
Kekuatan Lava itulah yang selama ini membuat keduanya masih bisa bertahan hidup sehingga mereka hanya bisa mempertahankan posisi mereka agar terus bisa mengambil energi kehidupan dari lava tersebut.
Qia Qia kemudian mengeluarkan sebutir pil penyembuh tingkat pencipta dari dalam cincin dimensinya dan langsung memasukan ke mulut ayahnya lalu dia melakukan hal yang sama untuk ibundanya itu.
Qia Qia tidak berhenti di sana karena tahu vitalitas ayah dan ibunya sudah sangat lemah dan bergantung kepada lava abadi di goa itu jadi dia mengeluarkan satu poci teh herbal buatan Long Tian dengan satu cangkirnya lalu menuangan isi poci tersebut ke cangkir dan meminumkannya ke mulut ayahnya demikian juga satu gelas untuk ibundanya itu.
Perubahan drastis terlihat dengan sangat jelas dimana kulit kedua orang tuanya itu kini mulai terlihat sehat dan segar kembali.
Vitalitas kedua orang tuanya juga kini semakin membaik yang terlihat dengan detak jantung yang makin membaik dan mulai perlahan normal dari sebelumnya yang sangat lemah.
Tubuh kedua orang tuanya itu juga kini mulai terlihat berisi dan terus berisi.
Qia qia kembali menuangkan teh herbal di poci itu ke cangkir di tangan kanannya dan kembali meminumkannya ke ayah dan juga ibunya agar kondisi ayah ibunya semakin membaik.
Qia Qia kemudian berpindah ke belakang ayah ibunya dan dia duduk dalam sikap lotus sambil mengangkat kedua tangannya dan menempelkan ke punggung ayah ibunya lalu perlahan mengalirkan Qi nya untuk membantu agar kesembuhan ayah ibunya semakin baik.
Dua jam berlalu dan kini ayah ibunya sudah normal kembali dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar dan tampak lebih muda dari usianya karena tidak ada kerutan sama sekali, baik di wajah maupun bagian tubuh lainnya.
Qia Qia kemudian menghentikan pemberian aliran Qinya itu lalu berdiri dan melangkah kedepan ibunya yang menggunakan pakaian yang sudah compang camping sehingga dia mengeluarkan satu set pakaiannya dan memberikannya untuk ibunya itu.
"Ibu pakailah dan ayah tunggu sebentar, Qia akan mencarikan pakaian untuk ayah" ucap Qia Qia sambil berteleportasi kembali ke taman tempat dia pertama kali muncul dan melihat jika disana hanya ada sang jenderal dan sepuluh orang yang mendapatkan hukuman dari nya.
__ADS_1
"Dimana aku bisa mendapatkan pakaian laki laki" ucap Qia Qia yang muncul di belakang mereka.
Semuanya langsung membalikkan badannya dan karena sudah mengetahui keberadaannya dari para prajurit mereka semua langsung berlutut di depan Qia Qia.
"Mohon ampunan Putri Qia Qia" ucap mereka semua kompak dan terdengar sangat hormat.
"Aku bertanya sekali lagi dimana aku bisa mendapatkan pakaian laki laki untuk ayah ku, apa aku harus pakai cara kasar lagi" ucap Qia Qia dengan sangat tegas.
"Putri saya akan mengambilnya untuk anda" ucap sang Jenderal sambil berdiri lalu terbang melesat dengan sangat cepat dan membuat Qia Qia menggelengkan kepalanya.
"Kalian semua akan mendapatkan hukuman dari ku" ucap Qia Qia sambil menekan sepuluh orang ras iblis darah bertanduk empat itu dengan aura kematiannya lagi.
"Kami mohon ampunan Putri Qia Qia" ucap mereka menyampaikan hal yang sama sambil menahan rasa sakit yang mereka rasakan.
"Ampun Putri, maafkan kami" ucap mereka semua meskipun sudah tidak kompak lagi namun mengutarakan hal yang sama.
Qia Qia tidak menggubrisnya dan terus memberikan hukuman untuk mereka semua sambil berjalan ke arah kolam itu lalu mengangkat mereka semua dengan kekuatan auranya dan memasukan mereka ke dalam kolam itu sambil terus mengunci mereka semua.
"Putri Qia Qia mohon maaf, Ini saya bawakan pakaian untuk Raja Qia Zi" ucap Sang Jenderal iblis darah bertanduk empat itu yang telah datang kembali menyerahkan satu set pakaian laki laki dengan jubah kerajaan dan juga sebuah mahkota dan Jenderal tersebut dalam posisi berlutut di belakang Qia Qia.
Qia Qia membalikkan badannya dan mengambil satu set pakaian dan mahkota tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih namun kau tetap harus menerima hukuman dari ku, kau mau masuk ke kolam itu sendiri atau aku yang mengangkat mu" ucap Qia Qia dengan sangat tegas dan mendominasi.
"Putri saya masuk sendiri saja" ucap jenderal iblis darah bertanduk empat itu sambil berdiri lalu melesat ke dalam kolam dan kembali berlutut.
"Bagus, karena kalian sangat emosional dan otak kalian beku maka aku akan mengencerkan otak kalian saja" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat dan menunjuk ke bibir kolam itu.
Lava suci ilahi milik Qia Qia terlihat keluar dari jari telunjuknya itu dan langsung melesat menuju bibir kolam lalu menyebar ke sekeliling kolam.
Kini bibir kolam ikan itu terlihat di kelilingi oleh lava suci ilahi milik Qia Qia dan Qia Qia melepas ikatan auranya namun mereka semua bukannya senang melainkan merasakan panasnya lava suci ilahi Qia Qia.
"Sudah lima ratus juta tahun aku tidak menghukum orang di sini dan kalian jadi pertama, silahkan jika bisa keluar keluar saja, aku mau pergi dulu" ucap Qia Qia sambil kemudian menghilang dari taman itu dan kembali ke Gua keabadian dan muncul di depan ayah dan ibunya.
"Ayah ini pakaian untuk ayah, jika tidak muat maka aku akan membakar tangan jenderal iblis darah itu" ucap Qia Qia sambil memberikan pakaian dan mahkota yang dibawanya ke ayahnya.
"Kau melakukan hukuman kolam ikan lagi bukan" ucap Qia Zi sambil menerima pakaian yang diberikan oleh Qia Qia demikian juga dengan mahkota miliknya itu.
"Ibu aku merindukan mu" ucap Qia Qia yang menolak menjawabnya namun langsung memeluk ibunya dengan sangat erat.
"Qia ibu juga merindukan mu, ibu dan ayah bertahan disini karena kami yakin kau akan kembali menemui kami" ucap ibu Qia Qia itu dengan sangat ramah dan penuh kasih sayang sambil mengelus rambut Qia Qia lalu melepaskan pelukan itu.
Ayah Qia Qia langsung berpindah tempat ke lorong Goa bagian dalam dan langsung memakai pakaian yang di bawakan oleh Qia Qia demikian juga dengan mahkotanya itu lalu kembali menemui mereka berdua.
__ADS_1
"Qia, ayah sangatlah merindukan mu, maafkan ayah atas kesalahan masa lalu ayahmu ini" ucap Raja Qia Zi setelah berdiri di samping istrinya persis di depan Qia Qia.
"Ayah, Qia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi lima ratus juta tahun yang lalu, kenapa semua nya bersembunyi di Dunia kecil ayah ini?" Ucap Qia Qia dengan sangat hormat.