
"Itu benar, dan saya juga bukan dari galaksi surgawi ini, tapi saat ini kau tidak perlu mengetahui hal itu, yang harus kau persiapkan adalah pembangunan seluruh area kediaman kita ini, dan aku akan menyebutnya sebagai kediaman mawar" ucap Qia Qia kembali.
"Kediaman mawar kayaknya kurang enak dewi untuk di dengar, kenapa tidak istana mawar saja?" Ucap Wi Ni kembali sambil tertawa ringan.
"Itu sama saja dengan mengajak perang semua kerajaan dan juga kekaisaran, bagaimana dengan sekte mawar, apakah ada larangan untuk mendirikan sekte di dunia bulan ini" ucap Qia Qia kembali sambil tersenyum hangat ke Wi Ni.
"Dewi, di dunia bulan ini banyak sekali sekte, baik aliran putih, aliran netral maupun aliran hitam selama mereka tidak menjadikan kaum laki laki menjadi tingkat abadi maka pihak kerajaan maupun kekaisaran tidak akan ikut campur, nama sekte Mawar lebih baik dan saya sangat setuju dengan keputusan anda ini, dengan begini pasukan wanita anda bisa bebas dengan menggunakan nama sekte mawar" ucap Wi Ni kembali dengan sangat hormat.
"Wi Ni apakah ada ahli pembuatan artefak di kota mawar" ucap Qia Qia yang teringat dengan artefak yang menutupi jati dirinya sebagai seorang ratu iblis darah dan dia berpikiran untuk menggunakan artefak untuk menutup tingkat kultivasi semua bawahannya yang laki laki.
"Dewi di kota mawar ini hanya ada seorang ahli artefak namun dia sudah lama tidak membuang artefak karena jarang peminatnya, tapi dia sudah melakukan kontrak jiwa dengan Dewi" ucap Wi Ni dengan penuh tanda tanya akan maksud ucapan Qia Qia.
__ADS_1
"Wi Ni, besok pagi bawa dia kesini, dan keputusan ku sudah bulat, jadikan area ini sebagai sekte saja, jadi semua bangunan harus bisa menjadi tempat untuk seluruh anggota sekte mawar, jika kurang luas maka kau luaskan namun ada dua yang tidak perlu kau rubah untuk sementara, yang pertama adalah kediaman ku ini dan yang kedua adalah jangan hancurkan bangunan kecil yang ada di belakang ruang kerja ku di bawah, apakah kau mengerti maksud ucapan ku" ucap Qia Qia dengan ramah, dia sangat terbuka dengan Wi Ni karena selain Wi Ni sudah melakukan kontrak jiwa, Wi Ni juga bisa memberi pendapat yang memang di perlukan oleh Qia Qia.
"Dewi, saya paham, dan untuk bangunan kecil itu bagaimana jika kita rubah jadi bangunan dasar sebuah patung raksasa saja, dan patung itu adalah patung setangkai bunga mawar jadi siapapun tidak mengetahui jika itu adalah pintu masuk ke ruang bawah tanah.
"Jangan, namun aku minta kau jadikan ruangan itu menjadi salah satu gudang saja sehingga tidak akan ada yang mengiranya. Bukankah gudang sering di masuki oleh semua orang jadi jika ada lagi mata mata yang mengawasi kita mereka tidak akan curiga dan buatlah banyak bangunan serupa di sekitarnya" ucap Qia Qia kembali sambil kemudian meminum habis teh herbalnya dan Wi Ni dengan sigap menuangkan kembali isi poci teh besar yang ada di atas meja ke gelas Qia Qia.
"Dewi Qia itu sangat sempurna dan melihat luas area kediaman anda ini yang akan kita jadikan sekte maka sebaiknya kita menambah beberapa kediaman lagi untuk kita beli, besok saya akan mengurus nya untuk anda namun saya tidak yakin uang yang ada di saya cukup untuk membeli semua kediaman yang berdekatan dengan sekte mawar" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Ini terima lah dan jangan sampai ada penduduk kota yang sakit hati kepadaku, belilah dengan harga yang mereka minta atau dengan harga yang sangat pantas" ucap Qia Qia sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu miliar keping koin emas dan lima ratus juta tael emas.
"Dewi ini bisa membeli banyak kediaman untuk kita rubah dan dengan ini juga maka pembangunan akan selesai termasuk dengan pembangunan tembok kota yang baru, bahkan semua kebutuhan Sekte akan sangat tercukupi" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat dan kemudian menyimpan cincin dimensi tersebut ke dalam cincin dimensi miliknya.
__ADS_1
"Wi Ni sebelum aku beristirahat aku ingin tahu apakah ada banyak perampok di dunia bulan ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Benar Dewi namun mereka tidak bekerja malam hari melainkan bekerja siang dan sore hari dengan sasaran para pedagang yang melintasi hutan hutan dengan membawa barang dagangan mereka yang baru mereka beli dari kota lain" ucap Wi Ni menjelaskan situasinya.
"Jika demikian maka instruksikan kepada para prajurit untuk ikut serta mengawal para pedagang dan minimal ada tiga puluh orang yang mengawal, oleh karena ini sampaikan juga kepada para pedagang untuk berbelanja secara bersamaan sampai kota mawar memiliki kapal transportasi sendiri yang sangat kuat nantinya" ucap Qia Qia dengan ramah dan kembali meminum teh herbal nya.
"Baik Dewi saya besok setelah selesai mengurus masalah pembelian kediaman baru dan mengurus masalah pembangunan sekte dan juga tembok kota maka saya akan segera menemui para pedagang yang selalu membeli bahan dagangan mereka dari luar kota mawar" jawab Wi Ni dengan sangat sopan namun tetap penuh hormat ke Qia Qia.
"Wi Ni, Terima kasih atas semua bantuan yang kau berikan kepadaku, aku sangat senang mendapatkan bawahan seperti mu di dunia bulan ini, maaf menunda waktu istirahat mu namun aku baru ingat apakah kau pernah mendengar cerita tentang kekuatan besar yang tersembunyi di dunia bulan ini" ucap Qia Qia kembali.
"Maaf Dewi tapi saya yang berbahagia bisa menjadi bawahan anda, jika soal itu hamba tidak mengetahui hal tersebut namun hamba yakin jika kakak hamba pasti mengetahui hal itu " jawab Wi Ni dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Besok juga jangan lupa untuk menyampaikan ke semua bawahanku di kota mawar ini untuk memberitahukan kepada kita apabila ada informasi penting yang mereka dengar saat mereka beraktivitas di dalam kota, karena biar bagaimana pun juga aku yakin Raja dan Kaisar tidak akan membebaskan gerak gerik kita begitu saja di kota mawar ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke atas langit dan melihat ribuan kapal perang dunia bulan sudah mulai melakukan patroli di seluruh bagian dunia bulan.
"Baik Dewi, saya akan menyampaikannya ke semua orang dan jujur saya sangat tidak nyaman dengan kita yang sangat di batasi seperti ini oleh pihak kerajaan dan kekaisaran, kita tidak di biarkan berkembang sama sekali" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.