
"Baik Bu" jawab Qia Qia sambil tersenyum hangat ke ibunya.
"Qia ayo ikut ayah" ucap Raja Qia Zi sambil melangkah ke bagian belakang aula utama itu di ikuti oleh Qia Qia.
Mereka kemudian memasuki sebuah lorong rahasia dan berjalan menuruni anak tangga hingga hampir lima ratus meter.
Mereka berdua memasuki sebuah ruangan bawah tanah yang memiliki luas sampai sepuluh ribu meter persegi dan tinggi sampai dua puluh meter.
Banyak harta disana yang tersusun rapi memenuhi ruangan itu, mulai dari koin emas sampai perhiasan dan senjata senjata juga ada, demikian juga dengan artefak artefak kuno.
"Qia ini tidak termasuk harta istana, melainkan ini adalah harta pribadi ayah dan ibu mu, dan sekarang ayah berikan kepada mu" ucap Raja Qia Zi.
"Ayah, bukan Qia mau menolak pemberian ayah, namun ayah lebih memerlukan ini dari pada Qia, karena Qia sendiri sudah memiliki cukup untuk modal Qia ke depannya" ucap Qia Qia dengan sangat sopan.
"Anak ku, kau memang sungguh berhati baik, jika orang lain mungkin sudah mengambil semuanya begitu di berikan tapi ayah sangat mengenal mu, jika seperti itu ambillah salah satu harta ayah dan ibu yang ada disini" ucap Raja Qia Zi sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.
"Ayah, Qia akan mengambil ini saja sebagai pemberian ayah dan ibu" ucap Qia Qia sambil mengambil sebuah kalung emas yang memiliki liontin Giok namun di dalam liontin Giok itu terlihat ada gambar bunga mawar berwarna merah.
"Dari semua harta ini dan kau lebih memilih kalung mu dulu" ucap Raja Qia Zi.
"Ayah kalung ini pemberian ayah dan ibu yang aku tinggalkan dulu, dengan ayah masih menyimpannya saja Qia sudah sangat bahagia" ucap Qia Qia sambil memakai kalung itu.
"Baiklah ayah tidak akan memaksa mu, namun kapan pun kau membutuhkan harta ini maka kau ambillah" ucap Raja Qia Zi sambil melangkah keluar dari ruang bawah tanah itu.
"Iya ayah" ucap Qia Qia dengan ramah sambil mengikuti ayahnya.
Mereka berdua langsung keluar dari ruang bawah tanah dan menuju ke kediaman Raja Qia Zi yang terletak di belakang istana.
__ADS_1
Sesampainya di sana mereka pun langsung makan bersama lalu semuanya memilih untuk beristirahat di kamar mereka masing masing.
Waktu berlalu dan kini matahari pagi sudah kembali bersinar terang menyinari dunia kecil itu.
Qia Qia juga sudah menikmati sarapan bersama kedua orang tuanya dan kini dia berada di taman depan istana bersama dengan ayahnya.
"Ayah apakah para pekerja pembangunan sudah siap untuk ke dunia lava?" Tanya Qia Qia dengan ramah.
"Sudah dan sebentar lagi juga mereka pasti pada datang kesini" ucap Raja Qia Zi.
"Ayah apakah boleh jika Paman Jia sementara aku kirim ke Dunia Lotus" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Ya itu tidak masalah, ayah tahu apa yang di rasakan olehnya sama seperti ayah, ayah saja sangat merindukan putri ayah ini, dan ayah yakin pejabat Jia juga sangat merindukan kedua putrinya, ayah saja tidak ingin jauh dari mu maka Pejabat Jia juga pastinya tidak ingin jauh dari kedua putrinya." Ucap Raja Qia Zi dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih ayah" ucap Qia Qia sambil memeluk ayahnya itu dengan hangatÂ
Lima menit berlalu dan terlihat jika Tuan Jia datang bersama dengan Jia Ni dan Jia Yu.
"Berdirilah" ucap Raja Qia dengan sangat berwibawa.
"Jia Ni dan Jia Yu apakah kalian sudah siap untuk kembali ke dunia Lotus" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, kami siap, tapi apakah kami bisa kembali lagi suatu hari nanti kesini" ucap Jia Yu dengan sangat hormat.
"Tentu saja jika aku sudah membereskan bajingan kaisar iblis dan anak anaknya serta menghilangkan segel pembatas galaksi itu" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke kedua bawahannya itu.
"Jia, apa kau tidak ingin ikut dengan kedua anak mu ini" ucap Raja Qia Zi sambil tersenyum hangat ke Tuan Jia.
__ADS_1
"Baginda hamba tidak berani meninggalkan anda" ucap Tuan Jia dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya.
"Ya sudah jika kau tidak bersedia untuk menjadi salah satu penjaga dunia lotus" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
Tuan Jia terlihat kaget dan mengangkat kepalanya lalu berlutut di depan Raja Qia Zi.
"Hamba bersedia Baginda, Hamba bersedia" ucap Tuan Jia dengan sangat hormat dan masih berlutut satu kaki di depan Raja Qia Zi.
"Baguslah jika demikian, aku tidak perlu mencari yang lain, lalu siapa yang akan kau ajak, apakah hanya kau sendiri saja" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
"Jia Yu apakah masih ada persediaan gelang ilusi pada mu" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Masih Dewi, dan saya juga sudah memberikannya ke ayah saya dan juga ke keluarga saya" jawab Jia Yu dengan sangat hormat.
"Jika demikian keluarga Jia silahkan tinggal di Dunia Lotus saja" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Putri ku benar, Pejabat Jia silahkan kau persiapkan untuk seluruh keluarga mu tinggal di Dunia Lotus" ucap Raja Qia Zi dengan sangat berwibawa.
"Akan tetapi ingat, meskipun di dunia Lotus adalah kaum kita lebih banyak namun paman Jia dan keluarga agar selalu menggunakan gelang ilusi" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baginda Raja dan Putri Qia saya benar benar tidak tahu harus mengucapkan apa selain berterima kasih" ucap Tuan Jia dengan sangat hormat.
"Sekarang kalian pulanglah dulu ke kediaman kalian, nanti malam aku yang akan ke sana untuk mengirim kalian ke Dunia Lotus, bagaimana apakah cukup untuk kalian mempersiapkan diri." Ucap Qia Qia dengan raja.
"Putri itu sudah cukup untuk kami mempersiapkan diri, Baginda Raja dan Putri Qia jika demikian Kami permisi" ucap Tuan Jia dengan sangat hormat sambil berlutut satu kaki bersama dengan Jia Ni dan Jia Yu lalu berdiri dan meninggalkan taman depan istana itu.
"Ayah terima kasih" ucap Qia Qia dengan sangat sopan.
__ADS_1
"Iya anakku tapi apakah ini tidak akan membuat yang lain menjadi iri" ucap Raja Qia Zi.
"Ayah, setelah pembangunan dunia lava selesai maka aku akan membuka gerbang dimensi yang bisa di gunakan oleh penduduk dunia lava dunia lotus, tidak sekarang karena jika sekarang yang ada akan membuat mereka tidak semangat dalam membangun ulang dunia Lava kita, Ayah sampaikan hal ini pejabat ayah yang tersisa dan juga para penduduk lainnya, ya anggap ini sebagai pancingan untuk mereka bekerja lebih giat lagi" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan tersenyum hangat ke Raja Qia Zi.