
Qia Qia menyadari perubahan itu dan dia benar benar kaget namun segera menyesuaikan dengan situasi.
Qia Qia mencoba menggerakkan sayapnya dengan kekuatan pikirannya dan sayapnya langsung bergerak dengan sehingga menimbulkan angin yang sangat kencang beruntung Kun Yi sudah berpindah tempat karena jika tidak dia bisa terbawa oleh angin tersebut.
Qia Qia menghentikan gerakan sayapnya dan melihat jika para penduduk puncak gunung tampak semuanya berbahagia.
"Kalian semua dengarkan aku, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian dan kau tetap di sini bersama kami" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya.
Pria sepuh itu langsung berdiri dan menghadap ke para penduduk kota puncak gunung.
"Kalian sudah mendengarnya langsung dari penguasa dunia pedang kuno jadi tunggu apalagi segera kembali ke pekerjaan kalian" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan ke mereka semua.
Mereka kemudian berdiri dan melangkah memasuki bagian dalam kota puncak gunung itu dengan wajah berseri seri bergembira ria atas kehadiran Qia Qia di kota mereka meskipun tahu jika Qia Qia tidak akan menetap lama.
"Dewi silahkan ikuti saya kita akan ke istana anda" ucap Pria sepuh itu dengan hormat meminta Qia Qia dan Kun Yi mengikutinya.
Qia Qia dan Kun Yi mengikuti pria sepuh itu dan mereka berjalan bersama dengan santai namun perjalanan mereka beberapa kali terhenti karena banyak penduduk kota besar itu yang menyapa mereka saat mereka melintas.
Mereka bertiga sampai di sebuah istana kecil dan langsung memasuki aula utama istana itu, Qia Qia pun duduk di singgasananya setelah menghilangkan kembali sayapnya demikian juga dengan mahkotanya.
"Dewi, nama saya Ran Mo kami disini semua adalah klan Ran, dan kamilah yang tersisa sejak kehancuran ribuan juta tahun lalu" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Ran Mo senang bisa mengenal mu, kenalkan ini bawahanku Kun Yi, bisakah kau ceritakan kepadaku kenapa setiap seratus tahun dunia ini muncul secara acak dengan mengeluarkan lima ratus token" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, itu karena kami semua disini yang mencari anda sang penerus penguasa sebelumnya namun baru kali ini kami menemukan anda" ucap Ran Mo dengan hormat sambil kemudian berlutut dan membuka pertahanan jiwanya agar mendapatkan kontrak jiwa dari Qia Qia.
Qia Qia kemudian memberikan kontrak jiwa kepada Ran Mo dan Ran Mo langsung bersujud tiga kali untuk menghormati Qia Qia setelah mendapatkan kontrak jiwa dari Qia Qia.
"Ran Mo duduklah kembali, dan apakah para penduduk kota puncak gunung ini sudah melakukan kontrak jiwa dengan mu" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi sudah semuanya meskipun mereka keturunan saya namun tetap saya berikan kontrak jiwa kepada mereka karena saya paling membenci pengkhianatan" jawab Ran Mo dengan sangat hormat.
"Ran Mo dimana pusat dunia kecil ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
Ran Mo kemudian mengeluarkan sebuah artefak kuil dan memberikannya kepada Qia Qia dengan sangat sopan dan langsung di terima oleh Qia Qia.
"Ran Mo siapa yang memasukkan dunia ini kedalam artefak kuil ini" ucap Qia Qia dengan ramah karena melihat jika segel dan array di artefak kuil itu sangat kuno bahkan sebelum jamannya.
"Dewi, dari dulu sudah di dalam artefak kuil itu saya tidak tahu siapa yang masukannya pertama kali namun saya yakin jika itu dimasukkan oleh para leluhur kami" jawab Ran Mo dengan sangat hormat.
"Baiklah aku akan mengeluarkan dunia ini di galaksi surgawi dan kalian akan bisa hidup dengan tenang di sana, nantinya aku juta akan membuka gerbang dimensi lintas galaksi yang akan terhubung dengan dunia dunia lainnya di bawah kekuasaan ku dan juga dunia dimana para bawahan ku yang lain berada" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Terima kasih, hal ini akan sangat membantu kami semua" ucap Ran Mo dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Ran Mo kenapa kalian semua tidak menghabisi kaum kanibal sebelumnya sedangkan kalian semua sudah di tingkat pencipta Ilahi tahap akhir, bahkan anak anak saja paling rendah tingkat pencipta semesta tahap akhir" ucap Qia Qia dengan ramah menanyakan hal yang mengganggu pikirannya selama ini.
"Dewi kami tidak bisa keluar dari gunung ini karena ada sebuah kubah perlindungan transparan yang menahan kami selama ini demikian juga dengan kaum kanibal tidak bisa ke gunung ini atau ke tempat kami ini, namun tadi waktu anda memperlihatkan medali anda kubah perlindungan transparan itu sudah hancur dan kubah anda sudah membersihkan semua kaum kanibal dan hal inilah yang kami tunggu selama ini" ucap Ran Mo dengan sangat hormat.
"Baiklah aku dan Kun Yi akan keluar dari dunia ini dan apakah bisa kau hancurkan semua token yang ada agar tidak ada lagi manusia yang tertarik kesini nantinya" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.
"Siap Dewi, saya akan menghancurkan pusat token dan memastikan semua token ikut hancur" ucap Ran Mo dengan sangat hormat.
Qia Qia kemudian turun dari atas singgasananya dan berdiri di samping Kun Yi.
"Kami pergi dulu dan aku akan kembali kesini setelah mengeluarkan dunia ini ke Galaksi surgawi" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian berteleportasi kembali ke kediamannya di dunia peri dengan membawa Kun Yi bersamanya.
Ran Mo yang melihat Qia Qia dan Kun Yi menghilang kemudian berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Qia Qia meskipun dia tahu Qia Qia tidak mengetahuinya lalu dia melangkah menuju bagian menara istana dan menghancurkan sebuah altar yang ada disana berbarengan dengan altar itu hancur token Qia Qia dan Kun Yi juga hancur menjadi abu dan ratusan orang dunia peri yang masih ada di hutan hutan dunia pedang kuno pun dikembalikan ke dunia peri dengan paksa.
"Kun Yi kau beristirahatlah dulu, aku akan pergi sebentar" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menghilang dari pandangan Kun Yi.
Kun Yi hanya menarik nafas dalam dalam karena dia tidak menyangka dia akan pulang ke kediaman Qia Qia dalam hitungan detik saja.
Sementara itu Qia Qia sudah muncul dua ratus kilometer dari angkasa dunia lotus dan dia sudah melayangkan artefak kuil kuno di depannya dan menjaga artefak kuil kuno itu agar tetap melayang tenang dua meter di depannya.
Qia Qia kemudian menggerakkan tangannya dengan cepat lalu mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap ke artefak kuil kuno itu dan cahaya putih pekat keluar dari dalam telapak tangannya dan melesat lalu mengikat dunia pedang kuno yang ada di dalam artefak kuil kuno itu.
__ADS_1
Kraaaaaaaaaak Booooooooooom
Terdengar suara yang sangat kencang bahkan terdengar oleh semua penduduk dunia dalam galaksi surgawi itu.