
"Nona terima kasih" ucap wanita muda itu sambil tersenyum hangat dan kemudian melangkah meninggalkan Qia Qia sendirian di lorong depan kamar yang di sewa Qia Qia.
Qia Qia melangkah memasuki kamarnya dan langsung mengunci pintu dan memasang segel perlindungan di kamar itu agar tidak mendapatkan gangguan apapun saat dia di dalamnya.
Qia Qia kemudian berjalan ke arah jendela dan membukanya lalu melihat keluar dan benar dari lokasinya saat ini dia bisa melihat panggung turnamen itu dengan sangat jelas.
"Panggung itu memang cocok di sebut panggung pembantaian, di era peperangan saja mereka masih sempat sempatnya melakukan turnamen dan mengurangi jumlah manusia yang memiliki kultivasi tinggi, bukan malah menambah jumlah kultivator agar benua ini menjadi kuat" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil memandangi panggung turnamen itu.
"Sebaiknya aku beristirahat dulu dan nanti malam aku baru membuat kekacauan di istana kerajaan" ucap Qia Qia kembali berbicara sendiri sambil melangkah menuju kamar mandi lalu membersihkan diri dan langsung melangkah menuju kamar tidur.
Qia Qia tertidur dengan pulas sampai tepat jam 01.00 wib dia terbangun dan langsung membersihkan diri lalu menggunakan pakaian serba hitam karena untuk kali ini dia tidak berencana menggunakan bola segel perlindungan dan ilusi seperti biasanya.
Qia Qia yang sudah berpakaian serba hitam dan menggunakan cadar warna hitam juga langsung berteleportasi ke atas genteng penginapan dan berdiri di atas genteng dengan tenang.
"Kenapa banyak sekali yang berpakaian seperti ku" ucap Qia Qia yang melihat jika banyak orang berpakaian hitam dan menggunakan penutup wajah juga yang melesat menuju istana.
Qia Qia kemudian terbang melesat ke atas istana kerajaan itu dan dalam perjalanannya dia melihat jika ada lebih dari lima ratus orang yang berpakaian hitam terbang ke arah istana juga dan ada lebih dari seribu orang yang berlari menuju istana kerajaan itu.
"Sepertinya akan ada peperangan namun ternyata pihak prajurit mendukung pemberontakan ini" ucap Qia Qia sambil melihat beberapa orang prajurit yang berjaga di pintu gerbang sedang berganti pakaian dari pakaian prajurit ke pakaian serba hitam dan menggunakan penutup muka berwarna hitam juga.
"Sepertinya bukan hanya aku saja yang ingin menghabisi pihak kerajaan ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil terus mengawasi istana dan bagian luar istana.
Qia Qia melayang lima ratus meter dari atas tanah dan dia semakin yakin jika semuanya hendak menggulingkan sang raja yang merupakan jelmaan dari Jenderal iblis darah bertanduk empat itu.
"Jika aku lihat perkuatan mereka sebanding, jadi sebaiknya aku menonton saja dulu dan bergerak saat ada dari mereka yang membutuhkan bantuan" ucap Qia Qia kembali berbicara sendiri dan mengawasi semua yang bisa dia lihat dari lokasinya saat ini.
Para penyerang itu memasuki istana dengan lancar bahkan melalui pintu gerbang istana yang sudah di buka lebar dan mereka langsung menyisir istana itu.
__ADS_1
Pertarungan pun terjadi di dalam istana antara para penyerang itu dengan pasukan khusus kerajaan yang merupakan ras iblis darah bertanduk empat yang menjelma menjadi manusia.
Qia Qia kemudian melesat dengan cepat ke bawah karena melihat jika ada satu orang wanita yang berpakaian serba hitam kewalahan menghadapi lima orang pasukan khusus kerajaan.
Traaaaaang kraaaaaaaaaak.
Pedang Lava neraka menahan pedang pasukan khusus kerajaan yang hendak memotong leher wanita yang berpakaian hitam itu saat wanita itu terjatuh dan pedang milik prajurit khusus kerajaan itu kalah sehingga patah.
