
"Dewi, salah satu masalah yang saya hadapi selama menjadi pemimpin di kota ini adalah karena adanya kesenjangan sosial di penduduk kota hal ini sama semua seperti kota kota lainnya, yang kaya terus kaya sedangkan yang miskin terus menjadi banyak, oh iya Dewi tadi saya mendengar dari keponakan saya Kun Lian anda mengajukan 500 buah Token bangsawan kota kayu, semuanya sedang dalam proses dan saya akan pastikan semuanya selesai dalam waktu satu minggu paling lama" ucap Kun Ma dengan hormat.
"Tidak perlu terburu buru juga untuk hal itu, saya dan Kun Yi akan ke dunia kecil yang akan terbuka terlebih dahulu dan jika boleh tahu dengan banyaknya tabib dan alkemis di kota ini apakah ada rumah pengobatan gratis untuk para penduduk" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi memang ada banyak tabib dan alkemis terbaik di kota kayu namun untuk tempat pengobatan gratis saya tidak memilikinya karena para tabib dan alkemis memiliki tempat usaha di sini yang sudah berumur ratusan tahun bahkan ada yang sudah ribuan tahun, jadi untuk membukanya akan menjadikan kendala, saya memang ingin membuat rumah pengobatan gratis namun saya tidak ingin ada masalah juga dengan para tabib dan juga alkemis" ucap Kun Ma menjelaskan.
"Bagaimana dengan keuangan kota kayu, maaf jika saya sedikit lancang menanyakan hal ini, saya hanya ingin mencari solusi untuk pengobatan para penduduk kota kayu yang tidak memiliki uang untuk berobat" ucap Qia Qia dengan ramah tanpa ingin menyinggung Kun Ma.
"Dewi, pajak kota kayu ini hanya sepuluh persen saja per bulannya dari para pelaku usaha namun lima puluh persen hasil pajak kota di serahkan ke kerajaan untuk membantu biaya peperangan dan sisanya saya gunakan untuk pembangunan dan gaji semua yang bekerja kepada saya, saya sendiri hanya mengambil lima persen sisanya saja" ucap Kun Ma dengan hormat dan tampak kejujuran di matanya.
"Jadi seperti itu, pantas saja di kota kayu ini tadi saya melihat banyak yang kekurangan, jadi ini adalah dampak tidak langsung dari peperangan antara dua benua ini" ucap Qia Qia dengan tetap ramah.
"Benar Dewi, yang merasakan adalah para penduduk golongan bawah karena menjadikan kami para pemimpin mereka tidak bisa memberikan pelayanan yang lebih untuk mereka" ucap Kun Ma dengan tetap hormat kepada Qia Qia.
"Jika seperti itu maka salah satu jalannya sekarang bergantung kepada Tuan Kun Lo karena dengan semakin banyaknya lowongan pekerjaan setidak tidaknya mereka semua bisa mendapatkan penghasilan tetap" ucap Qia Qia kemudian.
"Benar Dewi, saya akan segera mengaturnya dan jika anda tidak keberatan maka rumah pengobatan gratis bisa saya siapkan, dengan sistem bantuan biaya jadi nanti saya akan mengadakan kerja sama dengan semua tabib dan alkemis yang bekerja sama saat ini dengan asosiasi kayu hitam dan akan menanggung semua biaya berobat penduduk kota kayu golongan bawah" ucap Kun Lo dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Terima kasih atas kerjasama kalian, saya memang baru satu hari di kota kayu ini namun saya berencana beberapa saat tinggal di dunia ini dan kota kayu tentunya akan menjadi kota pilihanku" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
Sepuluh wanita muda bawahan Qia Qia yang sebelumnya berganti pakaian datang ke tempat mereka dan berdiri di belakang Qia Qia.
Kehadiran sepuluh bawahan Qia Qia itu menarik perhatian dari mereka bertiga karena aura kematian yang sedikit rembes dari salah satu bawahan Qia Qia dan aura kematian itu sangat pekat pertanda sudah membunuh jutaan orang dan bawahan Qia Qia itu langsung menarik kembali aura kematiannya karena di tatap oleh Qia Qia.
"Mereka ini semuanya adalah bawahanku, dan jika aku bersama Kun Yi belum kembali dari dunia kecil maka untuk tokennya berikan saja kepada salah satu dari mereka dan jika ada urusan yang urgent dengan kota ini yang memerlukan bantuan ku maka bisa ke mereka juga" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke semua bawahannya itu yang saat ini merupakan sosok terkuat di kota kayu selain dirinya.
"Baik Dewi, jika demikian kami permisi terlebih dahulu, saya menitipkan Kun Yi kepada anda semoga dengan mengenal anda dia bisa menjadi lebih dewasa" ucap Kun Lo sambil berdiri dan memberikan penghormatan kepada Qia Qia dengan sedikit membungkukkan badannya demikian juga dengan Kun Ma.
Kedua kakak beradik itu langsung terbang melesat kembali ke arah kota menembus kubah perlindungan buatan Qia Qia di bukit itu.
"Kun Yi mereka semua bawahan ku dan akan menjadi saudaramu kedepannya sepertinya portal masuk ke dunia kecil masih cukup lama jadi aku minta tolong agar kau menemani mereka berbelanja di kota kayu untuk membeli berbagai keperluan untuk di sini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ratus juta keping koin emas kepada salah seorang bawahannya.
"Baik Dewi, saya akan menemani mereka berbelanja keperluan rumah" ucap Kun Yi dengan sangat bersemangat.
"Pergilah namun jangan terlalu lama, belilah semua yang menurut kalian perlukan untuk mengisi rumah besar kita ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Baik Dewi, mari adik Kun Yi" ucap bawahan Qia Qia yang menerima cincin dimensi itu.
"Jia Ni, jangan lupa belikan juga makanan untuk ikan ikan ini" ucap Qia Qia ke bawahannya itu.
"Baik Dewi" ucap Jia Ni yang sebelumnya menerima cincin dimensi yang berisi lima ratus juta keping koin emas dari Qia Qia.
Mereka semua langsung berjalan menuruni bukit dan menuju ke kota untuk membeli segala kebutuhan untuk di kediaman mereka itu.
Qia Qia melihat mereka semua tampak sangat akur dan cepat menyesuaikan diri satu dengan lainnya.
"Baiklah waktunya melihat apa yang menjadi perebutan sampai semua penghuni kediaman ini sebelum aku semuanya terbunuh" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki bangunan utama yang menjadi kediamannya dan dia memasuki sebuah ruang yang nampak jika itu adalah ruang kerja pemilik sebelumnya.
"Dimana pintu masuknya" ucap Qia Qia sambil melihat semua yang ada di dalam ruangan itu.
Qia Qia kemudian mencoba memindahkan beberapa barang yang ada disana dan sudah hampir tiga puluh menit dia mencari pintu masuk ke ruang tersembunyi sampai akhirnya dia memutar kepala sebuah patung kecil setinggi setengah meter yang merupakan patung singa.
Lantai ruangan itu sedikit bergetar dan lantai bagian tengah ruangan itu bergeser memperlihatkan sebuah lorong dengan anak tangga menuju ke bawah dan langsung di masuki oleh Qia Qia.
__ADS_1