
“Dewi terima kasih.” Ucap Ding Zi sambil kemudian membalikkan badannya dan menemui semua keluarganya itu,
“Dewi ini suatu berkah yang tidak terkira, ini dunia pedang kuno sudah lengkap dengan kembalinya keluarga Ding.’ Ucap Ran Mo.
“Ran Mo, apakah kau sudah tahu dimana mereka akan ditempatkan.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, sementara mereka biarkan saja di istana sampai pembangunan kota Ding selesai, saya akan mebangun kembali gunung Ding dan membiarkan mereka disana seperti dahulu kala.” Ucap Ran Mo.
“Oke jika demikian aku akan mengirim kalian ke istana tapi apakah hewan hewan buas mereka tidak akan menakutkan untuk semua keluarga Ran yang mengurus istana ku.” Ucap Qia Qia.
“Tidak Dewi, karena Klan Ran dan Klan Ding sama sama pengendali hewan buas jadi kami sudah terbiasa.” Ucap Ran Mo.
“Oke, lalu bagaimana dunia pedang kuno apakah sudah maju kembali.” Ucap Qia Qia.
:”Dewi sudah tujuh puluh persen, dan kehadiran keluarga Ding akan membuat dunia pedang kuno menjadi semakin maju.” Ucap Ran Mo.
“Ran Mo, kultivasi mu sudah naik ternyata, selamat ya, dan bagaimana dengan yang lainnya apakah juga sama.” Ucap Qia Qia yang melihat jika kini Ran Mo sudah di tingkat ilahi bumi tahap awal.
“Dewi kami semua sudah seperti ini, kami tidak ingin mengecewakan Dewi dan tidak ingin kejadian masa lalu terulang kembali.’ Ucap Ran Mo.
“Baguslah, aku akan mengajak kalian jika kalian minimal sudah setingkat dengan keluarga Ding, sementara ini cukup Ding Zi saja yang mengikuti petualangan ku.” Ucap Qia Qia.
“Siap Dewi, kami akan berlatih kembali dan terus berlatih.” Ucap Ran Mo.
“Ran Mo, saat ini kan Dunia Pedang Kuno masih dalam perlindungan segel ku, jadi ini adalah waktunya untuk kalian bisa berlatih dengan tenang, jadi jangan sampai membuatku kecewa ya.” Ucap Qia Qia.
“Siap Dewi, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi pelindung anda kembali, tidak terbalik seperti sekarang.” Ucap Ran Mo bersamaan dengan Ding Zi datang kembali dan berdiri di samping Ran Mo.
__ADS_1
“Dewi, keluarga kami sudah siap untuk berangkat dan hanya selain elang elang ini semuanya akan ikut dengan keluarga kami.” Ucap Ding Zi.
“Baiklah jika demikian.” Ucap Qia Qia sambil berjalan ke pinggir jalan besar itu dan mengeluarkan satu pintu gerbang dimensi lintas galaksi yang dihubungkan dengan halaman istananya di Dunia Pedang Kuno.
“Ran Mo, masuklah lebih dulu agar kau bisa menyambut mereka semua disana.” Ucap Qia Qia kembali.
“Baik Dewi, saudara Ding Zi aku akan menjaga keluarga mu jadi tidak perlu khawatir, dan jadilah pelindung untuk Dewi jangan terbalik ya.” Ucap Ran Mo sambil kemudian melangkah menuju gerbang dimensi.
“Saudara Ran Mo, terima kasih.” Ucap Ding Zi sambil melihat kepergian Ran Mo dan Ran Mo hanya menengok lalu tersenyum hangat ke Ding Zi dan menghilang dari pandangan semua orang setelah memasuki pintu gerbang dimensi lintas galaksi itu.
“Ding Zi, perintahkan semua keluargamu untuk masuk membawa barang barang mereka dan hewan peliharaan mereka.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Ding Zi sambil kembali melangkah menemui keluarga besarnya itu.
