
"Qia, terima kasih, aku tidak tahu harus bagaimana caraku mengucapkan terima kasih kepadamu, kau sungguh baik sampai repot repot menyiapkan dunia peri untukku" ucap Li Mei melalui cincin komunikasi yang terdengar sangat sopan.
"Dewi Li Mei ini tidak masalah, apakah anda memang mempunyai istana di puncak gunung" ucap Qia Qia berbasa basi untuk mengisi waktu.
"Qia, itu benar dulu istana ku berada di puncak gunung dan Qia di istana itu tepatnya dia bawah menara yang memiliki perubahan waktu ada ruangan rahasia dan didalamnya terdapat banyak hartaku di masa lalu mungkin masih ada dan dapat kau gunakan untuk keperluan mu selama di dunia peri, ambillah karena aku sudah tidak memerlukannya lagi, karena pemberian suami ku sudah cukup untuk ku" ucap Li Mei melalui cincin komunikasi yang terdengar sangat sopan.
"Jika demikian aku tidak akan sungkan, jika saya boleh tahu dimana anda saat ini" ucap Qia Qia kembali melalui cincin komunikasi.
"Qia saya ada di dunia bulan menemani Hao Ling sedangkan Li Lian bersama suami kami dan Long Chen di galaksi ke seratus" ucap Li Mei melalui cincin komunikasi itu.
"Baiklah, aku masih ada yang harus dikerjakan, tolong sampaikan salamku ke Dewi Hao Ling dan juga yang lainnya" ucap Qia Qia dengan ramah melalui cincin komunikasi itu.
"Qia mereka semua ada disini dan mendengarkan pembicaraan kita, jaga dirimu baik baik Qia" ucap Li Mei melalui cincin komunikasi itu kembali.
Qia Qia kemudian mengeluarkan sebuah apel emasnya lagi dan langsung memakannya perlahan dan saat apel emas itu habis pintu ruangannya ada yang mengetuk.
Qia Qia kemudian berdiri lalu membuka pintu kamarnya dan melihat jika wanita muda itu sudah datang bersama seorang temannya membawakan makan malam untuk Qia Qia.
"Nona kami datang membawa makan malam anda" ucap wanita muda pekerja penginapan mewah itu dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Tolong disimpan di atas meja saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil membuka pintu agar terbuka sempurna.
Dua wanita muda itu langsung masuk ke dalam kamar Qia Qia dan meletakan satu piring besar dan juga satu poci besar teh hijau hangat dan dua gelas gioknya lalu berjalan keluar kembali.
"Nona kami pamit jika sudah selesai anda bisa meletakkannya di lorong ini saja nanti kami akan mengambilnya dan untuk sarapan apakah anda ingin di antarkan juga" ucap wanita muda itu dengan sangat hormat sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.
"Besok pagi saya akan ke rumah makan saja, terima kasih" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik Nona jika demikian kami permisi" ucap wanita muda itu dengan hormat sambil kemudian berjalan di ikuti oleh temannya menuruni anak tangga.
Qia Qia langsung menutup pintu kamarnya itu dan menguncinya lalu berjalan menuju ke kursi yang sebelumnya dia duduki.
Qia Qia pun menikmati makan malamnya itu dengan lahap dan dia merasakan jika hidangan rusa bakar itu sama lezatnya dengan yang rumah makan dunia kecil milik Kun Ma.
Malam semakin larut dan terlihat jika bulan dan bintang juga sudah menyinari dunia bulan, namun Qia Qia belum beranjak dari tempat duduknya sama sekali, dia masih duduk disana sambil mengawasi istana kerajaan menanti Istana kerajaan itu sedikit sepi.
Waktu terus berlalu dan kini tepat tengah malam, Qia Qia sudah berdiri dan menggunakan bola cahaya transparan ilusi yang melindungi dirinya dan membuatnya tidak bisa terlihat oleh siapapun.
Qia Qia kemudian berteleportasi ke atas istana kerajaan itu dan melayang sepuluh meter di atas genteng istana dengan pedang Lava neraka yang sudah di tangannya.
__ADS_1
Qia Qia kemudian melesat ke bawah dan melakukan pembunuhan secara sembunyi sembunyi agar tidak diketahui oleh siapapun dan dengan kemampuannya mengendalikan lava di pedang lava neraka dia tidak berhasil mengumpulkan banyak cincin dimensi.
Dua jam berlalu dengan cepat dan yang menjadi target Qia Qia hanyalah ras iblis darah bertanduk empat yang berwujud manusia sepertinya.
Tiga jam berlalu dan semuanya sudah menjadi abu termasuk dengan sang raja yang merupakan jelmaan dari Jenderal iblis darah bertanduk empat itu.
Qia Qia kini berada di ruang bawah tanah yang merupakan ruang penyimpanan harta dan dia langsung mengosongkan ruangan harta tersebut, sebelumnya dia juga sudah mengosongkan ruang kerja raja dan perpustakaan istana kerajaan.
"Istana ini sudah bersih dari ras iblis darah bertanduk empat dan sebaiknya aku kembali ke penginapan ku untuk beristirahat dan besok pagi waktunya aku melihat kegemparan di istana ini dan juga ibukota kerajaan" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berteleportasi kembali ke ruangan kamarnya di penginapan mewah yang dia sewa itu.
Qia Qia yang muncul di ruang tamu kamarnya itu langsung menghilangkan bola cahaya transparan buatannya lalu melihat ke arah jendela dan melihat jika pihak prajurit istana belum mengetahui pembunuhan berantai yang dilakukan olehnya.
"baiklah sekarang waktunya untuk ku membersihkan diri dan beristirahat" ucap Qia Qia sambil langsung melangkah masuk ke kamar mandinya dan membersihkan dirinya lalu melangkah menuju tempat tidurnya dan pulas tertidur di atas kasur yang sangat empuk tanpa menyadari jika di istana kerajaan sudah mulai heboh karena ada prajurit istana yang melihat jika ruang perpustakaan kini kosong.
Matahari pagi sudah bersinar terang menyinari dunia peri dan Qia Qia sudah terbangun dari tidurnya dan sudah membersihkan badannya, dia juga sekarang menggunakan pakaian serba putih dengan ukiran bunga mawar.
Qia Qia saat ini sedang berdiri di depan jendela dan melihat kegemparan akibat perbuatannya semalam membantai seluruh ras iblis darah bertanduk empat yang ada di kawasan istana itu.
"Untungnya semua ras iblis darah bertanduk empat itu tinggal berkumpul di kawasan istana jadi bisa ku habisi semuanya dan tidak merepotkan ku untuk mencarinya, sebaiknya aku ke benua kedua saja untuk menghapus yang di sana" ucap Qia Qia sambil berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu kamarnya itu agar pihak penginapan mengetahui jika kamarnya sudah kosong.
__ADS_1
Qia Qia kemudian berteleportasi ke angkasa karena dengan begini dia bisa mengetahui letak benua kedua.
"Jadi itu Benua kedua, baiklah waktunya aku menjelajahi benua kedua" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berteleportasi ke jalanan yang menuju ke ibukota kerajaan benua kedua tempat ras iblis darah tinggal selama ini.