Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Berpetualang 3


__ADS_3

Qia Qia kembali berjalan jalan di kota itu dengan tetap mengedarkan kesadaran jiwanya dan dia sedikit mengerti dengan kondisi kota tempatnya berada sekarang.


"Hmmmm di kota ini antara yang berjiwa jahat dan baik cukup seimbang ternyata, jika begini maka sebaiknya aku benar benar mencari penginapan saja" ucap Qia Qia berbicara dalam hatinya sambil melihat kanan dan kirinya.


"Yang ini sepertinya cocok" ucap Qia Qia berbicara dalam hatinya kembali sambil memasuki sebuah penginapan besar yang cukup mewah.


"Selamat siang nona, selamat datang di penginapan kami, apakah anda berniat menginap" ucap seorang wanita muda yang bertugas sebagai penerima tamu di penginapan itu.


"Benar, apakah masih ada kamar kosong" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Masih Nona, untuk kamar terbaik kami juga masih kosong dan per malamnya hanya dua ratus keping koin emas saja" ucap Wanita penerima tamu itu dengan sangat sopan.


"Saya ambil yang itu saja, dan cukup dua hari saja ya" ucap Qia Qia sambil memberikan empat ratus keping koin emas lalu meletakkannya di atas meja penerima tamu itu.


"Baik, jika demikian kau tolong antarkan nona ini ke kamarnya ya, ini kuncinya" ucap Wanita penerima tamu itu sambil memberikan kunci ruangan ke wanita muda lainnya.


"Mari Nona, saya antarkan anda ke ruangan anda" ucap Wanita muda yang menerima kunci ruangan itu dan Qia Qia pun mengikutinya.


Qia Qia berjalan menaiki anak tangga dan dia ternyata mendapatkan kamar  di lantai tiga penginapan itu.


"Nona ini kamar anda, silahkan masuk, untuk makan malam nanti jika anda ingin diantarkan ke sini maka saya akan mengantarkannya" ucap Wanita muda itu sambil membuka pintu kamar yang di sewa oleh Qia Qia.


"Tidak perlu, saya akan ke bawah saja, ini untuk mu" ucap Qia Qia sambil memberikan sepuluh keping koin emas ke wanita muda yang mengantarkannya itu.

__ADS_1


"Nona terima kasih banyak" ucap Wanita muda itu dengan sangat hormat setelah menerima sepuluh keping koin emas itu.


"Oh ya sebelum kau pergi, dimana aku bisa membeli pakaian yang bagus bagus" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Nona, satu satunya tempat yang cocok untuk anda adalah toko para bangsawan dan letaknya ada di sebelah kanan penginapan ini, dari sini paling hanya lima ratus meter saja, disana sangat lengkap" ucap Wanita muda itu menjelaskan.


"Oke, nanti saya akan kesana saja, terima kasih informasinya" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik nona saya permisi" ucap Wanita muda itu dengan sangat hormat sambil tersenyum hangat ke Qia Qia dan kemudian melangkah meninggalkan Qia Qia.


Qia Qia pun masuk kedalam kamar itu dan melihat jika kamar itu cukup besar, dia pun kemudian menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


"Lumayan untuk dua ratus keping koin emas" ucap Qia Qia sambil mengambil satu buah apel merah yang ada di atas meja dan memang di atas meja itu tersedia cukup banyak buah buahan.


Qia Qia kemudian membuka jendela kamar itu dan melihat ke luar jendela.


Setetes lava suci ilahi Qia Qia langsung berubah menjadi seratus tetes dan mengarah ke orang orang yang sebelumnya sudah di tandai oleh Qia Qia.


"Sepertinya kekacauan akan segera terjadi di kota ini" ucap Qia Qia sambil berjalan menuju kursi yang ada di ruang tamu kamarnya itu lalu mengambil kursi tersebut dan membawanya ke dekat jendela.


Qia Qia kemudian menduduki kursi itu dan melihat ke arah jendela sambil menikmati apel merah  yang di sediakan oleh pihak penginapan


"Aku baru ingat dengan para prajurit penjaga gerbang kota yang sangat sombong itu, baiklah kalian yang selanjutnya" ucap Qia Qia berbicara sendiri.

__ADS_1


Lima menit berlalu dan Qia Qia melihat jika setetes lava suci ilahinya itu sudah kembali dan dia pun kemudian mengutus kembali setetes lava suci ilahi miliknya itu untuk menghabisi semua prajurit yang ada di kota ini.


"Ya biar  makin ramai, setidaknya kekacauan akan terjadi jika tidak ada para prajurit yang sombong sombong itu" ucap Qia Qia kembali berbicara sendiri karena dia sebenarnya ingin jika kota itu hancur dengan sendirinya.


Waktu berlalu dan tepat lima belas menit setetes lava suci ilahi miliknya itu kembali dan Qia Qia juga kini melihat ada bangunan bangunan yang terbakar.


Qia Qia kemudian memasukan kembali setetes lava suci ilahi miliknya kedalam tubuhnya.


"Sudah di mulai, jika begini maka peperangan akan mulai terjadi di dunia ini, ini lebih baik dari pada tenang namun menyimpan banyak penjahat" ucap Qia Qia sambil terus melihat ke arah luar.


Lima  jam berlalu dengan sangat cepat dan kini asap hitam mulai banyak terlihat dan ini berarti jika sudah banyak bangunan yang terbakar, Qia Qia juga melihat jika di jalanan samping penginapan yang sebelumnya ramai kini sudah sepi.


Tok tok tok, terdengar suara pintu kamar Qia Qia ada yang mengetuknya dan Qia Qia pun langsung membukanya, terlihat jika wanita muda pekerja hotel yang tadi mengantarnya sampai kamarlah yang datang.


"Nona, maaf tapi  di luar sedang ada perebutan kekuasaan, karena tuan kota dan para prajurit kota tiba tiba menjadi abu, oleh karena itu saya ingin memberitahukan kepada anda untuk tidak keluar dari penginapan dulu demi keselamatan anda, kami juga sementara menutup restoran hotel jadi makan malam akan segera saya antarkan" ucap Wanita muda itu dengan sangat hormat namun Qia Qia bisa melihat jika wanita muda itu menyimpan rasa ketakutan.


"Iya, apakah aku bisa memesan daging rusa bakar" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.


"Bisa Nona, akan saya bawakan sekarang juga" ucap wanita muda itu dengan sangat hormat.


"Bawakan dua porsi untukku dan satu teh hijau yang sangat panas ya, ini terimalah" ucap Qia Qia sambil memberikan satu kantong kulit kecil berisi seratus keping koin emas ke wanita muda itu.


Wanita muda itu kemudian menerima kantong kulit kecil tersebut dan sangat terkejut melihat isinya.

__ADS_1


"Nona ini banyak sekali, sedangkan daging rusa bakar itu hanya senilai dua puluh keping koin emas saja kok" ucap wanita muda itu sambil berusaha mengembalikan kantong kulit kecil tersebut.


"Sudah tidak apa apa, jika begitu tolong bawakan saja tiga porsi untukku ya, aku sangat lapar nich" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat.


__ADS_2