Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Menemukan Goa tersembunyi


__ADS_3

Qia Qia muncul di atas batu besar yang sebelumnya dia pernah dia gunakan melihat sekelilingnya dengan sangat teliti namun belum juga menemukan apapun yang membahayakan atau pun menarik minatnya.


"Padahal aku masih menggunakan segel ilusi namun masih saja tidak ada yang aku temukan disini, baiklah sebaiknya aku melihat ke bawah saja siapa tahu dalam perjalanan kembali ke kota mawar aku berhasil menemukan misteri gunung ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil kemudian melayang turun dari batu besar itu lalu melayang sepuluh sentimeter di atas tanah mengikuti jalanan setapak yang mengarah ke bawah.


Qia Qia memang saat ini masih berada di dalam bola cahaya transparan buatannya dan dia dengan perlahan menuruni puncak gunung itu mengikuti jalanan setapak dengan tetap waspada karena dia belum mengetahui daerah itu sama sekali.


Sudah hampir satu kilometer Qia Qia melayang mengikuti jalanan setapak itu dan saat ini dia berhenti di depan sebuah Goa kecil yang hanya cukup untuk dimasuki satu orang saja.


"Goa kecil ini kenapa sangat terawat tidak ada ilalang sedikit pun di bibir Goa ini, seakan akan jalanan depan Goa ini sering di gunakan" ucap Qia Qia sambil mengawasi sekitarnya dan dengan teliti dia mempelajari tentang Goa yang dia temukan itu.


"Benar dugaan ku ada jejak kaki disini namun aku tidak bisa masuk dan memeriksa Goa ini sekarang karena hari sudah sangat malam, sebaiknya aku mengamankan area ini dahulu" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil menggerakkan tangannya dengan cepat lalu menunjuk ke arah atas.


Cahaya transparan kembali keluar dari jari telunjuknya dan langsung melesat ke arah puncak gunung lalu menyebar menutup seluruh area puncak gunung sampai lokasi tempat Qia Qia berada.


"Sekarang sudah aman aku sebaiknya kembali dulu ke kediaman ku saja dan kesini lagi besok pagi" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menghilangkan bola cahaya yang melindunginya lalu berteleportasi ke teras kediamannya dan muncul di depan Wi Yu dan Wi Ni yang sedang duduk di kursi teras kediamannya.


"Hormat kepada Dewi Qia" ucap Wi Yu dan Wi Ni dengan sangat hormat saat melihat Qia Qia muncul di depan mereka.


Qia Qia hanya tersenyum dan langsung duduk di depan kedua bawahannya itu.

__ADS_1


"Wi Yu bagaimana perkembangan mata mata yang di kirim oleh pihak kerajaan" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, sepuluh orang itu sudah bertemu dengan dewa neraka, mereka semuanya sudah di hapus sepenuhnya dari dunia ini" ucap Wi Yu dengan sangat hormat.


"Lalu apakah akan menyebabkan kerugian untuk kita akan kematian sepuluh orang itu" ucap Qia Qia kemudian.


"Tidak Dewi, siapapun yang menemukan mayat mereka akan tahu jika mereka di serang oleh binatang buas saat melintasi hutan, ini sengaja kami lakukan karena setelah mereka memasuki kota mereka mencari tahu tentang asal muasal dewi jadi saya mengambil langkah ini untuk pengamanan" jawab Wi Yu dengan sangat hormat.


"Wi Yu perketat penjagaan kota namun jangan sampai terlihat, sembunyikan semua prajurit namun kondisikan mereka siap untuk berperang kapan pun apakah kau sanggup" ucap Qia Qia dengan ramah.


Hal ini dikarenakan dia mengantisipasi kemungkinan terburuk dari tindakan yang di ambil oleh pihak kerajaan dan kekaisaran.


"Baik Dewi, saya juga sudah memerintahkan semua prajurit saya yang ada di kota lain untuk menghabisi semua perampok yang mereka temui lalu memanjang kepala mereka di gerbang kota, jadi tidak akan ada seorangpun yang curiga karena ini semua akan dilaksanakan di semua kota di dunia bulan ini" ucap Wi Yu dengan sangat hormat.


"Dewi, seperti yang sebelumnya saya sampaikan jika semua penduduk kota mendukung pembangunan kita dan mereka akan meliburkan usaha mereka sampai satu bulan untuk fokus membangun ulang kota mawar" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Baguslah, namun ingat berikan kompensasi yang pantas untuk mereka minimal perhatikan perut mereka aku tidak mau gara gara ini ada salah satu dari mereka yang sampai sakit" ucap Qia Qia kembali.


"Siap Dewi, semuanya sudah saya pertimbangkan dan sesuai kesepakatan dengan para penduduk jika selama mereka bekerja akan mendapatkan sepuluh keping koin emas perharinya sebagai ganti keringat mereka dan untuk makannya kaum wanita kota mawar membuat dapur bersama di alun alun kota untuk memasak dalam jumlah besar, semuanya tampak gembira dan saya tidak menemukan seorang pun yang bersedih" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.

__ADS_1


"Dewi, maaf tapi sepertinya malam ini saya harus kembali ke istana kekaisaran bulan" ucap Wi Yu sambil memperlihatkan sebuah medali yang kini bersinar terang.


"Pergilah dan berhati hatilah jika ada hal yang mengancam nyawa mu bertelepati saja kepadaku maka aku akan menjemput mu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Baik Dewi, saya mohon diri dan akan segera kembali kesini jika semuanya sudah selesai" ucap Wi Yu sambil berdiri dan melangkah menuju ke kediaman dimana ada gerbang teleportasi yang tersambung dengan istana kekaisaran.


"Wi Ni kenapa apakah ada yang kau pikirkan?" Ucap Qia Qia karena melihat Wi Ni yang terlihat beberapa kali melihat langit.


"Dewi maaf tapi ini aneh sekali tidak ada satupun kapal perang angkasa pasukan khusus kekaisaran bulan yang melintas di atas kita, biasanya jam segini mereka sudah terbang di atas kita" ucap Wi Ni dengan hormat sambil kembali melihat Qia Qia.


"Benar dan sepertinya karena hal itu kakak mu di panggil oleh istana kekaisaran, sudahlah jangan kau pikirkan, apakah tadi Hao Kong datang kesini?" Ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi maaf saya hampir saja lupa, tadi Hao Kong datang kesini dan dia menitipkan ini untuk anda" ucap Wi Ni dengan hormat sambil menyerahkan sebuah artefak cincin ilusi yang sebelumnya di titipkan oleh Hao Kong kepadanya.


Qia Qia menerima artefak cincin ilusi tersebut dan memeriksa dengan teliti.


"Apa yang Hao Kong sampaikan kepada mu saat dia menitipkan cincin ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menyimpan artefak cincin ilusi tersebut.


"Dewi, Hao Kong hanya berpesan agar Dewi memeriksanya jika Dewi setuju maka dia akan membuat dalam jumlah banyak" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat.

__ADS_1


Qia Qia hanya tersenyum saja mendengar ucapan Wi Ni ini karena dia hendak bertelepati kepada Hao Kong.


" Hao Kong, perkuat di segel ilusi nya lagi apakah kau bisa jika tidak maka aku akan mengajarkannya kepadamu, untuk bagian segel perlindungan sudah bagus namun di bagian ilusi masih lemah" ucap Qia Qia dengan ramah melalui telepati ke Hao Kong.


__ADS_2