Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Berpetualang 16


__ADS_3

“Baik Dewi, kami akan memastikan pembakaran mayat ini selesai baru kembali ke anda.” Ucap Ding Zi Melalui telepati ke Qia Qia.


“Siap Dewi, saya akan memerintahkan semua prajurit saya dan memastikan semua aset terambil.” Ucap Raja JIa Yun Ma.


“Yun Ji, temui aku di taman istana ayah mu.” Ucap Qia Qia bertelepati ke Yun Ji yang dalam penglihatan QIa Qia juga berada di pusat ibukota.


“Baik Dewi.” Ucap Yun Ji bertelepati ke Qia Qia.


Qia Qia melihat jika Yun Ji langsung menunggangi salah satu kuda yang ada disana dan memacu kuda itu untuk ke Istana.


“Elang Jelek ikuti Yun Ji dan siapa nama mu?.” Ucap Qia Qia bertelepati ke elang neraka.


“Dewi, saya ini paling tampan dan hanya satu satunya elang setampan aku.” Ucap Elang Neraka melalui telepati.


“Aku menanyakan namamu, dasar elang bodoh apa jangan jangan kau tidak memiliki nama ya.” Ucap Qia Qia melalui telepati.


“Dewi, penguasa dunia pedang yang lama memanggil saya dengan nama Hong Ying.” Ucap Elang neraka melalui telepati karena dia tahu jika dia bersuara biasa maka akan mendapatkan pukulan dari Qia Qia.


“Hong Ying. Apa kau tahu apa arti namamu itu?.” Tanya Qia Qia melalui telepati.


“Tidak Dewi, penguasa yang lama tidak menceritakannya kepada saya.” Ucap Hong Ying.


“Hong itu berarti merah dan Ying Itu berarti elang, jadi selama ini dia memanggilmu elang merah namun kau tidak perlu khawatir jika kau sudah nyaman dengan nama itu maka aku akan tetap memanggilmu dengan nama yang sama.” Ucap Qia Qia melalui telepati.


“Dewi, saya nyaman dengan nama Hong Ying namun jika dewi hendak memberikan nama baru untuk saya, maka saya akan menerima dengan senang hati. Ucap Hong Ying melalui telepati.

__ADS_1


“Tidak Perlu, namamu tetap Hong Ying, sekarang kau mendaratlah di taman istana itu.” Ucap Qia Qia yang tidak lagi bertelepati dan dia melihat jika Yun Ji sudah menunggunya di taman depan istana.


“Baik Dewi saya akan mendarat disana.” Ucap Hong Ying melalui telepati dan langsung melesat turun ke arah taman istana.


Hong Ying yang sudah mendarat langsung merendahkan tubuhnya dan membiarkan Qia Qia Turun dari atas punggungnya.


“Hong Ying, Tunggu disini atau jika kau mau menunggu di atas awan juga boleh, yang jelas jika aku memerlukan mu maka kau harus segera datang.” Ucap Qia Qia.


“Dewi saya menunggu disini saja, agar elang elang betina itu nanti berkumpul disini saja.’ Ucap Hong Yi melalui telepati.


“Dasar kau ini, sudahlah suka suka kau saja.” Ucap Qia Qia melalui telepati sambil berjalan ke arah Yun Ji yang sudah menunggunya di dekat sebuah kursi batu yang ada di taman itu.


“Dewi.” Ucap Yun Ji. 


“Yun Ji, dimana kediaman ku, aku ingin beristirahat dulu sebentar.” Ucap Qia Qia.


“Yun Ji, istana ini kenapa sangat sederhana sekali.” Ucap Qia Qia.


“Iya Dewi, istana ini sempat hancur dulu jika cerita ayah dan keuangan ayah tidak cukup untuk membangun yang besar.” Ucap Yun Ji.


“Memangnya dari pajak desa dan kota ayahmu tidak mampu membangun istana yang megah.” Ucap Qia Qia.


