
Benar dugaan Qia Qia jika ke empat orang itu mengikutinya ke lorong itu.
"Sepertinya disini lebih cocok" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil memperlambat langkah kakinya.
Keempat orang itu langsung mendekati Qia Qia dan mengepung Qia Qia, satu orang yang ada di belakang Qia Qia langsung memukul belakang lehernya Qia Qia dan Qia Qia langsung berpura pura pingsan dan jatuh ke tanah.
"Sungguh mudah ternyata, ayo bawa dia" ucap salah seorang pemuda itu.
Satu orang pemuda langsung mengangkat Qia Qia ke pundaknya dan mereka berempat langsung membawa Qia Qia ke markas mereka.
Markas ke empat orang itu ternyata tidak jauh dari lorong itu dan Qia Qia ternyata dimasukan ke dalam sebuah kamar yang disana juga ada beberapa orang perempuan muda yang sudah di tangkap sebelumnya.
Seorang wanita muda langsung mendekati Qia Qia setelah ke empat orang itu meninggalkan kamar itu dan mengunci pintu itu.
"Hai bangunlah" ucap wanita muda itu sambil menepuk nepuk tangan kanan Qia Qia.
Qia Qia membuka matanya dan melihat sekelilingnya juga melihat wanita muda itu.
"Hai, namaku Yun Ji, siapa nama mu" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Aku Qia Qia, kita ada dimana ya?" Ucap Qia Qia dengan ramah.
"Kita saat ini ada di markas para pedagang budak perempuan" ucap Yun Ji dengan sangat ramah.
"Baiklah apakah hanya kalian saya yang di tangkap mereka" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Tidak tapi di kamar lain juga ada yang tahan, aku waktu dibawa kesini melihat ada banyak kamar disini, sepertinya tempat ini adalah sebuah penginapan" ucap salah seorang wanita disana dan melihat jika Qia Qia berdiri lalu menghilang dari pandangan mereka semua.
__ADS_1
Qia Qia yang sejak awal di tangkap oleh ke empat orang itu mengedarkan kesadaran jiwanya masih mengetahui lokasi ke empat orang itu.
Qia Qia muncul di sebuah ruangan dan mengagetkan ke empat orang yang sedang duduk sambil menikmati arak.
"Kalian ini sudah menangkap ku kenapa malah meninggalkan kan ku di kamar yang pengap seperti itu" ucap Qia Qia sambil menekan mereka semua dengan menggunakan aura kematian miliknya sehingga mereka selain merasakan sakit mereka juga merasakan rasa takut yang sangat kuat kepada Qia Qia.
Tidak ada yang bisa menjawab Qia Qia karena kini mereka tidak lebih dari boneka dalam genggaman tangan Qia Qia.
Qia Qia kemudian mengeluarkan pedang lava neraka miliknya dan langsung menebas leher mereka satu persatu dengan mudahnya karena mereka tidak ada yang bisa bergerak.
Semuanya berubah menjadi abu, sesaat setelah kepala mereka terputus itu.
Qia Qia kemudian menyimpan pedang lava neraka miliknya dan mengambil cincin cincin dimensi yang terjatuh dari mereka yang sudah menjadi abu.
"Hah, kalian sangat miskin ternyata, hanya beberapa ratus ribu keping koin emas saja yang kalian miliki" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menyimpan ke empat cincin dimensi itu.
Qia Qia kemudian memeriksa semua bagian ruangan itu namun tidak ada satupun yang berharga lalu dia mulai melangkah keluar dan membuka satu kamar yang dijadikan sebagai tempat penyekapan para wanita.
Satu persatu kamar dia buka dan semuanya dia bebaskan namun terlihat jika Yun Ji dan empat orang wanita muda masih disana menunggu Qia Qia.
"Yun Ji kenapa kalian tidak pulang" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Nona Qia, apakah anda tidak mengenal saya" ucap Yun Ji dengan sangat ramah.
"Yun Ji saya tidak mengenal mu, memangnya kau siapa?" Ucap Qia Qia dengan ramah.
"Saya putri Yun Ji, Anak Raja Yun Gung" ucap Yun Ji dengan sangat ramah.
__ADS_1
"Yun Ji maaf saya baru keluar dari pertapaan jadi tidak mengerti apa yang kau bicarakan" ucap Qia Qia dengan ramah dan dia sengaja tidak memberitahukan jika dia baru sampai di dunia itu.
"Oh maaf, aku kira kau mengenal ayah ku, sebagai raja satu satunya di dunia Yun ini, dan sebagai ucapan terima kasih ku, maukah kau ikut dengan ku ke istana" ucap Yun Ji dengan sangat ramah.
"Putri Yun Ji sebelumnya aku ingin tahu, kenapa kau sampai bisa di tangkap oleh penjual budak perempuan" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Iya, itu kesalahan ku karena berpikir mereka orang baik, jadi mau menerima traktiran minum mereka yang ternyata mengandung obat yang membuat kami tertidur" ucap Yun Ji sambil menggaruk kepalanya.
"Ya sudah, kita berpisah disini saja ya, jika sempat maka aku akan datang ke istana mu" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baiklah, sekali lagi terima kasih sudah menyelamatkan kami" ucap Yun Ji dengan sangat ramah sambil kemudian melangkah meninggalkan Qia Qia.
Qia Qia tidak meninggalkan rumah besar itu melainkan kembali masuk dan memasuki salah satu kamar yang belum dia masuki sama sekali karena dikamar itu merupakan pintu akses untuk menuju ruang bawah tanah.
Alasan Qia Qia menunggu semuanya pergi adalah karena dia tahu di ruang bawah tanah itu tidak ada makhluk bernyawa jadi dia mengambil kesimpulan jika ruang bawah tanah itu adalah ruang penyimpanan harta ke empat orang yang sudah menjadi abu olehnya.
"Baiklah, coba aku lihat ada apa di sana" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki ruangan itu lalu memasuki lorong yang menuju ke bawah.
Lorong itu cukup curam namun memiliki anak tangga yang cukup nyaman di lewati meskipun lorong itu hanya memiliki lebar satu meter saja.
Qia Qia sampai di ruang bawah tanah itu dan melihat jika disana tertumpuk banyak koin emas juga beberapa barang berharga lainnya.
"Pantas cincin dimensi kalian hanya berisi sedikit, jadi disini kalian menyimpan harta kalian" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil kemudian memasukkan semua barang berharga disana kedalam cincin dimensi miliknya hingga ruangan itu benar benar kosong tanpa menyisakan apapun yang berharga selain debu.
Qia Qia kemudian melangkah keluar dari ruangan itu lalu keluar dari rumah besar itu dan berdiri satu meter dari rumah besar tersebut.
"Terbakarlah" ucap Qia Qia sambil menunjuk ke arah rumah besar tempat markas para penjual budak perempuan itu dan lava suci ilahinya langsung melesat keluar dari jari telunjuknya lalu mengenai dinding kayu rumah itu.
__ADS_1
Lava suci ilahi Qia Qia langsung membakar habis rumah besar tersebut hingga benar benar menjadi abu dalam waktu yang sangat singkat lalu kembali lagi ke dalam jari telunjuk Qia Qia.
"Beres, waktunya mencari penginapan" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melangkah meninggalkan lokasi itu.