
Satu persatu bawahan dari Ding Zi terlihat berdatangan dengan menunggangi burung elang surga dan nampak jika burung elang neraka tunggangan Qia Qia terbang melayang di atas mereka semua.
Satu persatu bawahan Ding Zi terlihat terbang lalu melesat turun dan berdiri di halaman paviliun tamu itu.
Burung burung elang itu tetap terbang melayang di atas kawasan istana dan kini terlihat mereka semua mengitari burung elang neraka.
Semuanya melihat jika Raja Jia Yun Ma dan rombongannya juga mendatangi paviliun tamu.
"Maaf menunggu lama." Ucap Raja Jia Yun Ma yang sudah datang kembali bersama dengan Yun Ji dan ratusan orang yang juga datang bersamanya.
"Tidak masalah, ayo kita pergi sekarang, Ding Zi ajak saja semua elang itu untuk ikut jadi mereka juga akan semakin kuat." Ucap Ran Mo.
"Sebentar." Ucap Ding Zi sambil berdiri dan melangkah ke dekat gerbang dimensi lintas galaksi itu.
"Kalian berubahlah menjadi manusia agar kalian ikut berlatih." Ucap Ding Zi melalui ke semua elang elang itu melalui telepati.
Kyaaaaaaaaaaak kyaaaaaaaaaaaak kyaaaaaaaaaaaak terdengar suara burung elang dan satu persatu burung elang itu terlihat melesat ke arah Ding Zi yang di awali oleh burung elang neraka.
Burung elang neraka itu pun kemudian berubah menjadi sosok seorang pemuda yang sangat tampan dan kini berdiri di samping Ding Zi.
Burung burung elang surga juga langsung berubah menjadi sosok wanita muda yang sangat cantik dan bertubuh bagus, rombongan wanita wanita muda jelmaan burung elang surga itu kini berdiri di depan Ding Zi.
"Semuanya ayo kita berangkat." Ucap Ran Mo yang tidak mau lagi membuang waktu dan langsung masuk ke dalam gerbang dimensi lintas galaksi di ikuti oleh Ding Zi serta yang lainnya.
Waktu berlalu dengan cepat meskipun mereka di dunia pedang kuno sudah selama seribu tahun namun di dunia Yun baru empat hari saja.
Penambahan waktu ini karena mereka sengaja ingin semuanya berada di tingkat yang sama yaitu tingkat Ilahi langit tahap akhir sedangkan pasukan Ding Zi nya kini sudah di tingkat ilahi galaksi tahap awal sedangkan Ding Zi sendiri sudah di tingkat ilahi galaksi tahap akhir selangkah lagi ke tingkat ilahi semesta tahap awal.
Ran Mo dan anak buahnya tidak ikut ke Dunia Yun namun mereka bertahan di dunia pedang kuno, akan tetapi Ran Mo mengirim lima juta orang untuk membantu pasukan Ding Zi.
__ADS_1
"Kalian ini lama sekali, sudah tiga hari aku menunggu kalian." Ucap Qia Qia yang melihat Ding Zi dan Raja Jia Yun Ma keluar dari dalam gerbang dimensi lintas galaksi yang di ikuti oleh semua bawahannya.
"Hormat kepada Dewi Mawar" Ucap Ding Zi dan yang lainnya dengan kompak sambil berlutut di halaman paviliun tamu itu menghadap ke arah Qia Qia yang masih duduk di kursi teras paviliun tamu.
Qia Qia tidak langsung menjawabnya namun dia berdiri dan menghadap ke arah mereka semua.
"Kalian hebat juga ya, semuanya sudah di tingkat ilahi langit dan kau sudah di tingkat ilahi galaksi tahap akhir." Ucap Qia Qia.
"Siap Dewi ini semua berkat bantuan dari Dewi." Ucap Ding Zi.
"Hong Ying kau sudah di tingkat ilahi galaksi tahap awal ternyata." Ucap Qia Qia sambil melihat ke arah Hong Ying yang berdiri di depan rombongan para wanita muda yang merupakan jelmaan dari burung elang surga.