“Dewi, Ayah hanya mengambil pajak yang rendah saja yaitu hanya sepuluh persen dari pendapatan kota dan desa desa tidak membayar pajak ke kami, kata ayah yang hidup di desa itu selayaknya mendapatkan bantuan bukan malah di berikan beban, berbeda dengan di kota yang banyak pelaku usahanya.” Ucap Yun Ji.


“Bagus juga pemikiran ayah mu itu, aku suka pemikiran seperti itu dan semoga saja kedepannya dunia ini menjadi semakin maju.” Ucap Qia Qia.

__ADS_1


“Dewi, ayah juga kadang aneh deh, uang yang seharusnya menjadi miliknya malah setengah dia simpan, katanya, dia ingin membangun dunia lava, dunia kelahirannya, Dewi apakah ayah lahir di Dunia lava.” Ucap Yun Ji dan mereka masih berjalan berdampingan di lorong istana.


“Iya, ayahmu salah satu dari keluarga Jia yang lahir di dunia yang lahir di dunia lava, namun ayah mu itu sangat nakal dan bepergian terus, tapi itu juga suatu kebaikan untuknya, dia bisa kembali kesini dan membangun dunia yang sudah ditinggalkan ini, Yun Ji para leluhur mu itu mengabdi kepada ayah ku, mereka memilih untuk tinggal di dunia lava.” Ucap Qia Qia menjelaskan.


“Apakah saya bisa ke dunia lava bersama ayah.” Ucap Yun Ji.


“Tentu saja bisa bahkan ke dunia lotus yang sekarang menjadi dunia keluarga Jia juga bisa karena aku memang meminta keluarga Jia yang mengurus dunia lotus.” Ucap Qia QIa.


“Dewi, apakah dunia lotus dan dunia lava lebih besar dari dunia yun ini.” Ucap Yun Ji.


“Itu benar, dunia lava dua kali lipat besarnya dari dunia yun dan dunia lotus dua kali lipat lebih besar dari dunia lava.” Ucap Qia Qia.


“Dewi, apakah disana juga lebih mewah dan megah?.” Tanya Yun Ji.


“Benar, desa di sana seperti ibukota kalian ini.” Ucap Qia Qia dan nampak wajah penuh penasaran dari Yun Ji.


“Dewi, saya selama ini berpikir jika ibukota kami ini paling megah namun ibukota kami ini ternyata hanya seperti desa saja di dunia dewi.” Ucap Yun Ji.


“Yun Ji, ada ratusan dunia dan mungkin ribuan, ayah mu itu apakah tidak pernah bercerita kepada mu.” Ucap Qia Qia.


“Tidak Dewi, ayah sangat pelit jika soal informasi dunia luar kepada ku.” Ucap Yun Ji.


“Aku tahu kenapa dia seperti itu, dia tidak ingin kau pergi berkelana dan meninggalkannya,dia dulu meninggalkan dunia lava untuk berkelana dan kehilangan semua orang yang dia sayangi karena kepergiannya itu, ku harap kau pun mengikuti keinginan ayah mu ya, karena biar bagaimanapun juga apa yang ayah kita lakukan adalah untuk kebaikan kita, seorang ayah melakukan ayah akan melakukan apapun untuk anak nya dan penyesalan seorang anak adalah jika tidak bisa ada di saat ayah dan ibu nya memerlukannya.” Ucap Qia Qia.


“Dewi, terima kasih atas pencerahan anda, sekarang saya mengerti apa yang dewi maksudkan dan saya juga memahami maksud ayahanda, saya akan terus berjuang dan akan membantu ayahanda membangun kembali dunia Yun ini agar tidak kalah dari dunia dunia lainnya.” Ucap Yun Ji.

__ADS_1


“Yun Ji, itulah tugas seorang anak, untuk bisa membahagiakan kedua orang tuanya, dan menjaganya selalu, Dewi melakukan pembersihan ini juga demi orang tua dewi dan juga seluruh orang yang ikut ke Dewi, karena Dewi ingin menyatukan kembali galaksi ini menjadi satu bagian dengan galaksi surgawi seperti dulu.” Ucap Qia Qia.


__ADS_2