
Qia Qia muncul di jalanan setapak lima ratus meter dari pintu gerbang ibukota kerajaan dan hampir saja ketahuan oleh salah seorang pria yang berjalan menuju ibukota kerajaan juga karena Qia Qia muncul tepat di belakangnya namun Qia Qia langsung berteleportasi kembali ke atas pohon besar yang ada di sana sehingga pas orang itu menengok tidak melihatnya sehingga langsung melanjutkan perjalanannya.
Melihat situasi sudah aman Qia Qia langsung melayang turun dan berdiri di atas tanah lalu berjalan menuju ke pintu masuk gerbang ibukota kerajaan itu.
Qia Qia tetap waspada karena dia tidak mengetahui situasi ibukota kerajaan itu.
"Nona bisa perlihatkan medali anda" ucap seorang prajurit laki laki yang berjaga di pintu gerbang masuk ke ibukota kerajaan itu.
"Ini medali saya" ucap Qia Qia sambil memberikan medali kota kayu miliknya.
Prajurit itu menerima medali Qia Qia dan langsung mengembalikannya kepada Qia Qia dengan sangat hormat karena itu adalah medali kaum bangsawan kerajaan itu.
"Dewi Mawar maaf membuat perjalanan anda terganggu" ucap prajurit itu dengan sangat hormat dan dia mengetahui nama Qia Qia dari medalinya sambil membukakan pintu gerbang masuk ke ibukota kerajaan itu.
"Terima kasih" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menyimpan kembali medalinya ke dalam cincin dimensinya dan langsung berjalan masuk ke dalam ibukota kerajaan.
"Prajurit kenapa kau seperti ketakutan seperti itu" ucap seorang pria yang hendak memasuki ibukota kerajaan juga.
"Wanita muda itu adalah seorang bangsawan kerajaan, sudahlah mana medali mu sini aku lihat dulu" ucap prajurit itu dengan ramah sambil tersenyum lebar ke pria iu.
Qia Qia terus berjalan di jalanan ibukota kerajaan itu dan dia melihat jika suasana di ibukota kerajaan itu tidak ubahnya kota kota lainnya namun dia bisa melihat perbedaan antara kaum bangsawan dan penduduk biasa bahkan di sana banyak sekali pengemis dan gelandangan.
Qia Qia terus berjalan sampai dia melihat tembok besar yang merupakan tembok istana dan dia melihat jika tembok istana itu sudah sangat tidak terawat.
__ADS_1
Dia terus berjalan sampai melewati gerbang istana namun dia tidak berhenti melainkan terus berjalan mencari penginapan terdekat dengan istana kerajaan itu.
"Sepertinya ini penginapan terdekat" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki penginapan itu dan dia di sambut dengan hangat oleh seorang wanita muda.
"Selamat sore nona apakah anda ingin menginap di penginapan kami ini atau hendak ke rumah makan" ucap wanita muda pekerja di penginapan itu dengan sangat hormat.
"Nona, apa kamar terbaik anda masih kosong" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Masih Nona mari kita ke kasir terlebih dahulu jika pembayaran anda sudah selesai saya akan mengantar anda ke kamar anda" ucap wanita muda itu dengan sangat hormat.
"Nona perlihatkan jalannya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil mengikuti wanita muda itu memasuki bagian dalam penginapan mewah itu.
"Nona maaf tapi nona muda ini hendak mengambil kamar terbaik kita" ucap wanita muda itu dengan hormat saat mereka sudah di depan sebuah meja panjang yang di jaga oleh seorang wanita muda lainnya namun Qia Qia melihat jika bahan pakaian mereka berbeda yang berarti wanita yang menjadi kasir itu adalah pemilik atau pengurus penginapan mewah itu.
"Nona ini bayarannya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil meletakkan dua ratus keping koin emas di atas meja itu.
"Nona ini akan mengantar anda ke kamar anda, jika ada yang anda perlukan maka anda bisa menyampaikan kepadanya saja" ucap wanita muda itu dengan ramah dan sangat sopan.
"Baik Terima kasih, nona silahkan tunjukan jalannya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil mengikuti wanita muda pekerja penginapan mewah itu menaiki anak tangga sampai ke lantai tiga penginapan itu.
"Nona disini hanya ada empat kamar dan kamar anda sebelah sini" ucap wanita muda itu sambil membuka salah satu kamar di lantai tiga itu dan memang hanya ada empat kamar saja.
"Nona terima kasih ini untuk anda" ucap Qia Qia sambil memberikan dua puluh lima keping koin emas ke wanita muda itu.
__ADS_1
"Nona terima kasih dan untuk makan malam anda nanti apakah anda hendak ke rumah makan atau saya perlu mengirimkannya kesini" ucap Wanita muda itu dengan sangat hormat sambil menyimpan dua puluh lima keping koin emas pemberian Qia Qia ke dalam cincin dimensinya.
"Diantarkan saja kesini dan saya minta dibawakan daging rusa bakar saja dengan teh hijau hangat" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik nona dua jam lagi saja akan kesini mengantarkannya, saya permisi dulu nona silahkan beristirahat" ucap wanita muda itu dengan sangat hormat dan langsung membalikan badannya lalu meninggalkan Qia Qia.
Qia Qia langsung masuk ke dalam kamarnya dan dia langsung memasang segel perlindungan di kamar itu dan tidak lupa mengunci pintu kamarnya.
"Lumayan juga untuk dua ratus keping koin emas, kamar ini cukup luas dan sebaiknya aku membersihkan diri dulu saja" ucap Qia Qia sambil berjalan menuju ke kamar mandi yang menyatu dengan kamar tidurnya.
Qia Qia langsung membersihkan badannya dan sekarang dia menggunakan pakaian serba hitam namun tetap dengan ukiran ukiran bunga mawar merah pada pakaiannya dan juga jubahnya.
Qia Qia kemudian membuka jendela dan melihat jika istana tepat di depannya dan terlihat jelas meskipun jaraknya ada lima ratus meter namun dengan kekuatannya dia sangat melihat seperti jarak mereka hanya lima meter saja.
Ternyata banyak juga ras iblis darah bertanduk empat di dalam kawasan istana itu, baguslah jadi aku tidak perlu susah susah untuk menghabisi kalian semua nanti malam" ucap Qia Qia yang berbicara sendiri sambil berjalan menuju ke sebuah kursi dan di ruang tamu kamarnya itu ada sebuah meja dengan empat kursi mengelilingi meja itu.
Qia Qia sengaja membiarkan jendela terbuka karena dari kursinya itu dia masih bisa jelas melihat istana itu dan dia mengawasi secara detail sambil menikmati apel emasnya.
Qia Qia kemudian melihat cincin komunikasi miliknya dan sudah lama dia tidak mendengar suara dari cincin komunikasi itu.
"Dewi Li Mei apakah kau mendengarku" ucap Qia Qia melalui cincin komunikasi itu.
"Qia lama tidak mendengar suaramu bahkan aku sudah lama tidak berjumpa dengan mu, bagaimana kabarmu dan dimana kau sekarang" ucap Li Mei melalui cincin komunikasi itu.
__ADS_1
"Dewi Li Mei, aku berada di dunia peri dan sedang menyiapkan dunia ini untuk anda, jadi anda bersiaplah karena dalam beberapa hari kedepan anda akan kembali ke dunia peri ini, sudah banyak sekali orang yang menunggu anda disini" ucap Qia Qia dengan ramah melalui cincin komunikasi itu