"Siap Dewi, ini berkat kebaikan Dewi." Ucap Hong Ying yang kini sudah membuka pertahanan jiwanya demikian juga dengan ratusan wanita muda di belakangnya.
Qia Qia pun kemudian memberikan kontrak Jiwa kepada elang elang nya itu yang saat ini menjelma sebagai manusia.
"Terima kasih Dewi." Ucap Hong Ying dan pasukan wanitanya.
"Siap Dewi." Ucap mereka semua sambil berdiri dan Hong Ying bersama dengan pasukan wanitanya langsung terbang melesat lalu berubah menjadi elang kembali dan melayang di atas kawasan istana itu.
Ding Zi dan pasukannya pun langsung terbang melesat ke atas elang elang mereka demikian juga dengan Qia Qia yang kini terlihat terbang melayang ke arah Hong Ying.
Qia Qia pun kemudian menunggangi Hong Ying yang sudah kembali ke wujud aslinya yaitu burung elang berwarna merah seperti api.
"Hong Ying apakah kau tahu lokasinya." Ucap Qia Qia.
"Saya tahu Dewi." Ucap Hong Ying melalui telepati karena percuma untuk dia berbicara manusia yang keluar dari mulutnya hanya akan bunyi elangnya saja.
"Ayo kita kesana." Ucap Qia Qia.
__ADS_1
"Baik Dewi." Ucap Hong Ying melalui telepati.
Kyaaaaaaaaaaaak kyaaaaaaaaaaaak kyaaaaaaaaaaaak kyaaaaaaaaaaaak
terdengar suara dari Hong Ying yang terdengar cukup keras dan mendominasi diikuti oleh suara elang elang lainnya.
Hong Ying langsung melesat menuju ke pulau melayang namun tidak dengan kecepatan penuhnya karena jika dengan kecepatan penuhnya maka semua elang surga itu tidak akan bisa mengikutinya.
"Hong Ying, kau ini suka sekali ya di kelilingi wanita." Ucap Qia Qia.
"Dewi saya satu satunya elang jantan yang tersisa, dan jika mereka masih ingin melahirkan ras elang juga maka mereka harus dengan saya, karena jika mereka menikah dengan manusia anak mereka akan menjadi manusia." Jawab Hong Ying.
"Jadi kau mau menikahi mereka semua?." Tanya Qia Qia.
"Ya saya tidak akan menolaknya jika mereka mau." Ucap Hong Ying melalui telepati.
"Kau ini ada ada saja, dengan wanita sebanyak itu apa kau sanggup?." Ucap Qia Qia.
"Dewi, saya sanggup, namun tidak tahu juga apakah mereka mau atau tidaknya, ya setidaknya saya berkhayal saja dulu ha ha ha ha ha ha." Ucap Hong Ying melalui telepati sambil tertawa.
"Dasar elang gila, ada ada saja keinginan mu itu." Ucap Qia Qia.
"Dewi, ras ku sudah punah dan tinggal aku seorang, jika aku menikahi mereka semua maka bisa ada kemungkinan ada lagi ras ku." Ucap Hong Ying melalui telepati kembali.
"Iya, tapi jangan juga menjadikan kau ingin menikahi mereka semua, apakah kau sudah menanyakannya kepada mereka?." Ucap Qia Qia.
"Belum Dewi, saya tidak berani, takutnya mereka semua marah, bisa habis saya jika sampai di hajar oleh ratusan elang betina itu." Ucap Hong Ying melalui telepati.
"Dan aku tidak sabar melihat kau di pukuli oleh mereka semua, pasti akan sangat seru jika bisa melihatnya." Ucap Qia Qia.
__ADS_1
"Dewi, senang sekali ya jika aku yang tampan ini di pukuli mereka, janganlah nanti bisa bisa wajahku ini menjadi rusak." Ucap Hong Ying melalui telepati kembali.