Qia Qia langsung menggerakan badannya dan dengan gerakan memutar yang sangat cepat mengayunkan pedang lava neraka ke leher kelima orang pasukan khusus kerajaan itu.
sreeeeeeet sreeeeeeet sreeeeeeet sreeeeeeet sreeeeeeet
Lima orang pasukan khusus kerajaan itu kehilangan kepala mereka dan tubuh mereka langsung terjatuh lalu menjadi abu.
"Nona terima kasih sudah membantu saya" ucap wanita yang berpakaian hitam dan menggunakan penutup muka berwarna hitam sambil berdiri dan mengambil pedangnya yang terlepas.
"Sama sama, dan tetap waspada" ucap Qia Qia sambil terbang melesat ke atas istana itu kembali.
Qia Qia melayang seratus meter dari atas tanah dan melihat jika wanita muda itu terus bertempur dengan prajurit khusus kerajaan namun tidak lagi sendiri seperti tadi melainkan sudah bergabung dengan rekannya yang lain.
"Jadi mereka orang orang sekte yang tadi bilang mau ikut turnamen namun ternyata mereka hendak memberontak terhadap kerajaan, oke kini sudah jelas" Ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil terus mengawasi yang ada dibawahnya.
Booooooooooom
Suara ledakan akibat pertemuan serangan Qi tingkat tinggi terdengar dan Qia Qia melihat ada pertarungan antara seorang jenderal pasukan khusus kerajaan terhadap satu orang laki laki berpakaian serba hitam keduanya sama sama memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir dan terlihat jika laki laki yang berpakaian hitam itu kini terlempar mundur sampai terbaring di atas tanah.
Qia Qia melihat jika jenderal pasukan khusus kerajaan itu berjalan mendekati pria berbaju hitam dan Qia Qia langsung melesat dengan cepat ke depan pria berbaju hitam.
__ADS_1
Sang Jenderal pasukan khusus kerajaan yang melihat Qia Qia muncul langsung mengayunkan pedangnya dan Qia Qia yang memiliki tingkat kultivasi jauh di atas nya melihat jika gerakan pedang sang Jenderal pasukan khusus kerajaan itu sangat pelan sehingga dapat dengan mudah dia tangkis.
Traaaaaang kraaaaaaaaaak
Pedang Lava neraka selain menangkis juga mematahkan pedang sang Jenderal pasukan khusus kerajaan itu dan Qia Qia dengan sangat cepat mengayunkan pedangnya kembali dan
Sreeeeeeet
Tangan kanan sang Jenderal pasukan khusus yang masih memegang gagang pedang terputus oleh sabetan pedang lava neraka dengan sekali tebas.
Qia Qia tidak berhenti di situ melainkan langsung memutar tubuhnya dengan sangat cepat dan
Sreeeeeeet
Leher Sang Jenderal pasukan khusus kerajaan itu terputus dan langsung jatuh lalu terbakar menjadi abu.
Dengan masih memegang pedang lava neraka Qia Qia mengambil cincin dimensi milik jenderal pasukan khusus kerajaan yang sudah menjadi abu itu dengan tangan kirinya lalu menyimpannya di dalam cincin dimensinya.
Qia Qia kemudian berjalan mendekati pria yang sebelumnya terbaring itu dan melihat jika pria berbaju hitam itu sedang berusaha untuk berdiri dengan mengandalkan pedangnya sebagai alat bantu.
"Terima kasih pendekar" ucap pria berbaju hitam itu ke Qia Qia dengan sangat hormat sambil terus berusaha untuk berdiri kembali namun pria berbaju hitam itu bukannya bisa berdiri malah terjatuh kembali sambil berlutut satu kaki karena masih berpegang pada pedangnya dan
Uhuuuuuk
Pria berbaju hitam itu muntah darah.
Pria berbaju hitam itu membuka penutup mukanya dan Qia Qia melihat jika pria berbaju hitam itu adalah seorang pria sepuh.
__ADS_1