
Semuanya terlihat menunggu kedatangan Qia Qia sambil berbincang santai bersama keluarga mereka dan tidak ada seorang pun yang terlihat kesal atau kecewa karena Qia Qia belum ada di sana.
Qia Qia kemudian turun dari puncak pohon itu dan melayang perlahan lalu berdiri di depan Kun Gu dan juga Li Yanji.
"Hormat kepada Dewi Mawar" ucap Kun Gu dengan lantang agar semua bawahannya memberikan penghormatan kepada Qia Qia dan mereka semua langsung berdiri lalu membungkukkan badannya untuk menghormati Qia Qia.
"Kun Gu apakah semuanya sudah siap untuk kembali ke Kota kayu" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, kami sudah siap" ucap Kun Gu dengan hormat.
"Sebentar saya akan mengabari bawahan saya yang di bukit mawar kediaman saya agar tidak kaget jika kalian semua tiba tiba muncul di sana" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik Dewi" ucap Kun Gu dengan sangat hormat dan di balas senyuman oleh Qia Qia.
"Jia Ni apakah kau senggang" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Siap Dewi, saya di halaman depan sedang merawat tanaman anda bersama Kun Yi dan yang lainnya" ucap Jia Ni melalui telepati juga.
"Aku akan mengirim banyak orang kesana dan salah satu dari mereka adalah kakek dan nenek Kun Yi jadi terima mereka dengan baik" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Baik Dewi" ucap Jia Ni yang terdengar sangat hormat melalui telepati.
"Kun Gu dan Li Yanji di kediaman ku saat ini ada cucu kalian Kun Yi jadi kalian bisa langsung bertemu dengannya, baiklah jika kalian sudah siap" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan satu buah gerbang dimensi lintas galaksi yang dia tujukan ke halaman depan kediamannya di bukit mawar kota kayu.
Gerbang dimensi lintas galaksi itu tampak sangat mewah dan megah sehingga semuanya tampak terpana dengan gerbang itu.
__ADS_1
"Kalian semua masuklah" ucap Qia Qia dengan ramah.
Satu persatu memberikan penghormatan kepada Qia Qia lalu memasuki gerbang dimensi lintas galaksi itu untuk menuju dunia kayu dan yang pertama memasukinya adalah Kun Gu dan Li Yanji.
Tidak memerlukan waktu yang lama untuk semuanya memasuki gerbang dimensi lintas galaksi itu dan kini di sana hanya tinggal Qia Qia seorang sehingga Qia Qia langsung menyimpan kembali gerbang dimensi lintas galaksi itu ke dalam cincin dimensinya.
"Pohon ini benar benar pohon penolong untuk Ras Peri" ucap Qia Qia sambil melihat pohon besar itu dan dia kemudian membalikan badannya lalu melangkah menuju ibukota kerajaan itu kembali.
Qia Qia berjalan dengan santai dan dia sangat waspada karena dia tidak ingin ada hal buruk yang terjadi kepadanya.
Dua jam sudah Qia Qia berjalan dan kini dia sampai di sebuah lapangan besar di tengah ibukota itu dan nampak ada sebuah panggung batu yang sangat luas dengan luas kurang lebih seribu meter dan tingginya lima meter dari atas tanah.
"Sepertinya ini tempat turnamen beladiri yang akan dilaksanakan besok atau yang di sebut oleh Kun Gu sebagai acara pembantaian" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil berjalan mendekati panggung batu tersebut namun langkahnya terhenti oleh seorang prajurit wanita yang memberhentikannya.
"Nona maaf panggung tertutup untuk siapapun sampai besok jadi anda silahkan lanjutkan perjalanan anda" ucap prajurit wanita itu dengan sangat sopan.
"Nona, sebelah sana ada penginapan mewah yang cocok untuk anda namun saya tidak tahu apakah masih ada kamar atau tidak" ucap prajurit wanita itu dengan sangat sopan.
"Nona terima kasih informasinya dan jam berapa besok acaranya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Nona acara turnamen akan di mulai jam delapan pagi di buka langsung oleh Baginda Raja" ucap prajurit wanita itu dengan sangat sopan kembali.
"Nona terima kasih atas kebaikan anda, saya mohon diri untuk mencari penginapan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melangkah meninggalkan area panggung turnamen itu.
Qia Qia berjalan menuju ke penginapan yang disebutkan oleh prajurit wanita itu dan dia tetap mengawasi sekitarnya dengan teliti tidak ingin ada satu hal pun yang terlewati oleh pengawasannya.
__ADS_1
Bangunan bangunan besar dengan arsitektur kuno di ibukota kerajaan itu meninggalkan nilai lebih untuk Qia Qia yang seakan bernostalgia dengan ibukota kerajaan orang tuanya.
Dia terus berjalan dan melihat penginapan besar dan mewah yang di tunjukkan oleh prajurit wanita itu.
"Sepertinya ini penginapan yang di maksudkan oleh prajurit wanita itu" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil melangkah memasuki penginapan besar dan sangat megah itu.
"Selamat siang Nona, apakah anda hendak menginap atau hendak ke restoran kami" ucap seorang wanita muda yang berjaga di meja penerima tamu penginapan itu dengan sangat sopan.
"Nona, saya ingin menginap apakah kamar terbaik anda masih ada yang kosong" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Nona kamar terbaik kami masih kosong dan biaya per malamnya dua ratus lima puluh keping koin emas" ucap wanita muda penerima tamu itu dengan sangat sopan.
"Nona ini biayanya, saya akan menginap semalam dulu saja" ucap Qia Qia sambil meletakkan dua ratus lima puluh keping koin emas di atas meja.
"Nona sebentar saya ambilkan kuncinya terlebih dulu" ucap wanita muda penerima tamu itu dengan sangat sopan sambil berdiri dan mengambil kunci kamar untuk Qia Qia lalu memberikannya kepada seorang wanita muda yang berdiri di dekatnya.
"Nona silahkan ikuti dia, dia akan mengantar anda ke kamar anda" ucap wanita muda penerima tamu itu dengan sangat sopan.
"Nona terima kasih" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Nona mari ikuti saya" ucap wanita muda yang menerima kunci kamar yang di sewa oleh Qia Qia sambil melangkah mendahului Qia Qia menaiki anak tangga dan Qia Qia pun berjalan mengikuti wanita muda itu.
Qia Qia mengikutinya sampai ke lantai tiga dan Qia Qia tenyata mendapatkan kamar yang menghadap ke arah panggung turnamen.
"Nona ini kamar anda dan ini kunci anda, jika ada yang anda inginkan bisa menarik tali merah yang ada di dalam dan karena masih siang anda di persilahkan untuk ke restoran kami karena di sini semua tamu mendapatkan bebas makan sepuasnya di restoran kami namun jika anda inginkan bisa juga saya bawakan ke sini" ucap wanita muda itu dengan sangat sopan dan juga sangat hormat.
__ADS_1
"Nona, nanti saya akan ke bawah saja ke restoran agar bisa menikmati makanan khas penginapan ini lebih puas, dan ini untuk anda" ucap Qia Qia sambil memberikan sepuluh keping koin emas ke wanita muda itu.