Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Menemukan lokasi penduduk asli


__ADS_3

Qia Qia yang sudah berada dalam bola cahaya transparan yang melindunginya dari segala macam serangan serta tidak terlihat oleh siapapun lalu berteleportasi ke atas perkampungan penduduk itu.


Qia Qia muncul di atas sebuah bangunan tertinggi di perkampungan penduduk itu dan benar seperti dugaannya sebelumnya jika tempat itu sebuah kota besar yang sudah cukup maju seperti kota kota lainnya di dunia yang lain.


"Baiklah waktunya aku mencari target untuk membantu meringankan pelatihan Kun Yi nanti" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil mengedarkan kesadaran jiwanya ke semua area kota itu untuk memeriksa kota itu dengan detail.


Qia Qia tidak memerlukan waktu lama untuk menemukan satu orang yang memiliki kultivasi tingkat pencipta ilahi tahap akhir di kota itu dan dia pun langsung berteleportasi ke lokasi orang itu.


Qia Qia muncul di sebuah taman dan melihat ada seorang pria sepuh yang sedang duduk di kursi taman sambil meminum teh dan memperhatikan ikan yang lumayan banyak di kolam ikan depannya.


"Baiklah kau yang pertama" ucap Qia Qia dalam sambil tersenyum dan mendekati pria sepuh itu dari belakang dan setelah dia ada di belakang pria sepuh itu Qia Qia mengeluarkan pedang lava neraka dan langsung mengayunkannya tepat ke leher pria sepuh itu.


Pria sepuh itu merasakan adanya perubahan udara namun belum sempat dia menoleh dia sudah kehilangan kepalanya.


Tepat saat kepala pria sepuh itu mencapai tanah langsung berubah menjadi abu demikian juga dengan badannya sehingga kini di kursi yang sebelumnya di duduki oleh pria sepuh itu hanya ada abu yang berwarna abu abu kehitaman.


"Kau tidak akan bisa merasakan kehadiranku kecuali kau setingkat dengan ku" ucap Qia Qia sambil mengambil cincin dimensi yang jatuh ke tanah, dia kini sudah bisa menguasai sepenuhnya kekuatan pedang lava neraka sehingga bisa menentukan mana bagian yang terbakar mana yang tidak.

__ADS_1


Jadi meskipun pakaian pria sepuh itu dan semua yang ada di badannya terbakar Qia Qia masih bisa membuat cincin dimensi atau benda lain pada targetnya utuh.


Qia Qia melihat ke dalam cincin dimensi pria sepuh itu dan wajahnya tersenyum puas melihat isi cincin dimensi itu karena dari semua korbannya di dunia pedang kuno pria sepuh itu merupakan yang paling kaya.


"Ternyata kekayaanmu sangat melimpah, tidak salah aku membuatmu korban pertama di kota ini" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil memindahkan semua isi cincin dimensi tersebut kedalam cincin dimensinya sendiri lalu menyimpan cincin kosong itu di dalam cincin dimensinya juga.


Qia Qia kemudian mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa rumah besar milik pria sepuh itu dan menemukan ada hampir lima puluh orang di rumah itu.


"Kediaman mu ternyata sangat ramai dan ada sepuluh orang yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir dan sisanya disini pencipta abadi tahap awal, sungguh aku tidak harus bersusah payah mencari jauh jauh" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melayang menuju bagian dalam rumah besar itu dengan pedang Lava neraka yang masih ada di tangannya.


Satu persatu orang yang ada di kediaman besar itu menjadi abu dan semuanya tidak mengetahui penyebab mereka menjadi abu, hanya memerlukan waktu tidak sampai setengah jam Qia Qia sudah membereskan semuanya dan dia kini berdiri di depan pintu masuk ke ruang bawah tanah yang tersegel oleh segel kuno yang sangat lemah menurut Qia Qia namun jika dihancurkan maka akan membuat suara yang menarik perhatian orang orang yang ada di luar kediaman besar itu.


Qia Qia kemudian berteleportasi kembali ke atas kediaman besar itu dan melihat sekelilingnya dengan teliti dan sejauh ini yang dilihatnya semuanya ada kaum kanibal saja.


"Sudah tidak ada ada yang membahayakan Kun Yi dan sebaiknya aku menyegel kota ini saja" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil menunjuk ke arah langit dan cahaya transparan melesat keluar dari jari telunjuknya lalu menyebar dan membentuk kubah perlindungan yang menutupi seluruh areal kota itu.


Qia Qia belum beranjak dari tempat nya berada namun dia melihat ke arah perahunya yang sudah berjarak satu kilometer dari pantai kota itu dan belum melihat Kun Yi sehingga dia kembali berteleportasi ke atas awan dan mencoba mencari lokasi lain yang menjadi pusat dari kaum kanibal.

__ADS_1


Sejauh dari penglihatan Qia Qia di atas awan hanya kota besar itu saja yang ada di sana namun dia menemukan sebuah perkampungan penduduk di sebuah puncak gunung dan puncak gunung itu memiliki tembok pertahanan yang sangat tinggi dan juga kuat.


"Mereka semua bukan kaum kanibal dan aku sangat yakin jika hanya mereka saja yang masih Manusia biasa dan juga merupakan penduduk asli dunia pedang kuno ini" ucap Qia Qia sambil melesat ke atas awan yang ada di atas puncak gunung itu.


Qia Qia mengawasi para penduduk puncak gunung dengan teliti dan dia menemukan jika di puncak gunung itu kehidupan manusia berjalan dengan normal bahkan ada perkebunan dan peternakan disana.


"Kalian penduduk asli dunia pedang kuno sampai mengisolasi diri kalian di puncak gunung ini dan kalian bahkan sampai membuat tembok pertahanan sekuat dan setinggi ini, aku akan mendatangi kalian dan mengembalikan dunia ini kepada kalian setelah pelatihan Kun Yi selesai nanti" ucap Qia Qia sambil melihat para penduduk puncak gunung itu dengan teliti.


Qia Qia kemudian terbang menuju perahunya kembali dan dia memilih terbang agar bisa sambil mengawasi apa yang ada di bawahnya.


"Ternyata Kun Yi sudah selesai berkultivasi" ucap Qia Qia sambil terus melesat menuju perahunya dan dia melihat jika Kun Yi sudah berdiri di geladak perahu sambil memperhatikan sekelilingnya.


Qia Qia tidak muncul di geladak perahu namun dia memilih untuk muncul di depan kamarnya lalu menghilangkan bola cahaya perlindungannya itu dan langsung berjalan menuju geladak perahu untuk menemui Kun Yi.


"Kun Yi kau sudah selesai ternyata, aku kira kau akan memerlukan waktu berhari hari dan selamat atas kenaikan tingkat kultivasi mu kini kau sudah menjadi tingkat pencipta abadi tahap awal dan selesai pelatihan mu ini aku yakin jika kau bisa mencapai tingkat pencipta abadi tahap akhir" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berdiri di belakang Kun Yi.


Kun Yi membalikan badannya dan langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Qia Qia.

__ADS_1


"Dewi Mawar saya Kun Yi memohon agar anda menjadikan saya bawahan anda" ucap Kun Yi sambil tetap berlutut dan sudah membuka pertahanan jiwanya.


__ADS_2