
"Ayah ibu, seandainya aku bisa bertemu dengan kalian lagi, seandainya kalian masih ada aku tidak akan pernah meninggalkan kalian dan akan selalu berusaha untuk menjaga kalian" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil meneteskan air matanya dan tanpa dia sadari ada seorang wanita sepuh yang memandanginya dari teras sebuah rumah.
Wanita sepuh itu kemudian berjalan mendekati Qia Qia dan berdiri satu meter dari Qia Qia yang saat ini sedang berlutut di atas tanah sambil menunduk kepalanya dan menghapus air matanya.
"Nak, kenapa kau menangis, lihatlah pakaian bagusmu jadi kotor, ayo ikutlah dengan ku dan kau ceritakan kepadaku apa yang membuatmu bersedih" ucap wanita sepuh itu sambil berlutut di depan Qia Qia yang masih berada di dalam bola cahaya transparan miliknya yang seharusnya tidak terlihat oleh siapapun.
"Nyonya anda bisa melihat saya" ucap Qia Qia spontan sambil melihat ke wanita sepuh itu, dia sangat kaget karena wanita sepuh itu bisa melihatnya.
"Nak, meskipun kau menggunakan segel ilusi namun aku masih bisa melihatnya, ayo ikutlah ke rumah ku dan ceritakan kepadaku apa yang membuatmu bersedih seperti ini" ucap wanita sepuh itu sambil memegang pundak Qia Qia menembus bola cahaya transparan yang melindungi Qia Qia.
Qia Qia kemudian berdiri dan menghilangkan bola cahaya transparan yang melindungi dirinya lalu mengikuti wanita sepuh itu menuju teras rumahnya.
"Nak namaku Hao Fi dan aku kepala desa disini, siapa namamu?" Ucap wanita sepuh itu dengan ramah sambil menuangkan teh untuk Qia Qia.
"Nyonya Hao Fi, nama saya Qia Qia senang bisa bisa mengenal anda, maaf jika saya datang kesini dengan tidak sopan" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat dan mengusap wajahnya yang masih ada bekas air matanya.
__ADS_1
"Qia minumlah ini terlebih dahulu agar kau lebih relaks" ucap Hao Fi dengan ramah sambil memberikan sebuah gelas giok yang sudah berisi air teh untuk Qia Qia.
"Nyonya Hao Fi terima kasih" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan langsung menerima gelas giok itu dan meminumnya perlahan.
"Qia, kau bukan manusia tapi aku melihat jika hati mu sangat baik, aku baru kali ini bertemu dengan wanita ras iblis darah yang berhati sangat bersih seperti mu seumur hidupku yang sudah sangat tua ini" ucap Hao Fi yang membuat Qia Qia sangat kaget dan memandang Hao Fi dengan waspada karena Hao Fi bukan hanya bisa melihat menembus segel ilusinya dan menembus segel perlindungannya saja melainkan bisa menembus gelang ilusi yang dibuat oleh Long Tian juga.
"Nyonya bagaimana anda bisa menembus semua segel ini" ucap Qia Qia dengan spontan.
"Qia usiamu sudah lebih dari lima ratus juta tahun dan usiaku sudah lebih jauh dari mu, kami semua yang ada di desa ini sudah lebih tua dari mu, kau tidak perlu khawatir aku tidak akan melukaimu karena jiwa mu sangat bersih bahkan lebih bersih dari manusia manusia yang pernah datang kesini ratusan juta tahun lalu" ucap Hao Fi dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Qia Qia dan mencoba menenangkan Qia Qia.
"Nyonya Terima kasih sudah menerima saya" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan juga hormat karena dia kini menyadari jika dia tidak bisa melihat tingkat kultivasi Hao Fi.
"Nyonya saya berasal dari salah satu dunia kecil di galaksi terkutuk, saya melarikan diri dari sana karena saya membunuh salah seorang raja iblis dan melarikan diri sampai ke salah satu dunia di seratus galaksi sampai saya bertemu dengan penguasa seratus galaksi dan diangkat menjadi bawahannya, saya kemudian mendapatkan tugas untuk membuat kekuatan yang cukup di dunia bulan agar istri dari penguasa seratus galaksi bisa kembali menjadi pemimpin dunia bulan ini" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan juga hormat kepada Hao Fi.
"Qia kau bawahan dari Naga Emas Long Tian dan siapa istri Long Tian yang kau maksudkan itu?" Ucap Hao Fi dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.
__ADS_1
"Nyonya Hao Fi, istri Penguasa seratus galaksi Long Tian adalah Hao Ling anak dari Hao Lili, apakah anda mengenalnya" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan tetap hormat kepada Hao Fi.
"Qia dimana Hao Lili dan Hao Ling sekarang" ucap Hao Fi dengan spontan sambil memegang tangan Qia Qia.
"Nyonya maafkan saya namun Dewi Hao Lili sudah meninggal dunia dan saat ini hanya roh nya saja yang masih ada dan saya sendiri yang menyerahkan peninggalannya ke Dewi Hao Ling, saat ini Dewi Hao Ling ada di istana naga di galaksi ke seratus" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan juga hormat sambil melihat jika Hao Fi melepaskan tangannya dan kemudian menarik nafas dalam dalam.
"Qia ini takdir langit dan kehadiran mu kesini memang sudah di takdirkan untuk mempertemukan aku dengan penerusku yang terakhir aku lihat saat masih bayi dulu" ucap Hao Fi sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.
"Jadi Qia, apa yang membuatmu bersedih tadi sampai kau menangis seperti itu" ucap Hao Fi kembali sambil tetap tersenyum hangat ke Qia Qia.
"Nyonya Hao Fi, bangunan desa ini bahkan furniture ini mengingatkan saya dengan ayah ibu saya, dulu di taman belakang istana ayah ibu saya juga ada rumah panggung seperti ini dan dengan kursi dan meja seperti ini" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan juga hormat sambil memegang gagang kursi yang dia duduki.
"Qia tidak apa untuk menangis dan melepaskan beban, aku sangat yakin orang tua mu akan memahami kepergianmu kelak suatu saat nanti kembalilah dan temui mereka semua" ucap Hao Fi dengan tetap ramah sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.
"Nyonya Hao Fi maafkan saya, namun apakah anda ada hubungan dengan Dewi Hao Lili dan juga Dewi Hao Ling" ucap Qia Qia dengan ramah dan penuh rasa penasaran.
__ADS_1
"Benar, Hao Lili adalah anakku dan Hao Ling adalah cucuku sebentar ya" ucap Hao Fi sambil berdiri dan kemudian menggerakkan tangannya dengan cepat dan tubuhnya kini dipenuhi oleh cahaya putih yang sangat pekat dan juga sangat menyilaukan.
Cahaya putih yang menutupi seluruh tubuh Hao Fi meskipun sangat menyilaukan namun Qia Qia masih bisa melihatnya meskipun harus menyipitkan matanya dan saat cahaya putih itu menghilang, Qia Qia sangat terkejut bahkan sampai terjatuh dari tempat duduknya.