
"Anda terluka dalam dan luka di lengan tangan anda juga cukup dalam, gunakan ini untuk menutup luka mu itu" ucap Qia Qia sambil memberikan kain cadarnya.
Pria sepuh itu langsung menerima cadar Qia Qia dan berusaha menutup luka nya namun karena hanya satu tangan jadi susah sehingga Qia Qia membantunya mengikat luka tersebut agar darah tidak terus keluar.
"Nona pendekar terima kasih" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat karena dia tahu dia berhutang nyawa kepada Qia Qia.
"Anda bisa memanggil saya Dewi Mawar, dan apakah anda memiliki Pil Penyembuh untuk mengobati luka anda" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melemparkan pedang lava neraka ke samping kanannya karena ada dua orang prajurit khusus kerajaan yang berlari ke arah mereka untuk menyerang mereka.
Pedang lava neraka bergerak sendiri dan langsung memotong leher keduanya lalu melesat kembali ke Qia Qia dan tubuh serta kepala keduanya langsung menjadi abu.
Qia Qia menangkap pedang lava neraka yang kembali kepadanya dengan tangan kanannya.
Pria sepuh itu melihat kejadiannya dan semakin kagum dengan Qia Qia.
"Maaf Dewi saya tidak memiliki pil penyembuh dan saya masih bisa selamat hanya memerlukan sedikit waktu untuk menenangkan diri saja" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.
"Haissssss kau ini, luka dalam mu itu sangat berbahaya, sudah terima ini dan telan segera, aku akan membantu yang lainnya karena tujuan kita sama sama membunuh raja dan pasukan khususnya" ucap Qia Qia sambil memberikan sebutir Pil Penyembuh tingkat dewa karena tingkat dewa sudah cukup untuk mengobati luka pria sepuh itu yang vitalitasnya masih baik.
"Dewi Mawar terima kasih" ucap pria sepuh itu sambil menerima sebutir Pil Penyembuh tingkat dewa itu dan langsung menelannya.
"Sama sama, jaga diri baik baik, aku pergi" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melesat ke arah kanannya dimana banyak sekali yang sedang bertarung melawan prajurit prajurit khusus kerajaan.
Qia Qia dengan gerakan yang susah di ikuti oleh mata mengayunkan pedangnya dan dalam setiap ayunan pedangnya itu minimal dua orang yang kehilangan kepala mereka lalu menjadi abu.
Pihak prajurit khusus kerajaan lainnya langsung mundur dan membentuk sebuah formasi pertahanan sekaligus penyerangan.
"Kalian mundur jangan menyerang maju" ucap Qia Qia yang berdiri menghadap ke orang orang yang berpakaian hitam yang rata rata sudah terkena luka sabetan pedang oleh prajurit pasukan khusus kerajaan.
Belum sempat mereka menjawab Qia Qia sudah melesat lalu berdiri diantar kedua pasukan itu.
"Sabit lava neraka" ucap Qia Qia sambil berputar dan menyabetkan pedang lava neraka miliknya.
Ratusan Lava berbentuk sabit keluar dari ujung pedang Lava neraka dan langsung melesat ke arah formasi prajurit pasukan khusus kerajaan dengan sangat cepat.
Boooooooooooooooooom
__ADS_1
Boooooooooooooooooom
Boooooooooooooooooom
Beberapa suara ledakan terdengar saat serangan Qia Qia itu di tahan oleh pihak prajurit pasukan khusus kerajaan namun serangan Qia Qia bukanlah serangan yang bisa di tahan oleh mereka sehingga kini mereka semua terlihat terbakar dan menjadi abu.
Karena serangan itu sangat kuat bahkan sampai cincin dimensi mereka juga ikut terbakar dan menjadi abu.
"Nona terima kasih" ucap mereka semua yang di bantu oleh Qia Qia dan mereka semua sangat menghargai Qia Qia.
"Sama sama dan yang terluka beristirahat lah" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melesat kembali menuju ratusan prajurit khusus kerajaan yang kini berlari ke arah nya.
