
"Dewi kapanpun anda membutuhkan kami selalu siap untuk anda jadi anda jangan sungkan, saya akan selalu menyiapkan lima juta prajurit kita untuk bersiaga setiap hari nya untuk anda" ucap Jia Yu dengan sangat hormat.
"Baiklah aku akan melanjutkan perjalanan ku dan terima ini untuk menambah keuangan dunia lotus agar kau bisa membangun dunia ini lebih maksimal lagi aku lihat masih banyak yang belum memiliki rumah di bawah sana" ucap Qia Qia sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ratus miliar keping koin emas dan seratus miliar tael emas ke Jia Yu.
"Dewi terima kasih, anda tahu saja jika keuangan kami sudah menipis dan memang benar belum semuanya saya berikan rumah karena semua dana sudah terpakai namun dengan ini saya yakin dunia lotus akan bisa semegah dunia naga" ucap Jia Yu yang terlihat sedang sangat berbahagia atas pemberian Qia Qia itu.
"Jika memang yang aku berikan ini kurang maka kabari aku karena aku akan memberikannya lagi nanti, lalu dimana sebaiknya aku menyimpan istana mawarku ini dan karena aku simpan di sini maka aku berikan istana ini nama baru saja jadi istana lotus" ucap Qia Qia sambil tertawa ringan.
"Dewi, bagaimana jika di atas bukit itu saja karena saya membangun kediaman saya di bukit sebelahnya, saya juga sudah membersihkan puncak bukit itu" ucap Jia Yu sambil menunjuk sebuah bukit yang berjarak sepuluh kilometer dari lokasi mereka saat ini.
Qia Qia hanya tersenyum dan mengarahkan istana lotus untuk terbang melayang ke puncak bukit yang dimaksud oleh Jia Yu.
Istana lotus melesat dengan cepat dan langsung mendarat di puncak bukit itu dan bukit itu sudah seperti gunung kecil karena selain tinggi, bukit itu juga sangat besar.
"Baiklah aku titipkan istana ku ini kepadamu tolong siapkan orang untuk mengurusnya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, anda jangan khawatir dengan istana lotus dan juga dunia lotus, saya akan memastikan semuanya berjalan dan akan memastikan juga istana ini tetap sama selama anda pergi" ucap Jia Yu dengan sangat hormat sambil melihat jika Qia Qia tersenyum kepadanya.
"Jia Yu tunggu disini sebentar aku akan pergi dulu, karena gelang ilusi yang di berikan oleh dewa naga emas long Tian kepada kita ternyata memiliki kelemahan dan aku akan membuat gelang ilusi yang lebih baik untuk kalian" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berteleportasi ke kediamannya di dunia mawar.
__ADS_1
Qia Qia muncul di teras kediamannya dan melihat jika halaman kediamannya penuh dengan gunungan harta yang belum dia bereskan.
"Nanti saja untuk ini, aku sebaiknya fokus membuat gelang ilusi saja agar para bawahan ku bisa lebih aman" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki kediamannya dan dia langsung menuju sebuah ruangan yang memang sudah dia jadikan sebagai ruang penempaan artefak dan disana juga semua bahannya sudah dia siapkan sebelumnya.
Sudah beberapa tahun Qia Qia berada di ruangan penempaan artefak miliknya dan dia sudah berhasil membuat seratus juta gelang ilusi yang sama seperti yang di berikan oleh Hao Fi kepadanya.
Berkat perbedaan waktu antara dunia mawar dan dunia lotus sehingga dia baru pergi beberapa menit saya dari dunia lotus.
Qia Qia langsung berteleportasi kembali ke taman depan istananya dan muncul di depan Jia Yu yang masih duduk di kursi yang sama.
"Jia Yu terima ini dan berikan kepada semuanya, di dalam cincin dimensi ini ada seratus juta gelang ilusi tingkat ilahi yang akan membantu kalian semua menyamarkan siapa kalian sebenarnya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi kepada Jia Yu.
Qia Qia sengaja meninggalkan Istana lotusnya di dunia lotus karena dia memang belum memiliki kediaman di dunia lotus dan dia kini muncul di sebuah jalan besar di tengah tengah hutan dan dia melihat tidak ada satu orang pun yang berjalan di jalan itu saat kemunculannya.
"Apakah ini dunia para peri?" Ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya namun sejauh matanya melihat hanya ada pepohonan saja.
Qia Qia kemudian melesat ke atas dan melayang tiga ratus meter di atas tanah untuk bisa melihat lebih jauh lagi, dan sejak dia dilatih oleh Hao Fi penglihatannya sudah bisa melihat sampai jarak ratusan kilometer dengan sangat jelas.
"Jadi ke arah sana terdapat desa dan arah sana ada sebuah kota Sepuluh kilometer dari lokasi kemunculan ku" ucap Qia Qia sambil berteleportasi ke atas sebuah pohon dekat dengan kota yang dia temukan.
__ADS_1
Qia Qia yang muncul enam ratus meter dari pintu gerbang masuk kota langsung melompat turun dari atas pohon dan mulai berjalan santai untuk memasuki kota itu.
"Nona selamat datang di kota kayu bisakah anda memperlihatkan medali anda, karena jika tidak anda harus membayar lima keping koin emas" ucap seorang prajurit yang berjaga di pintu gerbang masuk kota itu dengan ramah sambil memperhatikan Qia Qia dengan teliti.
"Maaf medali saya jatuh entah kemana, ini saya bayar saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan lima keping koin emas ke prajurit penjaga pintu gerbang masuk kota tersebut.
"Nona silahkan masuk" ucap prajurit itu dengan ramah sambil membuka sedikit pintu gerbang itu.
"Kota kayu, kota apa ini apakah kota pengrajin kayu" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melangkah memasuki kota tersebut.
"Kota ini cukup besar dan cukup ramai, aku sebaiknya mencari rumah makan saja untuk mencari informasi tentang dunia ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil terus melangkah mengikuti jalan dan tetap waspada karena dia belum mengetahui situasi disana.
Setengah jam berlalu dan Qia Qia kini sudah memasuki sebuah rumah makan yang cukup ramai karena memang sudah siang dan memang waktunya untuk mengisi perut.
"Nona, mohon maaf lantai satu sudah penuh anda bisa ke lantai dua saja atau mungkin anda ingin ruangan khusus di lantai tiga" ucap seorang wanita muda yang berjaga di pintu masuk dan Qia Qia memang melihat jika rumah makan itu memang cukup ramai.
"Saya di lantai dua saja jika masih kosong" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melangkah menuju ke arah tangga yang ada di dalam rumah makan itu.
Qia Qia menaiki anak tangga dan tiba di lantai dua rumah makan itu namun hanya satu meja saja yang masih kosong dan langsung di isi olehnya.
__ADS_1
"Ini benar benar dunia peri" ucap Qia Qia sambil melihat beberapa orang laki laki yang telinganya meruncing ke atas.