
Mereka berdua mendarat di atas dahan yang sangat besar persis tiga puluh meter di atas tanah dan kini keduanya melihat ada sebuah lubang berdiameter satu meter di batang pohon itu.
"Dewi lubang ini yang saya maksudkan, Namun di dalam sangat gelap dan saya tidak memiliki kristal cahaya karena lupa mengambilnya di pelelangan." Ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
Qia Qia kemudian menggerakkan tangannya kembali dengan cepat dan menyentuh pundak Kun Yi, cahaya putih bersinar keluar dari dalam telapak tangannya dan langsung menyebar ke seluruh bagian tubuh Kun Yi lalu meredup dan menghilang namun kini tubuh Kun Yi sudah terlindungi oleh segel pertahanan yang sangat kuat.
Qia Qia lalu mengeluarkan sebuah bola kristal cahaya dan melemparnya ke dalam lubang besar itu sehingga lubang di dalam pohon itu kini sangat terang dan bisa di lihat oleh mereka berdua.
"Ayo kita masuk" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berjalan memasuki lubang besar di batang pohon itu dan ternyata benar dalamnya sangat luas selebar delapan meter.
Di dalam pohon itu juga ada anak tangga melingkar ke bawah sehingga mereka berdua pun langsung berjalan menuruni anak tangga yang terbuat dari pohon itu sendiri.
"Kun Yi, apakah memang dalamnya seperti ini" ucap Qia Qia sambil terus melangkah.
"Tidak dewi, aslinya hanya selebar satu meter sama seperti di lubang luar" ucap Kun Yi dengan hormat sambil terus berjalan mengikuti Qia Qia dan bola kristal cahaya terus terbang melayang di atas mereka menerangi langkah mereka.
Mereka terus berjalan dan kini setelah mereka berjalan lima puluh meter mereka menemukan sebuah ruangan kecil berdiameter dua puluh meter dengan tinggi ruangan lima meter mereka juga kembali menemukan anak tangga yang Menuju ke bawah namun sama dengan ruangan itu anak tangga itu terbuat dari batuan alam bukan lagi kayu seperti saat mereka berjalan di dalam batang pohon.
Dua jam berlalu dan kini mereka sudah sampai di ujung lorong itu dan menemukan sebuah ruangan besar seluas dua ratus lima puluh meter namun mereka terhalang oleh sebuah segel perlindungan kuno yang berwarna hitam pekat tanpa bisa di lihat apa yang ada di dalam segel itu.
"Kun Yi segel ini sangat kuno dan usianya sudah lebih dari dua ratus ribu tahun" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke arah segel itu dan mempelajarinya.
"Dewi, apakah kita akan menyerang segel ini" ucap Kun Yi yang nampak kecapean setelah berjalan dua jam lebih itu.
"Jika kau menyerangnya maka bangunan ini akan runtuh karena segel ini di desain khusus untuk menghancurkan seluruh ruang bawah tanah ini dan juga segel ini sebelumnya pernah ada yang menyerangnya lihatlah retakan retakan di atas kita itu" ucap Qia Qia sambil menunjuk atas kepalanya.
__ADS_1
Kun Yi langsung melihatnya dan benar jika atap ruang bawah tanah itu kini sudah mulai retak dan terlihat banyak sekali retakannya sampai ke dinding di dekatnya.
"Kau mundur sedikit" ucap Qia Qia sambil mundur dua langkah dari tempatnya berdiri demikian juga Kun Yi yang kemudian mundur lima langkah dan berdiri di atas anak tangga karena ruanh terbuka antara tangga dan segel itu hanya lima meter saja.
"Segel perlindungan ini hanya menutup area kecil ini saja untuk menahan orang orang yang hendak masuk ke dalam, segel ini tidak menutupi seluruh area jadi aku akan menguatkan ruangan bawah tanah ini dulu saja" ucap Qia Qia sambil menggerakkan tangannya dengan cepat dan langsung mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya lurus dengan badannya.
Cahaya putih pekat tampak keluar dari dalam telapak tangannya itu dan langsung mengenai bagian atas ruangan itu lalu menyebar ke seluruh bagian ruangan termasuk lorong dan anak tangga juga pohon kuno yang menjadi pintu masuk mereka berdua.
Qia Qia tidak berhenti sampai disitu saja melainkan kembali menggerakkan tangannya dan kini tangan kanannya terangkat lurus ke depan sejajar dengan bahunya dengan telapak tangan menghadap ke arah segel kuno itu.
Cahaya berwarna putih kembali keluar dari dalam telapak tangannya dan langsung mengenai segel kuno itu lalu menyebar dan menutupi seluruh lapisan segel kuno dari dua arah yaitu luar dan dalam.
Booooooooooom kraaaaaaaaaak booooooooooom
Suara ledakan yang sangat kencang terdengar dan juga suara seperti kaca pecah lalu suara Ledakan lagi terdengar.
"Kun Yi diam di tempat jangan bergerak" ucap Qia Qia sedikit berteriak kencang karena dia melihat ada dua ekor ular yang sangat besar melesat ke arah nya di ikuti oleh ribuan ular kecil.
Qia Qia dengan cepat menggerakan tangannya kembali dan meninju ke arah ular ular itu.
"Tinju neraka" ucap Qia Qia dengan kencang dan terlihat api yang sangat panas melesat keluar dari dalam tinjunya bukan hanya satu melainkan sampai ratusan.
Qia Qia kemudian mengeluarkan pedang nya dan dia langsung mengayunkan pedangnya dengan cepat.
"Ilmu pedang neraka" ucap Qia Qia sambil mengayunkan pedangnya dan dari setiap ayunan pedangnya itu nampak keluar cahaya cahaya merah kehitaman yang melesat menuju ular ular itu.
__ADS_1
Booooooooooom
Booooooooooom
Booooooooooom
Booooooooooom
Booooooooooom
Booooooooooom
Suara suara ledakan kencang kembali terdengar dan getaran hebat terjadi di ruangan itu bahkan membuat gunung itu seakan sedang mengalami gempa bumi.
Lima belas menit berlalu dan kini sudah tidak terdengar lagi suara Ledakan, asap hitam tebal itu juga sudah menghilang seluruhnya sehingga bola kristal cahaya itu kembali menyinari ruangan itu.
Kun Yi terlihat kaget dengan apa yang dia lihat karena kini sejauh mata memandang yang ada adalah bangkai bangkai ular kecil dan ada dua bangkai ular besar berdiameter sampai sepuluh meter dengan panjang hampir seratus meter namun sudah terpotong potong tubuhnya itu.
Ruangan itu kini sangat bau amis akibat banyaknya darah ular disana namun tidak ada setetes pun darah ular yang mengenai Kun Yi maupun Qia Qia.
" Kun Yi bisakah kau mundur lagi, aku akan membakar semua bangkai ular ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.
"Baik Dewi" ucap Kun Yi yang masih terkejut dengan apa yang dilihatnya ternyata ruangan itu hanya di penuhi oleh ular ular itu saja, yang memiliki bisa sangat mematikan.
Kun Yi langsung membalikan badannya dan berlari menaiki anak tangga sampai sepuluh meter dari tempat dia berdiri sebelumnya.
__ADS_1
Qia Qia melihat Kun Yi sudah pindah tempat langsung menggerakkan tangannya dengan sangat cepat dan tangan kanannya langsung terangkat lurus ke depan sejajar dengan bahunya.