Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Terlalu Hancur


__ADS_3

Kapal perang Qia Qia sampai di atas istana kaisar lebih tepatnya di atas formasi kapal perang prajurit prajurit wanita nya.


Booooooooooom


Booooooooooom


Booooooooooom


Duaaaaaaaaaaaaar


Duaaaaaaaaaaaaar


Duaaaaaaaaaaaaar


Suara suara Ledakan terdengar mengema berulang ulang di dunia mawar tepat pas dua jam sesuai dengan yang di ucapkan oleh Wi Yu kepada Qia Qia.


Suara ledakan yang terus bersahut sahutan di semua wilayah dunia bulan itu sangat mencekam di tambah oleh suara genderang perang yang di tabuh oleh para prajurit wanita Qia Qia dari atas kapal perang sungguh menciutkan nyali para penduduk dunia bulan namun berbalik dengan para bawahan Qia Qia yang semuanya menjadi semakin bersemangat.


"Kalian semua penduduk dunia bulan dengarkan baik baik, namaku adalah Qia Qia dan aku dikenal sebagai Dewi Mawar aku juga pemimpin kota mawar, dunia bulan saat ini aku ambil alih dari tangan Pemimpin saat ini karena bukan hak dia untuk memimpin dunia bulan ini, dunia bulan ini akan aku kembalikan kepada Pemilik aslinya yaitu Dewi Hao Ling.


Kalian para penduduk Dunia bulan boleh menolak ku dan boleh juga mendukungku jika kalian mendukungku maka letakan senjata kalian dan simpan kembali, berlututlah dimanapun kalian berada saat ini maka nyawa kalian akan selamat, siapapun di antara kalian yang bukan bawahanku namun memegang senjata maka akan kami anggap musuh" ucap Qia Qia dengan sangat mendominasi dan menggunakan kekuatan penuh Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua penduduk dunia bulan bahkan ikut terdengar oleh Hao Fi dan yang lainnya di benua ke enam yang di segel oleh Hao Fi.


Semua prajurit Wi Ni yang ada di sekitar istana baik istana raja maupun istana kaisar langsung masuk ke dalam istana bersama dengan pasukan militer kekaisaran di bawah kepemimpinan Jenderal Wi Yu dan mereka semua langsung mentargetkan semua yang membawa senjata sesuai ucapan Qia Qia barusan.

__ADS_1


Dari atas kapal yang dinaikinya Qia Qia bisa melihat banyak penduduk dunia bulan yang kini berlutut di atas tanah dan banyak juga yang bersama dengan anak dan keluarga mereka lainnya ikut berlutut sambil menundukkan kepala mereka.


Para penduduk dunia bulan itu semuanya berdoa agar nyawa mereka tidak hilang dan menjadi korban akibat pengambilalihan kekuasaan dunia bulan.


Tiga puluh menit berlalu dan kini suasana tidak terlalu mencekam meskipun para penduduk dunia bulan masih pada berlutut kecuali penduduk kota mawar


"Kalian semua terbang lebih rendah lagi dan jika ada selain bawahanku yang membawa senjata langsung saja penggal kepala mereka dan sisanya kalian pasti sudah paham kan" ucap Qia Qia ke Jenderal Pemimpin pasukan wanita di kapal kapal perang angkasa itu melalui telepati.


"Baik Dewi" ucap jenderal Pemimpin pasukan wanita itu melalui telepati juga.


Kapal perang Qia Qia terlihat mulai terbang turun menuju ke atas istana kaisar karena kini kapal kapal perang pasukan wanitanya sudah mulai bergerak membersihkan dunia bulan dikarenakan mereka melihat jika semua istana sudah berhasil dikuasai oleh para prajurit Wi Ni dan Wi Yu.


Tiga jam berlalu dan kini semua istana nampak sepi demikian juga dengan ibukota dimana para penduduk masih dalam kondisi berlutut dan belum berani untuk duduk ataupun berdiri.


"Lapor Dewi, kaisar bulan dan keluarganya sudah kami habisi dan demikian juga dengan semua yang masih menenteng senjata kami habisi juga kami juga sudah bergabung dengan pasukan leluhur Hao Kong" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat melalui telepati ke Qia Qia.


"Baik Dewi saya akan segera melakukannya dan membakar semua mayat mayat itu " ucap Wi Yu sambil melihat ke Qia Qia yang sedang berdiri di geladak kapal perang yang sangat mendominasi itu.


Qia Qia kemudian melayang dua puluh meter di atas kapal perangnya dan langsung mengecilkan dan menyimpan kembali kapal perangnya ke dalam cincin dimensinya.


"Pantas saja semuanya begitu cepat istana yang sangat megah ini jadi hancur berantakan seperti ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melihat ke bawah dan menghela nafas panjang.


"Jika seperti ini aku harus membangun ulang istana ini untuk Dewi Hao Ling sebelum dia datang itu artinya kedatangannya harus aku tunda" ucap Qia Qia kembali berbicara sendiri sambil melesat turun menemui Hao Kong yang sedang melihat ke arahnya.

__ADS_1


Qia Qia mendarat tepat satu meter di depan Hao Kong.


"Hao Kong apa yang kau masukan ke dalam bola bole peledak itu sampai kehancurannya seperti ini" ucap Qia Qia sambil melihat sekelilingnya dan sejauh yang dia lihat hanya reruntuhan bangunan saja.


"Dewi maaf saya terlalu semangat dalam membuatnya namun saya sudah menyiapkan ini" ucap Hao Kong sambil menyerahkan sebuah artefak istana yang masih berukuran mini.


Qia Qia menerima artefak istana tersebut dan langsung mempelajarinya kemudian menyimpannya di dalam cincin dimensinya.


"Dewi maaf ada satu bangunan di belakang yang tidak hancur dan saya juga tidak dapat melemahkan segel yang melindunginya" ucap Hao Kong dengan sangat hormat.


"Ayo kita kesana" ucap Qia Qia sambil melayang setengah meter di atas tanah.


Hao Kong langsung melesat menuju bangunan yang dia maksudkan di ikuti oleh Qia Qia.


"Dewi ini bangunannya, saya tidak bisa sama sekali memasukinya, segel segel ini terlalu kuno dan juga sangat kuat" ucap Hao Kong setelah mereka sampai di depan bangunan yang di maksud.


"Karena kehancuran istana ini akibat ulahmu maka aku minta kau yang bereskan semua reruntuhan dan setelah beres kau besarkan artefak istana buatan mu ini, jika tidak bagus maka kau buat lagi yang lebih bagus" ucap Qia Qia sambil menyerahkan kembali artefak istana yang sebelumnya di berikan oleh Hao Kong.


Hao Kong menerima artefak istana buatannya itu dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Baik dewi saya akan membersihkan semua reruntuhan dan memasang artefak istana ini sebagai gantinya" ucap Hao Kong sambil tersenyum simpul dan langsung melesat menemui yang lainnya.


"Dasar kakek tua, bagian menghancurkan semangat, sekalinya diminta membersihkan reruntuhan malah seperti itu, biarlah ini jadi pelajaran untukmu agar kedepan lebih melihat ke depan" ucap Qia Qia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Hao Kong lalu membalikkan badannya melihat ke bagunan kuno yang tersegel itu.

__ADS_1


"Hao Kong ingat jangan bikin malu aku di depan Dewi Hao Ling, jadi kerjakan dengan benar" ucap Qia Qia melalui telepati ke Hao Kong.


"Baik Dewi, saya tidak akan mengecewakan anda lagi" ucap Hao Kong melalui telepati juga.


__ADS_2