
Qia Qia yang sudah selesai menikmati apel emasnya kemudian keluar dari dalam kamarnya dan keluar juga dari istananya lalu melesat turun kembali ke halaman istana yang untuk Hao Ling.
"Hormat kami kepada Dewi Mawar" ucap Hao Kong yang melihat Qia Qia melayang turun dari istana mawar sambil membungkukkan badannya di ikuti oleh semua kepala desa dan juga semua tuan kota di seluruh dunia naga yang memang sudah dari semalam menanti kedatangan Qia Qia.
Qia Qia tidak mendarat di tanah namun melayang lima meter dari atas tanah.
"Kenalkan namaku adalah Qia Qia dan aku biasa di panggil sebagai dewi mawar sebagai pemimpin dari kota mawar, aku rasa kalian semua adalah para pemimpin yang ada di dunia naga jadi dengarkan baik baik apa yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua,
Satu, dunia bulan ini akan aku kembalikan kepada pemilik yang sah yaitu Dewi Hao Ling.
Dua, aku sangat sangat membenci yang namanya penghianatan namun aku berikan kalian semua pilihan yaitu menjadi bawahanku atau menjadi musuhku, silahkan kalian semua tentukan sendiri" ucap Qia Qia dengan ramah namun terdengar sangat mendominasi dan sedikit menekan mereka semua.
"Kami siap menjadi bawahan Dewi Mawar" ucap mereka secara kompak dan bersamaan sambil berlutut dan membuka pertahanan jiwa mereka.
"Dengan menjadi bawahanku maka kalian akan menjadi benteng pertahanan ku di dunia bulan apakah kalian berkenan" ucap Qia Qia dengan ramah dan terdengar sangat mendominasi namun tidak lagi menekan mereka semua.
"Kami berkenan dan kami siap menjadi benteng pertahanan anda" ucap mereka kembali dengan kompak secara bersamaan.
Qia Qia kemudian memeriksa jiwa mereka satu persatu karena mereka semua berjumlah lima ratus orang jadi sedikit menyita waktu meski tidak sampai lima menit.
Qia Qia yang sudah mengetahui jika jiwa mereka bersih langsung memberikan kontrak jiwa kepada mereka semua.
"Terima kasih Dewi Mawar, kami akan selalu berusaha membuat anda bangga kepada kami" ucap mereka semua secara kompak seolah olah sedang membaca teks sambil kemudian bersujud tiga kali untuk menghormati Qia Qia.
__ADS_1
"Kalian semua silahkan beristirahat dan aku akan menghapus dahulu segel terkutuk yang menyegel dunia bulan ini" ucap Qia Qia sambil melesat ke angkasa dan melayang di atas awan.
Qia Qia langsung menggerakkan tangannya dengan sangat cepat membuat formasi segel untuk menghapus segel yang menutup dunia bulan, lalu tangan kanannya terangkat lurus ke atas dengan telapak tangan yang menghadap ke atas.
Cahaya biru muda melesat keluar dari telapak tangannya dan langsung bersatu dengan segel dunia bulan lalu tiba tiba seluruh dunia bulan bersinar biru muda yang sangat terang dan menyilaukan namun hanya selama beberapa detik saja dan sinar biru muda itu langsung menghilang demikian juga dengan segel dunia bulan.
Satu juta kapal perang tampak di angkasa persis dan langsung melesat memasuki langit dunia bulan dan melayang di seratus meter di atas tanah menutup ibukota dan juga beberapa kota sekitar namun tidak menutup atas istana.
Para penduduk kota dan ibukota maupun desa tidak ada yang merasa takut atau khawatir sama sekali karena kapal kapal perang yang melayang rendah di atas mereka itu bentuknya sama dengan kapal perang milik pasukan Qia Qia kemarin.
Qia Qia kemudian kembali melesat ke halaman istana dunia bulan dan berdiri di hadapan semua bawahannya sambil melihat sebuah panggung besar yang sebelumnya tidak ada di sana lalu menoleh ke Hao Kong.
"Dewi, kita bisa menggunakan artefak panggung ini untuk penobatannya" ucap Hao Kong dengan sangat hormat.
"Dewi Hao Ling, Dewi Hao Lili dan Dewi Hao Fi saya persilahkan untuk hadir di istana dunia bulan" ucap Qia Qia melalui telepati ke mereka bertiga sekaligus sambil melihat jika kini semua bawahannya sudah berdiri di depan panggung demikian juga para penduduk ibukota yang ikut memenuhi halaman depan istana itu.
"Baik kami akan kesana" ucap Hao Ling melalui telepati.
"Qia kami akan ke sana" ucap Hao Fi melalui telepati.
Sepuluh menit berlalu dan kini nampak sebuah kapal kerajaan mulai perlahan turun mendekat ke istana dan Qia Qia melihat jika itu adalah kapal kerajaan Long Tian.
"Kalian semua sambutlah dengan hangat Dewi Hao Ling" ucap Qia Qia melalui telepati ke semua bawahanya yang ada disana sambil melihat jika Wi Ni sudah disana di samping Wi Yu dan Hao Kong serta Hao Lang.
__ADS_1
Mereka semua langsung melihat ke arah kapal kerajaan Long Tian yang masih berjarak sekitar lima ratus meter di atas mereka.
Qia Qia masih duduk dengan tenang dan merasakan jika ada kekuatan besar yang mendekati istana itu dari arah kanannya dan dia langsung melihat ke arah sana.
Terlihat oleh Qia Qia jika Hao Fi sedang terbang di ikuti oleh sembilan ratus sembilan puluh sembilan bawahan setianya.
"Kalian sambut juga Dewi Hao Fi dan para bawahannya" ucap Qia Qia melalui telepati ke semua bawahannya kembali.
Kapal kerajaan Long Tian berhenti seratus meter dari atas tanah dan tampak jika Hao Ling bersama Long Tian dan Hao Lili terbang keluar dari dalam kapal kerajaan itu di ikuti oleh semua Jenderal perangnya termasuk juga Jenderal Mo Fei.
Qia Qia tidak melihat adanya Li lian dan Li Mei diantara semua rombongan Long Tian itu.
Hao Ling, Hao Lili dan Long Tian mendarat di atas panggung sedangkan para bawahannya mendarat di sebelah kanan panggung.
Hao Kong yang masih mengenali wajah Hao Ling langsung berlutut dan di ikuti oleh semua bawahan Qia Qia lainnya termasuk para penduduk ibukota.
"Hormat kami kepada Dewi Hao Ling dan Dewi Hao Lili, selamat datang kembali di Dunia Bulan" ucap Hao Kong dengan menggunakan kekuatan qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semuanya dan perkataannya di ulangi oleh semua orang yang ada di sana dengan sangat kompak sehingga sangat bergema karena mereka semua yang ada disana berjumlah lebih dari sepuluh juta orang.
"Terima kasih atas sambutan hangat kalian silahkan berdiri kembali" ucap Hao Ling dengan sangat ramah menggunakan kekuatan qi mendalamnya.
Semuanya hendak berdiri kembali namun bersamaan dengan kedatangan Dewi Hao Fi dan para bawahannya.
Dewi Hao Fi mendarat di atas panggung di depan Hao Ling dan Hao Lili sedangkan semua bawahannya langsung mendarat di kiri dan kanan pangggung sedangkan seratus orang tampak tetap melayang di udara.
__ADS_1