Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Kediaman Puncak Bukit Mawar


__ADS_3

Qia Qia menerima cincin dimensi itu dan dia melihat semua isinya lalu mengeluarkan medali yang dimaksudkan oleh Wi Yu.


Medali itu berwarna merah dengan gambar bulan di tengahnya dan benar sesuai ucapan dari Wi Yu jika tidak ada nama pemilik di medali itu.


"Perketat semua penjagaan dan selalu perhatikan orang orang yang memasuki kota kita, karena takutnya masih ada mata mata di kota mawar kita ini" ucap Qia Qia kembali.


"Baik Dewi, jika mereka mengirim mata mata dari pasukan khusus mereka maka saya juga bisa kok memata matai mereka karena banyak prajurit saya di ibukota kerajaan dan ibukota kekaisaran meskipun tidak ada di dalam istana." Ucap Wi Yu dengan sangat hormat.


"Apakah pasukan khusus tinggal di istana?" tanya Qia Qia dengan ramah.


"Tidak Dewi, mereka tidak di istana melainkan di ibukota kerajaan dan kekaisaran, sembilan puluh sembilan persen yang tinggal di ibukota merupakan pasukan khusus, ini agar tidak ada yang bisa menyerang istana" ucap Wi Yu menjelaskan.


"Jadi seperti itu, baiklah Wi Ni besok mulailah bekerja di kediaman kota yang baru dan Wi Yu besok pagi perintahkan agar pembangunan tembok di mulai saja" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik Dewi Qia saya pamit dahulu untuk meningkatkan penjagaan dan sekaligus meminta semua ahli bangunan untuk bekerja" ucap Wi Yu dengan sangat hormat sambil berdiri lalu memberikan, penghormatan kepada Qia Qia dan langsung meninggalkan Qia Qia.


"Dewi ini berisi semua kwitansi jual beli dan juga berisi semua surat surat kepemilikan dari semua bangunan yang anda beli, saya juga sudah menyimpan peta kota agar anda mudah untuk mengetahui dimana saja aset anda" ucap Wi Ni dengan sangat hormat sambil memberikan sebuah cincin dimensi kepada Qia Qia.


"Wi Ni terima kasih, dan Wi Ni aku memerlukan bantuan mu untuk mendata semua penduduk kota kita yang belum memiliki kediaman, belum memiliki tempat usaha dan juga semua besok pilih satu tempat untuk rumah berobat, rumah yatim pintu dan juga langsung carikan orang orang yang bisa bekerja di rumah yatim piatu." Ucap Qia Qia dengan sangat ramah.

__ADS_1


"Baik Dewi, saya akan melaksanakan perintah anda besok saya akan membereskan semuanya, dan Dewi bagaimana dengan renovasi kediaman ini apakah akan segera kita mulai" ucap Wi Ni dengan hormat.


"Tentu saja harus segera kita mulai, namun sebelum itu aku minta agar seluruh area ini di sterilkan dari semua penduduk yang melintas selama pembangunan, sampaikan ke semua pemilik bangunan di sekitar agar mereka menggunakan jalan lain sementara, aku yakin mereka tidak akan keberatan kan mereka juga sudah menjadi saudara mu saat ini" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat.


"Baik Dewi saya mengerti maksud anda dan saya akan melaksanakan perintah anda besok pagi, jika demikian maka apakah anda juga akan menggunakan tenaga ahli bangunan kota mawar" ucap Wi Ni kembali.


"Tentunya harus seperti itu, karena mereka sudah melakukan kontrak jiwa dengan ku jadi mereka tidak akan menceritakan kepada siapa pun tentang apa yang mereka lakukan di sini, untuk sementara aku akan mengisi kediaman baru kita yang di belakang saja yang baru kita beli" ucap Qia Qia sambil tertawa ringan.


"Dewi kediaman belakang itu sangat mewah dan luas saya sudah melihatnya tadi sore" ucap Wi Ni sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.


"Dan saya juga sudah meminta bawahan yang lain untuk membersihkannya takut anda ingin menginap disana malam ini" ucap Wi Ni kembali melanjutkan perkataannya.


"Dewi di puncak bukit ada sebuah kediaman yang sangat indah dan megah, dan sangat cocok untuk anda, besok saya akan menyuruh yang lain untuk menanam banyak bunga mawar agar bisa mewakili kota mawar" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Benarkah, ayo kita kesana jika demikian" ucap Qia Qia dengan sangat bersemangat sambil berdiri dan berjalan ke halaman lalu terbang melesat ke arah bukit kediaman barunya di ikuti oleh Wi Ni.


Qia Qia dan Wi Ni pun kemudian mendarat tepat di depan kediaman yang berada di atas bukit itu.


"Wi Ni ini sangat indah, aku sangat menyukainya, dan kau benar aku akan tinggal disini saja" ucap Qia Qia sambil melihat sekelilingnya dan meskipun sudah malam namun cahaya bulan purnama membuat semuanya masih jelas terlihat.

__ADS_1


Lampu lampu kota terlihat dengan sangat jelas dan ini menjadikan daya tarik sendiri kediaman baru Qia Qia.


"Benar Dewi Qia, kediaman ini sangat cocok untuk anda" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Wi Ni, ayo kita lihat kamar ku dan kamar kamar yang lainnya" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki kediaman barunya.


Sinar bulan purnama terlihat semakin bersinar dan Qia Qia bersama Wi Ni masih terus memeriksa semua ruangan yang ada di kediaman baru Qia Qia lalu keduanya kembali duduk di kursi teras menikmati pemandangan kota mawar yang sangat indah sambil menikmati teh herbal.


"Wi Ni, jika aku membangun tembok di seluruh area kediaman kita ini bagaimana menurutmu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menikmati teh herbal.


"Dewi, jutaan penduduk kota mawar sudah melakukan kontrak jiwa dengan anda dan ini saya yakin melebihi semua orang yang ada di dunia bulan ini, bahkan saya berani yakin kaisar sendiri tidak memiliki bawahan setia sebanyak anda, seandainya kita juga melatih semua penduduk kota mawar menjadi seorang ahli kultivasi maka saya yakin pasukan anda adalah yang terkuat di seluruh dunia bulan ini" jawab Wi Ni dengan hormat dan penuh pertimbangan dalam semua kata katanya.


"Apakah kau pernah mendengar cerita tentang Dewi Hao Ling" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi Hao Ling adalah sosok yang sangat berarti buat kami semua, dan buat kami seluruh penduduk kota mawar serta sebagian besar penduduk dunia bulan, seandainya Dewi Hao Ling yang menjadi kaisar maka saya yakin dunia bulan ini lebih berkembang dan bisa bersaing dengan dunia dunia lainnya di galaksi surgawi ini" ucap Wi Ni dengan sangat bersemangat dan terlihat sangat jujur.


"Wi Ni, Dewi Hao Ling masih hidup dan aku sangat mengenalnya dengan baik, aku ke dunia ini sebenarnya untuk menjadikan Dewi Hao Ling kembali sebagai pemimpin dunia bulan, namun selain aku hendak membangun tempat untuk semua pasukan wanita ku aku juga ingin menyelamatkan nyawa seluruh penduduk yang tidak berdosa" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi apakah anda bukan berasal dari dunia Bulan?" Ucap Wi Ni dengan sangat hormat dan sangat ingin tahu kebenarannya.

__ADS_1


__ADS_2