
"Dewi banyak sekali array bendera di sana" ucap Kun Yi sambil melihat dengan terkejut karena tiba tiba ada banyak array bendera namun dia tidak merasakan lagi adanya aura kematian yang menekannya.
"Kun Yi mereka itu orang orang jahat jadi biarkan saja mereka menikmati balasan yang setimpal ayo kita lihat kediaman baruku" ucap Qia Qia sambil melayang turun ke depan pintu gerbang masuk bukit miliknya dan Kun Yi baru menyadari jika bukit besar itu kini tertutup sepenuhnya oleh kubah bercahaya putih pekat sehingga tidak tembus dari luar, bahkan dia sendiri tidak bisa melihat apa yang ada di dalam kubah cahaya putih itu.
"Dewi kubah cahaya ini kapan anda buatnya" ucap Kun Yi sambil melihat sekelilingnya dan meskipun gerbang masuk bukit itu terbuka dia tidak bisa melihat apapun di dalamnya.
"Sudah jangan kau pikirkan, ayo kita masuk" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki gerbang tersebut dan Kun Yi pun langsung mengikutinya menembus cahaya putih yang sangat pekat itu.
"Baguslah kau bisa menembusnya aku kira kau akan menjadi abu" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah Kun Yi di belakangnya dan tertawa ringan namun terlihat wajah bingung dari Kun Yi yang tidak mengerti maksud ucapan Qia Qia.
"Kubah perlindungan ini hanya bisa di tembus oleh mereka yang berjiwa baik saja, dan kau berjiwa baik makanya kau bisa menembus kubah ini, ayo kita ke atas" ucap Qia Qia sambil berjalan santai dan dia memang ingin mengetahui secara detail calon kediamannya itu.
Kun Yi pun mengikuti Qia Qia dengan berjalan di samping kiri Qia Qia.
"Kun Yi apakah kau masih merasa ada yang menekan mu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terus berjalan menaiki bukit itu yang memiliki tinggi lebih dari lima ratus meter.
"Tidak Dewi, malah saya merasa sangat nyaman di bukit ini, selain udaranya yang sejuk disini juga kandungan Qi nya sangat tinggi sehingga tidak membuat ku lelah" ucap Kun Yi dengan sangat hormat dan Kun Yi semakin mengagumi sosok Qia Qia yang menurutnya sangat baik dan juga sangat kuat itu.
__ADS_1
Tangan Qia Qia kemudian menunjuk ke atas dan cahaya emas transparan melesat keluar dari jari telunjuknya hingga mengenai pusat kubah perlindungan.
Kubah perlindungan yang sebelumnya berwarna putih pekat itu kini perlahan berubah menjadi transparan sehingga suasana di bukit itu kembali normal namun kubah perlindungan masih terpasang dan kini semakin kuat tidak akan bisa lagi di serang oleh siapapun juga.
Mereka berdua sampai di puncak bukit itu dan langsung memeriksa semua bangunan yang ada di sana lalu duduk di kursi taman yang mengitari sebuah meja di pinggir sebuah kolam ikan yang ikannya sangat banyak sekali.
"Dewi, apakah anda tetap akan merubah bangunan bangunan ini" ucap Kun Yi dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Kun Yi tentu saja tidak, semua bangunan ini masih sangat bagus dan aku suka sekali dengan arsitekturnya terlebih lagi taman ini yang memiliki ribuan bunga mawar" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan memang di seluruh bukit itu banyak sekali bunga mawar merah yang besar besar dan memiliki tinggi sampai satu meter bahkan ada yang lebih.
"Dewi benar disini sungguh nyaman, tapi sepertinya Dewi memerlukan banyak orang untuk merawat semua bunga mawar ini" ucap Kun Yi sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.
Kun Yi tidak langsung menjawabnya melainkan langsung menuangkan Poci Teh itu ke kedua cangkir giok itu.
"Dewi adik ayahku pemimpin kota ini dan namanya Kun Ma, dia adik ayah satu satunya yang sama seperti ku tidak mau menjadi saudagar, dia cukup baik dan tegas juga, jika dia tahu jika yang membantai pemilik kediaman ini adalah keluarga Woong maka aku yakin dia akan menghukum mati mereka semua di pusat kota, karena ada aturan di kota kayu ini yaitu dilarang membunuh dan merampok, siapapun yang melakukannya akan di hukum pancung di pusat kota disaksikan oleh semua penduduk kota kayu" ucap Kun Yi dengan ramah menjawab pertanyaan Qia Qia.
"Ayo kau cobalah teh herbal ini, ini teh herbal terbaik loh, aku yakin kau akan ketagihan dengan teh herbal ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian meminum teh herbal di cangkir giok yang ada di depannya itu sedikit.
__ADS_1
"Baik Dewi" ucap Kun Yi sambil tersenyum hangat dan langsung mengambil cangkir giok itu lalu meminum sedikit demi sedikit teh herbal itu.
Khasiat yang sangat mujarab langsung di rasakan oleh Kun Yi, jika sebelumnya wajah nya memiliki sedikit bekas luka kini wajah nya semakin mulus dan bersinar, kulitnya juga semakin kencang dan membuatnya semakin cantik jelita namun masih kalah dengan kecantikan abadi milik Qia Qia.
Qia Qia kemudian menuangkan kembali poci teh itu karena cangkir giok nya dan Kun Yi sudah kosong.
"Dewi terima kasih, teh herbal ini sangat bagus sekali dan sangat berkhasiat saya yakin sebentar lagi saya bisa mencapai tingkat semi abadi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Kun Yi simpan saja poci teh ini dan konsumsi setiap hari sampai habis jangan terburu buru untuk naik tingkat karena pondasi mu masih sangat lemah jika kau paksakan sekarang maka akan susah untuk mu mencapai tingkat pencipta ilahi nantinya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menggeser poci teh herbal itu ke depan Kun Yi.
"Dewi Terima kasih, saya akan mengingatnya dan menahan kenaikan tingkat kultivasi saya" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil menyimpan poci teh besar itu kedalam cincin dimensinya dan dia terlihat sangat bahagia mendapatkan poci teh besar itu.
"Apakah ada informasi jam berapa portal dunia kecil akan terbuka" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke angkasa dan dia melihat ada sebuah kapal perang angkasa yang melintas di luar dunia peri itu namun bergerak menjauh dari dunia peri.
"Dewi sepertinya masih empat atau lima jam lagi jika anda ingin beristirahat silahkan nanti saya akan membangunkan anda jika portal sudah terlihat" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Tidak aku hanya ingin meminta bantuanmu sedikit jika kau tidak keberatan" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Dewi jangan sungkan, saya siap melakukan apapun selama saya mampu" ucap Kun Yi dengan sangat bersemangat namun tetap penuh hormat kepada Qia Qia.