Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Dunia Pedang Kuno


__ADS_3

"Baik Dewi" ucap Jia Ni dengan hormat lalu meninggalkan mereka berdua karena semua saudarinya langsung mengikutinya masuk ke dalam rumah.


Qia Qia kemudian mengeluarkan tokennya dan memegangnya dengan tangan kanannya demikian juga dengan Kun Yi dan keduanya langsung berdiri bersiap untuk memasuki dunia kecil.


"Kun Yi aku akan mengikat mu dengan auraku agar kita tidak terpisah karena biasanya akan dikirim secara acak oleh pintu dimensi yang akan menarik kita" ucap Qia Qia sambil mengikat Kun Yi dengan auranya dan belum sempat Kun Yi menjawabnya tiba tiba mereka berdua tertarik oleh cahaya emas dan langsung melesat masuk ke dunia kecil itu.


Mereka berdua muncul di pinggir sebuah pantai dan mereka kemudian menyelipkan token itu di sabuk pinggang mereka karena dunia kecil itu harus selalu terhubung dengan token itu jika tidak maka mereka akan langsung di keluarkan kembali oleh sistem dunia kecil.


"Dewi kemana kita akan pergi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.


"Tentu saja mengikuti jalanan setapak itu, dan kemana pun jalanan setapak itu membawa kita maka itulah yang harus kita hadapi, eh aku salah yang kau hadapi tentunya kan ini pembelajaran yang kau inginkan" ucap Qia Qia sambil melepas ikatan aura dan langsung melangkah menuju jalan setapak yang dilihatnya sejak dia datang ke situ.


Kun Yi tidak bersuara dan hanya melangkah mengikuti Qia Qia sambil melihat sekelilingnya dan dia merasakan ada aura kematian yang sangat pekat disana.


"Raja iblis itu tadi kenapa masih bisa mengetahui aku ini seorang iblis darah, bukankah seharusnya dia tidak mengetahuinya, apakah ada kelemahan dari artefak ilusi ku" ucap Qia Qia dalam hatinya karena teringat dengan roh raja iblis darah.


"Aku tahu karena dia sudah menjadi roh dan bisa melihat roh ku, sebaiknya setelah dari sini aku ke dunia mawar lagi dan memperbaiki artefak ilusi ku, aku tidak mau jika sampai anak buah ku mendapatkan masalah nantinya, setidaknya sampai aku membereskan galaksi terkutuk itu" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil terus mengawasi sekitarnya dan dia belum merasakan adanya manusia lain selain mereka berdua.

__ADS_1


"Kun Yi aku akan pergi dulu sebentar, kau ikuti saja jalan ini dan aku akan menemui mu nanti" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berbalik badan dan menghadap ke Kun Yi.


"Baik Dewi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat namun terlihat sedikit rasa khawatir di matanya.


Qia Qia tahu jika Kun Yi tidak nyaman dengan aura kematian itu namun dia tetap berteleportasi dan tujuan teleportasinya adalah atas awan persis di atas Kun Yi untuk melihat dunia kecil itu lebih jelas dan mencari peradaban atau manusia lainnya yang ada di sana.


"Perkampungan penduduk ternyata salah arah, jalan itu ternyata malah menuju hutan" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berteleportasi kembali ke belakang Kun Yi.


Kun Yi yang merasa ada seseorang di belakangnya langsung membalikkan badannya dengan sikap siaga.


"Kun apa kau ingin menyerangku?" Ucap Qia Qia mencandai Kun Yi.


"Kita salah arah seharusnya ke arah sana, satu kilometer di sana ada sebuah perkampungan penduduk sedangkan jika kita lurus kesana akan masuk hutan yang sangat lebat" ucap Qia Qia dengan sangat ramah dan tersenyum hangat ke Kun Yi.


"Baik Dewi" ucap Kun Yi dengan hormat.


Mereka berdua kemudian berjalan berdampingan menuju ke perkampungan penduduk yang sebelumnya di lihat oleh Qia Qia saat di atas awan.

__ADS_1


"Kun Yi aku akan melapisi tubuhmu dengan bola cahaya transparan yang akan melindungi mu dari serangan sekuat apapun " ucap Qia Qia sambil menggerakkan tangannya dengan sangat cepat lalu menyentuh pundak Kun Yi dengan tangan kirinya karena Kun Yi saat ini ada di sebelah kirinya.


Cahaya putih sedikit transparan keluar dari telapak tangannya Qia Qia dan langsung menyebar membentuk sebuah bola cahaya yang langsung berubah sepenuhnya transparan.


Kun Yi menghentikan langkahnya karena dia merasa dia berjalan tidak menyentuh tanah melainkan melayang beberapa milimeter dari atas tanah dan seakan akan ada yang menghalangi kakinya namun tidak di lihatnya.


"Sekarang kau sudah aman tidak akan ada lagi siapapun yang bisa melukai mu seandainya kita terpisah" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melangkahkan kakinya kembali.


"Dewi terima kasih atas kebaikan anda membuatkan saya pelindung kasat mata seperti ini" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil berjalan di samping kiri Qia Qia kembali.


"Kun Yi aku sudah berjanji kepada ayahmu untuk menjaga mu jadi jangan di ambil hati, kita harus terus bergerak dan mencari kota atau reruntuhan kuno yang ada di dunia kecil ini agar kedatangan kita tidak sia sia" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terus berjalan menuju pemukiman penduduk itu.


"Baik Dewi kemana pun saya siap jika bersama anda" ucap Kun Yi sambil menyamakan langkahnya dengan Qia Qia karena dia masih menyesuaikan diri dengan bola cahaya transparan yang menjadi pelindung untuknya itu.


"Oh iya Dewi, apakah saya boleh suatu hari nanti mengunjungi dunia lotus dan dunia bulan, saya selalu bercita cita bisa berkunjung ke dunia lain selain dunia kecil ini tentunya" ucap Kun Yi kembali dan terdengar sangat menginginkan perjalanan itu.


"Kun Yi tentu saja boleh akan tetapi itu kembali kepada mu apakah kau bisa meyakinkan ayah mu atau tidak, ingatlah aku saja sangat merindukan ayah dan ibuku, di saat kita jauh dari mereka kita baru menyadari betapa pentingnya kedua orang tua kita, kau tahu saat orang tua kita melarang kita melakukan sesuatu itu pertanda jika mereka sangat khawatir dengan kita dan kita hanya bisa menyadari hal hal seperti itu jika kita jauh dari mereka" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan memastikan tidak ada bahaya untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Dewi terima kasih sudah membuka pandangan saya dan saya benar benar tidak salah mengikuti anda, saya akan berusaha meyakinkan ayah saya jika saya berkultivasi untuk menjaga mereka dan keinginan saya berpetualang karena rasa ingin tahu saya bukan karena melarikan diri dari rumah seperti yang selama ini mereka kira" ucap Kun Yi sambil menundukan kepalanya karena merasa ada yang salah selama ini antara dia dan ayahnya itu.


"Baguslah jika kau sudah sadar, kultivasi tidak akan ada habisnya dan kau tahu semakin tinggi tingkat kultivasi mu akan akan semakin besar beban yang dapatkan, disaat kau masih di tingkat Pencipta seperti ini mungkin hanya keluarga dan kota mu saja yang kau jaga namum semakin tinggi tingkat kultivasi mu maka tugasmua juga semakin tinggi seperti Jia Ni dan saudari saudarinya yang pernah aku perintahkan menjaga satu dunia" ucap Qia Qia dengan sangat santai.


__ADS_2