Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Menemukan Desa Kuno


__ADS_3

Qia Qia kemudian mendekati perkemahan prajurit itu dan kini dia melihat jika ada perkemahan lain di bagian bawah namun bukan prajurit khusus melainkan prajurit Wi Yu yang ditugaskan menjaga gunung terlarang itu.


"Jadi benar yang disampaikan oleh Wi Yu, jika prajuritnya juga menjaga gunung gunung terlarang di dunia bulan ini, baiklah waktunya mencari tahu apa yang mereka simpan di gunung terlarang kenapa sampai sampai ada dua area yang dijaga oleh mereka, apakah mereka tidak percaya dengan prajurit Wi Yu atau memang ada hal lain yang sangat berharga di gunung ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil terbang merendah dan menuju ke perkemahan pasukan khusus kekaisaran bulan.


Qia Qia tidak mendarat di tanah melainkan hanya melayang sepuluh meter di atas perkemahan prajurit khusus kekaisaran bulan dan memperhatikan semua yang mereka lakukan.


"Jika melihat dari jalanan setapak ini dapat dipastikan jika mereka semua yang ada di perkemahan ini berpatroli melintasi jalanan setapak ini, sebaiknya aku menunggu mereka berpatroli saja karena perkemahan ini hanya sebagai persinggahan mereka saja ternyata" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil terus mengawasi mereka semua yang ada di dalam perkemahan itu.


Tidak ada seorang pun yang menyadari jika Qia Qia ada di atas perkemahan itu dan mereka semuanya asik menikmati sarapan mereka sambil bercanda dengan rekan rekan mereka.


Waktu berlalu dan sudah setengah jam Qia Qia mengawasi mereka kini terlihat jelas jika ada sepuluh orang yang sudah mengenakan pakaian perang dan bersiap untuk meninggalkan perkemahan itu.


"Mereka sungguh bersiap sampai sampai menggunakan jubah perang, berbeda dengan prajurit Wi Yu yang hanya berjaga di perkemahan mereka saja, baiklah aku akan mengikuti mereka saja, kemana mereka akan pergi kesana juga aku akan berada" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil tersenyum sendirian di dalam bola cahaya transparan miliknya dan dia masih melayang sepuluh meter dari permukaan tanah persis di atas perkemahan itu.


Sepuluh orang prajurit khusus kekaisaran bulan yang menggunakan jubah perang itu terlihat berbaris dengan rapi dua dua dan mereka kemudian berjalan menuju ke arah gunung mengikuti jalan setapak yang ada di belakang perkemahan itu demikian juga dengan Qia Qia yang melayang di atas mereka mengikuti mereka semua.

__ADS_1


Setengah jam lagi berlalu dan para pasukan khusus kekaisaran bulan itu masih terus berjalan tanpa beristirahat sama sekali sampai semua nya memasuki sebuah Goa yang sangat besar dan Qia Qia pun langsung melesat turun dan ikut memasuki Goa itu.


"Lorong Goa ini sangat besar namun sangat terawat dan lorong ini menurun jadi mereka menuju ke perut Goa di bagian bawah, baiklah mari kita lihat apa yang ada di Goa ini" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus melayang di belakang para prajurit itu tanpa disadari oleh para prajurit itu sedikit pun.


Satu jam lagi berlalu dan kini Qia Qia mengetahui jika para prajurit khusus kekaisaran bulan itu ternyata menuju sebuah ruangan yang sangat luas dan ada sebuah portal dimensi disana, sepuluh orang itu kemudian memeriksa sekelilingnya dan langsung meninggalkan tempat itu lalu kembali melangkah keluar melewati Qia Qia yang berdiri sambil bersandar di dinding ruangan itu.


"Jadi kalian semua bertugas menjaga portal dimensi ini, baiklah waktunya untuk melihat apa yang ada di ujung portal dimensi ini" ucap Qia Qia setelah memastikan jika sepuluh prajurit khusus kekaisaran bulan itu sudah jauh meninggalkan ruangan itu.


Qia Qia kemudian melayang memasuki portal dimensi tersebut dan dia muncul di sebuah hutan yang sangat lebat persis di depan sebuah air terjun yang sangat tinggi dan deras dengan sebuah danau yang juga sangat luas.


Qia Qia kemudian membalikan badannya dan langsung menggerakan tangannya dengan cepat dan langsung menunjuk ke arah portal dimensi tempat dia keluar dari ruangan sebelumnya itu.


Cahaya transparan melesat keluar dari jari telunjuknya dan langsung mengenai ke tiang portal dimensi, portal dimensi itu langsung bereaksi dengan mengeluarkan cahaya terang dan langsung meredup sepenuhnya pertanda jika portal dimensi itu sudah tidak dapat lagi digunakan oleh siapapun.


Qia Qia yang sudah merusak portal dimensi itu kemudian melesat ke atas air terjun itu dan melayang dua puluh meter persis di atas sungai yang menuju ke air terjun sambil mengawasi sekitarnya dan dia masih belum bisa melihat seorangpun disana.

__ADS_1


"Hutan ini sangat asri dan juga jika di lihat dari pepohonan yang ada disini maka dapat dipastikan jika tempat ini tidak pernah di rusak oleh manusia, tapi kenapa portal dimensi itu dijaga oleh mereka" ucap Qia Qia sambil melesat ke atas awan untuk bisa melihat lebih jelas dunia itu.


"Disana ada sebuah Desa, sebaiknya aku melihatnya" ucap Qia Qia sambil melesat turun ke arah selatan dan dia menuju sebuah desa yang ada di jarak dua puluh kilometer dari lokasi kedatangannya.


"Desa ini kenapa sangat kuno, semua bangunan di desa ini mengingatkan ku akan lima ratus juta tahun lalu" ucap Qia Qia yang melayang seratus meter di atas desa yang ditemukannya itu.


"Dunia bulan ini benar benar penuh misteri, sangat berbeda dengan dunia dunia lain yang pernah aku kunjungi sebelumnya" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat ke arah desa itu.


"Aku tidak bisa kesana, karena pakaian ku ini berbeda dengan mereka dan akan sangat mencolok jika aku menampakkan diriku saat ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melayang turun mendekati sebuah rumah yang semuanya terbuat dari kayu kayu berkualitas tinggi dan bentuk rumah itu merupakan rumah panggung yang bagian bawahnya dijadikan tempat penyimpanan atau tempat untuk hewan ternak kecil oleh para penduduk.


"Aku benar benar bernostalgia di desa ini, sepertinya aku harus membuat perkampungan seperti ini di dunia kecilku" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil melayang satu meter di atas tanah dan mengitari desa itu.


Belum ada seorangpun penduduk desa itu yang di dekati oleh Qia Qia, karena Qia Qia masih menyelidiki desa tersebut dengan cara berkeliling di desa itu menikmati bangunan bangunan desa yang semuanya merupakan rumah panggung.


"Bahkan kursi dan meja yang ada di desa ini semuanya sangat kuno, aku masih ingat dengan jelas dulu di halaman belakang istana ayah ibuku ada kursi dan meja seperti ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya dan tanpa disadari air matanya menetes perlahan.

__ADS_1


__ADS_2