementara itu di kota mawar.
Wi Ni sudah selesai mendata penduduk kota mawar yang mendaftar dan dia juga sudah memberikan kontrak jiwa kepada para pemuda dan pemudi ketiga desa yang ikut mendaftar menjadi anggota sekte mawar.
"Wi Ni, suruh mereka untuk mengalirkan Qi mereka ke artefak Tugu ini jadi kita tahu apa keahlian dan elemen apa mereka" ucap Hao Kong sambil mengeluarkan satu artefak tugu yang menyerupai sebuah piramid dan artefak itu langsung membesar dengan lebar satu meter dan tinggi mencapai tiga meter.
"Baik, kalian semua dengarkan baik baik, kalian semua silahkan berbaris dan satu persatu agar mengalirkan Qi kalian ke tugu ini kami akan melihat apa keahlian khusus kalian dan apa elemen yang kalian miliki" ucap Wi Ni dengan menggunakan kekuatan qi mendalamnya sehingga terdengar sangat mendominasi oleh semua anggota sekte mawar yang sesuai pendataannya ada dua juta orang.
"Keahlian mu adalah pedang dan elemenmu adalah api, selanjutnya" ucap Hao Kong sambil menulis data pemuda itu.
Satu persatu mulai maju dan mengalirkan Qi mereka ke artefak tugu buatan Hao Kong itu dan melihat apa keahlian khusus mereka juga apa Elemen bawaan mereka.
"Wi Ni, dengan data ini maka akan mudah untuk melatih mereka dan mereka juga akan berkembang menjadi seorang ahli beladiri yang tak terkalahkan jika mereka berlatih keras" ucap Hao Kong sambil terus menulis hasil dari artefak tugu buatannya.
"Hao Kong ini sungguh ciptaanmu yang sangat berharga dan aku sangat berterima kasih kepada mu semoga saja sekte mawar ini bisa membantu Dewi Qia kedepannya" ucap Wi Ni dengan hormat sambil memandangi mereka yang sedang mengantri untuk mengalirkan Qi mereka.
__ADS_1
Tiga bulan sudah berlalu dan kini sekte mawar sudah memulai pelatihan untuk semua anggota sekte itu.
Tampak jika saat ini Hao Kong dan Wi Ni sedang duduk di sebuah Gazebo yang ada di pinggir lapangan utama sekte mawar sambil mengawasi anggota sekte mawar yang sedang berlatih pedang.
"Master sekte Wi Ni kira kira kemana Dewi mawar sudah tiga hari dia pergi dan kita belum mendapatkan kabarnya" ucap Hao Kong sambil kemudian meminum teh di gelasnya.
"Saya juga tidak tahu dimana dewi mawar berada, namun kita hanya bisa berdoa saja agar Dewi mawar baik baik saja, sebentar lagi kakakku akan sampai semoga saja kita mendapatkan kabarnya" ucap Wi Ni dengan ramah.
"Lalu bagaimana dengan pembangunan tembok kota apakah semuanya sudah selesai aku terlalu fokus di ruang alkemis sekte sampai sampai beberapa bulan ini tidak tahu apa yang terjadi" ucap Hao Kong kemudian.
"Leluhur Hao Kong semua pembangunan sudah selesai baik pembangunan tembok maupun pembangunan kediaman dan tempat tempat usaha yang baru, kini semuanya sudah merata dan di sudut manapun mereka semua akan mendapatkan keuntungan tinggal di kota mawar kita ini.
"Master sekte Wi Ni, dewi mawar pernah menyampaikan kepadaku jika tujuannya datang ke sini adalah untuk memudahkan perjalanan Dewi Hao Ling dan sudah sejauh mana kekuatan prajurit mu" ucap Hao Kong dengan ramah.
"Leluhur Hao Kong, tiga bulan lalu anggota sekte mawar kita ini hanya satu juta orang namun kini sudah mencapai lima juta orang dan prajurit prajurit ku juga sudah ada lima juta orang yang sudah aku sebar di desa desa sekitar juga kota kota sekitar untuk sementara waktu tinggal di sana agar mereka bisa menjadi mata dan telinga ku, sejak sekte mawar berdiri pihak kerajaan dan kekaisaran semakin gencar menyelidiki sekte mawar maupun kota mawar kita ini bahkan beberapa dari mereka mencoba untuk bertemu dengan Dewi Qia namun sudah kami sampaikan jika dewi Qia sedang berkultivasi dan tidak dapat di ganggu oleh siapapun juga, namun sepertinya mereka tidak puas oleh karena itu sudah aku perintahkan agar mereka di hapus saja dari dunia bulan ini" ucap Wi Ni dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Hao Kong.
"Master sekte Wi Ni, tetap berhati hati jangan sampai ada yang curiga jika pasukan anda yang menghabisi mereka" ucap Hao Kong dengan ramah.
__ADS_1