"Sabit lava neraka" ucap Qia Qia sambil mengayunkan pedang lava nerakanya dengan sangat cepat dan kembali terlihat ratusan lava berbentuk sabit keluar dari ujung pedang lava neraka dan melesat ke arah prajurit prajurit pasukan khusus kerajaan itu.
Booooooooooom
Booooooooooom
Booooooooooom
Qia Qia terus melesat menuju beberapa orang yang sedang bertempur dan dia mengambil alih pertempuran itu.
Qia Qia dengan satu kali ayunan pedangnya mampu membunuh minimal dua orang dan kini di halaman istana itu tidak ada pagi prajurit prajurit khusus kekaisaran.
'yang terluka beristirahat saja yang masih kuat ayo" ucap Qia Qia sambil terus melesat menuju bagian dalam istana dan yang dia teju adalah aula utama karena dia dengan kesadaran jiwanya mengetahui ada banyak yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir dan tingkat pencipta Ilahi tahap akhir di dalam aula utama kerajaan itu.
Boooooooooooooooooom
Qia Qia terlempar mundur karena ada serangan gabungan dari dalam aula utama istana kerajaan saat dia memasuki alua utama istana kerajaan itu.
"Bola lava penghancur" ucap Qia Qia yang masih terbang mundur itu langsung mengayunkan pedangnya dan lava ilahinya melesat membentuk sebuah bola lava dan langsung masuk ke dalam aula utama kerajaan dan
Boooooooooooooooooom
Aula utama istana kerajaan itu hancur dan berubah menjadi abu demikian juga dengan semua yang ada didalamnya bahkan beberapa bangunan lainnya dalam radius lima ratus meter juga hancur lebur menjadi abu.
__ADS_1
Kini terlihat jika ada sebuah kawah besar sedalam lima ratus meter di bawah Qia Qia yang sedang berdiri melayang di atas kawah itu.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan" ucap Qia Qia melihat dampak kerusakan dari serangan bola lava penghancur dan dia yang berencana tadi membunuh sang raja dengan pedang Lava neraka kini sudah tidak bisa lagi karena sang raja dan para jenderalnya sudah mati menjadi asap karena abunya pun sudah tidak ada.
Banyak orang berpakaian hitam yang berada di dalam kawah itu dan mereka langsung melesat keluar dari dalam kawah karena takut Qia Qia melakukan serangan kembali.
Mereka semua terlihat terluka namun bukan hanya karena musuh melainkan karena dampak serangan Qia Qia yang terlalu besar.
Dengan kesadaran jiwanya Qia Qia mengetahui jika ada pasukan khusus kerajaan yang berjumlah ratusan ribu orang bahkan lebih melesat ke arahnya dari bagian belakang istana itu yang merupakan markas mereka.
"Bola lava penghancur" ucap Qia Qia sambil memutar tubuhnya dan kemudian mengayunkan pedangnya ke arah pasukan khusus kerajaan berjumlah banyak itu.
Bola lava kembali keluar dari ujung pedang lava neraka dan tidak hanya satu melainkan ada sepuluh bola lava.
Boooooooooooooooooom
Booooooooooom
Boooooooooooooooooom
Booooooooooom
Boooooooooooooooooom
Boooooooooooooooooom
Booooooooooom
Boooooooooooooooooom
Boooooooooooooooooom
Boooooooooooooooooom
Sepuluh ledakan terdengar dari jarak lima ratus meter bahkan lebih dari kini sudah tidak ada bangunan satupun di kawasan istana kerajaan itu
__ADS_1
Qia Qia melesat ke atas area istana itu dan kini dia melayang dua ratus meter dari permukaan tanah dan melihat sepuluh kawah baru dan banyak sekali reruntuhan bangunan untungnya kawasan istana itu terletak agak jauh dari pemukiman penduduk ibukota sehingga tidak ada rumah penduduk ibukota kerajaan itu yang ikut runtuh.