Satu persatu kemudian mulai memasuki pintu gerbang dimensi lintas galaksi itu demikian juga dengan semua hewan buas yang mereka miliki hingga hanya tersisa ratusan elang surga dan bersama dengan Ding Zi dan juga para bawahannya yang sudah melakukan kontrak jiwa dengan Qia Qia.
“Ding Zi, kau kan bisa berbicara dengan binatang, sekarang kau urus dulu kuda kuda itu, jangan sampai mereka tidak mau dikendalikan gara gara elang elang kalian itu.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi, saya akan mengurusnya.” Ucap Ding Zi sambil kemudian melangkah menuju ke arah kuda kuda yang kini sudah agak sedikit jauh dari lokasi mereka.
Berbeda dengan Ding Zi, qia qia kini berjalan mendekati salah satu elang surga terdekat dan Elang surga itu langsung merendahkan badannya membiarkan Qia Qia menungganginya, namun Qia Qia tidak menungganginya melainkan hanya berdiri sambil memegang kepala burung elang surga itu yang kepalanya saja sudah sebesar seekor kuda.
“Panggil elang neraka kesini aku tahu kalian pasti bisa berkomunikasi dengan elang neraka.” Ucap Qia Qia sambil mengelus ngelus kepala elang surga itu.
Elang surga itu hanya mengangguk dan setelah tangan Qia Qia terlepas dari kepalanya, Elang surga terbesar itu langsung terbang melesat ke atas dan melayang seratus meter atas tanah.
kiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk suara elang surga yang sangat menggelegar terdengar oleh semua orang yang ada di dunia Yun itu.
__ADS_1
Kiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk terdengar suara burung elang lainnya bersamaan dengan bergetarnya tanah pertanda ada gempa bumi, asap hitam kini terlihat dari gunung yang ada di sebelah kiri dan itu merupakan gunung berapi.
“Dewi mari kita pergi, gunung berapi itu akan meletus.” Ucap Ding Zi.
“Kalian salah.” Ucap Qia Qia.
kini semuanya melihat ke arah Gunung berapi itu dan semua elang ini sudah terbang seratus meter di atas tanah sambil menghadap ke arah gunung berapi yang kini berasap tebal.
Tanah terus bergetar dan bahkan getarannya semakin terasa oleh semua yang ada disana, kini semuanya melihat jika Lava setinggi lima ratus meter terlihat beterbangan keluar dari puncak gunung berapi itu bersamaan dengan pedang lava neraka yang melesat dan langsung melayang di depan Qia Qia.
“Dewi mohon gunakan Lava suci ilahi anda untuk memasukan kembali lava lava yang keluar itu, banyak penduduk yang akan menjadi korban jika dibiarkan.” Ucap Pedang Lava Neraka yang hanya terdengar oleh Qia Qia.
“Iya” ucap Qia Qia dan langsung mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan yang mengarah ke arah gunung berapi itu.
lava suci ilahi Qia Qia terlihat keluar dalam jumlah banyak dan langsung berubah menjadi jutaan bola bola kecil yang langsung melesat ke arah gunung berapi itu bersamaan dengan satu sosok burung berapi yang terbang melesat keluar dari dalam gunung berapi.
Kiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Kiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Kiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
tiga suara pekikan elang terdengar dari arah burung yang semua badannya tampak mengeluarkan api itu dan suaranya sangat menggelegar sehingga membuat banyak orang menjadi sangat ketakutan dan pekikan itu tidak berhenti melainkan terus menerus.
pedang lava kini melesat ke atas Qia Qia dan berputar dengan sangat cepat sehingga mengeluarkan dengungan yang meredam suara pekikan burung berapi itu.
“Dewi sebaiknya segera anda taklukkan itu burung elang nerakanya, kasihan para penduduk dunia ini jika harus mendengar suara burung gila itu.” Ucap Pedang lava neraka yang masih berputar dengan sangat cepat dan mengeluarkan bunyi dengungan yang sangat menenangkan untuk semua orang yang ada disana.
__ADS_1