Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Membuat Jubah Pasukan mawar


__ADS_3

Semua penduduk menyatakan kesiapannya untuk melakukan kontrak jiwa kepada Qia Qia bahkan kaum muda pun sama menyatakan ingin mendapatkan kontrak jiwa dari Qia Qia.


"Baiklah, yang tidak ingin melakukan kontrak jiwa saya Persilahkan untuk kembali ke kediaman kalian atau tempat usaha kalian saya berikan waktu sepuluh menit, sedangkan yang bersedia mendapatkan kontrak jiwa dari saya maka silahkan bertahan di sini" ucap Qia Qia kembali menggunakan kekuatan qi mendalamnya.


Qia Qia pun kemudian duduk kembali di kursinya dan dia meminta agar Wi Yu serta Wi Ni duduk di sampingnya tidak di belakangnya.


"Wi Yu, mereka yang meninggalkan alun alun kota ini langsung kau selidiki siapa mereka jika ternyata mereka mata mata langsung kau habisi saja jangan biarkan mereka meninggalkan kota ini namun jika mereka benar benar penduduk kota maka selalu awasi selama satu bulan penuh" ucap Qia Qia berbisik ke Jenderal Wi Yu.


"Baik Penguasa saya permisi dahulu untuk memeriksanya" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat sambil kemudian berdiri dan melangkah meninggalkan Qia Qia dan yang lainnya.


"Wi Ni, selesai ini kita akan membeli semua bangunan yang sudah kau berikan datanya kepadaku, kita ada sedikit perubahan rencana soalnya" ucap Qia Qia dengan ramah


"Baik Penguasa, kebetulan pria sepuh yang tadi perwakilan para pelaku usaha adalah pemilik satu satunya dari semua bangunan yang akan di jual" jawab Wi Yu dengan hormat.


"Baguslah jika demikian jadi semuanya sudah menjadi mudah untuk kita" ucap Qia Qia kembali.


Sepuluh menit berlalu namun hanya satu orang pemuda yang meninggalkan alun alun kota mawar dan langsung di ikuti oleh Jenderal Wi Yu dan bawahannya.

__ADS_1


Qia Qia pun langsung memberikan kontrak jiwa kepada semua penduduk kota mawar yang masih berada di alun alun kota mawar.


Membutuhkan waktu sampai tiga jam untuk Qia Qia memberikan kontrak jiwa ke semua orang itu, namun semuanya terlihat senang karena kontrak jiwa yang diberikan oleh Qia Qia tidak mengikat mereka seperti budak melainkan hanya menjaga mereka agar tidak berkhianat kepada Qia Qia di masa depan.


"Baiklah aku ucapkan terima kasih kepada kalian semua, silahkan kalian lanjutkan kegiatan kalian ingat pesan ku sebelum kalian pergi, rahasiakan semua ini dari pihak luar dan beraktifitas lah seperti biasa" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat dan menggunakan kekuatan qi mendalamnya.


"Baik Dewi mawar" ucap semuanya dengan sangat hormat dan juga kompak.


Semua penduduk kota mawar langsung meninggalkan alun alun kota namun tidak dengan pria sepuh perwakilan para pelaku usaha di kota mawar, dia terlihat menunggu Qia Qia turun dari atas panggung.


"Dewi, apakah benar anda akan membeli semua properti saya" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Benar katanya ada satu kediaman luas dekat sini juga yang merupakan salah satu properti mu, ayo kita kesana" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik Dewi, silahkan ikuti saya" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil melangkah menuju ke kediaman yang hendak dia jual dan ternyata letaknya di belakang panggung itu.


"Kediaman ini lebih luas dari kediaman milik kota mawar dan dengan kediaman ini aku jadikan tempat kerjaku maka ini akan membuat kota mawar semakin di segani oleh kota lain bahkan pihak istana" ucap Qia Qia sambil melihat ke seluruh area kediaman besar yang ada di belakang panggung.

__ADS_1


"Benar Dewi, dan maaf jika boleh saya tahu kenapa Dewi ingin menukar kediaman kota dengan yang ini, tidak menjadikan kediaman ini saja untuk dewi pribadi" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat karena kini dia bawahan dari Qia Qia.


"Alasanku hanya satu, aku tidak ingin kota mawar kalah dengan kota lainnya dan aku hanya ingin kota mawar kita ini menjadi contoh bagi semua kota lain di dunia bulan, saya akan menempati kediaman yang lama dan akan saya renovasi jadi lebih baik lagi, bahkan jika semua bangunan sekitarnya di jual juga akan saya beli" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tertawa ringan.


"Dewi bangunan belakang kediaman itu milik saya dan bisa saya jual juga bahkan jika anda berkenan maka saya akan berikan gratis untuk anda saja toh bangunan itu juga kosong, luasnya bahkan dua kali lipat dari yang ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan terlihat bersemangat.


"Kau itu ada ada saja, aku bukan tipe pemimpin yang suka meminta dari bawahan selain meminta kesetiaan kalian, soal harta ya kita sama sama saja, jadi berapa kau mau jual kediaman yang di belakang kediaman ku kau sampaikan saja harga yang kau inginkan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil duduk di salah satu kursi teras.


"Dewi bagaimana jika semuanya menjadi lima ratus juta keping koin emas saja, termasuk dengan bangunan yang ada di belakang kediaman anda, jadi anda bisa melebarkan kediaman anda bahkan bukit di belakang masih termasuk pekarangan rumah anda nantinya" ucap pria sepuh itu dengan hormat.


"Terimalah ini dan berikan semua suratnya nanti kepada Wi Ni saja, aku akan menutup semua areal kediaman lama selama proses renovasi dan aku minta kau siapkan semua kebutuhan pembangunan renovasi kediaman ku dan juga kebutuhan pembangunan tembok kota yang baru, bahas semuanya dengan Wi Ni saja, ingat aku paling tidak suka jika kalian tidak mendapatkan untung, meskipun kalian semua di kota ini sudah melakukan kontrak jiwa namun kehidupan berbisnis harus tetap sehat apa kau paham" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke pria sepuh itu dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ratus juta keping koin emas.


"Baik Dewi, saya akan meminta semua pedagang bahan bangunan untuk menyiapkan semua bahan bangunan terbaik yang ada di dunia bulan dan dengan harga yang saling menguntungkan" ucap pria sepuh itu dengan hormat sambil menerima cincin dimensi yang diberikan oleh Qia Qia.


"Satu hal lagi yang ingin aku minta darimu, murahkan semua harga jual dan jasa ingat kalian semua adalah saudara sekarang dan jangan ada persaingan harga apapun, aku juga minta tolong buatkan lima juta jubah seperti yang aku gunakan sekarang namun berbeda warna, buat warna merah dengan gambar mawar putih saja ini untuk semua prajurit dan bawahanku Karena nantinya akan banyak bawahanku yang datang, namun pesankan ke semua orang di kota ini jangan menyampaikan apapun ke pihak luar yang mencoba mencari tahu, rahasia kita adalah masa depan kita, ingat itu" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik Dewi, saya akan segera memerintahkan semua penjahit di kota mawar untuk membuat semua jubah yang anda inginkan" ucap pria sepuh itu dengan hormat.

__ADS_1


__ADS_2