
Kereta kuda itu berhenti di bawah bukit karena ada aura kematian yang sangat pekat di kediaman baru Qia Qia sehingga kuda kuda itu tidak berani untuk naik ke atas bukit.
Qia Qia dan juga Kun Yi pun turun dari dalam kereta kuda dan Kun Yi meminta agar kusir langsung kembali ke kediamannya sekaligus diminta untuk menyampaikan ke ayahnya jika dia akan bersama dengan Qia Qia sementara waktu untuk membantu Qia Qia.
"Dewi di atas itu kediaman yang anda beli namun seperti yang anda rasakan aura kematiannya sangat pekat bahkan sampai terasa sampai ke bawah sini, apakah anda yakin akan tinggal disini" ucap Kun Yi dengan sangat hormat ke Qia Qia setelah kereta kudanya meninggalkan lokasi itu.
"Kun Yi aura kematian ini memang menekan mu tapi tidak menekanku sama sekali dan bukan kediamannya yang mengeluarkan aura kematian sepekat ini melainkan array bendera itu karena array bendera itu memanggil roh roh yang belum kembali ke sang pencipta" ucap Qia Qia sambil menunjuk ke atas kediaman yang ada di atas bukit dan memang nampak sebuah bendera di atas bangunan terbesar disana.
Kun Yi langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Qia Qia dan dia melihat dengan jelas ada sebuah bendera berwarna merah darah di terpasang di atas bangunan terbesar.
"Dewi, maaf saya tidak akan kuat jika harus mengambil array bendera itu karena disini saja tekanan aura kematian terasa sangat menekan saya" ucap Kun Yi sambil tersenyum hangat dan terdengar sedikit bergetar karena dia menahan tekanan aura kematian.
"Ya sudah kau tunggu disini sebentar aku akan menghancurkan array bendera itu terlebih dahulu dan mengirimkan semua roh yang ada di bukit ini ke pemilik array bendera itu" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat dan langsung melesat ke atas bangunan terbesar di atas bukit yang merupakan kediaman barunya.
Qia Qia hanya berjarak beberapa meter dari array bendera itu dan dia sama sekali tidak merasakan tekanan apapun karena memang array bendera itu hanya bisa menekan yang memiliki kultivasi di bawah tingkat pencipta Ilahi tahap awal saja.
__ADS_1
Qia Qia langsung menggerakkan tangannya dengan sangat cepat bahkan Kun Yi yang jauh di bawah hanya melihat Qia Qia berdiri saja di dekat array bendera itu.
Cahaya putih melesat keluar dari jari telunjuk kanan Qia Qia saat dia menunjuk ke array bendera itu dan cahaya putih itu langsung membungkus array bendera itu dan kemudian cahaya putih itu langsung membesar hingga menutupi seluruh areal bukit kediaman baru Qia Qia itu.
Qia Qia kembali menunjuk ke array bendera namun bukan cahaya putih yang keluar melainkan cahaya berwarna emas dan langsung mengenai array bendera itu lalu membungkus array bendera tersebut dan perlahan namun pasti array bendera itu mulai mengecil dan tidak lama kemudian array bendera itu menjadi seukuran jari saja namun masih di dalam bola cahaya berwarna emas dan langsung disimpan oleh Qia Qia kedalam cincin dimensinya.
Cahaya putih yang menutupi seluruh areal bukit itu perlahan mengecil dan terus mengecil sampai menjadi sebuah bola cahaya berwarna putih seukuran kepala orang dewasa dan langsung melesat ke sebuah kediaman besar yang terletak di depan pintu gerbang masuk ke bukit milik Qia Qia bersamaan dengan hilangnya aura kematian yang sangat pekat di bukit itu.
Qia Qia terbang melesat kembali ke bawah namun tidak mendarat di atas tanah melainkan melayang lima meter di atas Kun Yi sambil melihat kediaman di belakang Kun Yi yang menjadi arah dari bola cahaya putih yang berisi semua roh gentayangan yang sebelumnya di tarik paksa oleh array bendera.
Tangan kiri Qia Qia bergerak sedikit ke belakang dan langsung menunjuk ke arah tembok besar bukit yang menjadi pagar kediamannya dan cahaya berwarna putih pekat langsung melesat dari jari telunjuknya itu mengenai tembok pagar lalu menyebar dan kemudian langsung membentuk sebuah kubah sehingga seluruh bagian bukit itu menjadi putih pekat semuanya dan kini tidak bisa lagi di lihat oleh siapapun dari luar, hal ini belum di sadari oleh Kun Yi karena masih bersama Qia Qia melihat ke kediaman besar di seberang pintu gerbang masuk bukit milik Qia Qia itu.
"Kun Yi milik siapa kediaman ini, dialah yang telah membunuh para penghuni di kediaman ku sebelumnya dan dia juga yang memasang array bendera agar tidak ada yang mengisi kediaman dan bukit ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terus melihat ke arah kediaman itu dan kini dia melihat kepanikan dari ratusan orang yang ada disana.
"Dewi ini milik klan bangsawan Woong dan mereka adalah orang orang pindahan dari ibukota, sudah satu tahun mereka tinggal di kota kayu ini, mereka juga salah satu pembuat array terbaik di kota kayu ini" ucap Kun Yi menjelaskannya.
__ADS_1
"Jadi pembuat array pantas bisa membuat array bendera pemanggil roh gentayangan, aku akan memberikan mereka sedikit hadiah jika demikian" ucap Qia Qia sambil menggerakkan tangannya dengan cepat lalu menunjuk ke arah pintu gerbang kediaman klan Woong itu yang posisinya persis di depannya.
Cahaya putih namun transparan melesat keluar dari jari telunjuknya dan langsung mengenai pintu gerbang masuk klan Woong lalu menyebar dan membentuk sebuah kubah yang menutup seluruh bagian kediaman klan bangsawan Woong itu.
Qia Qia tidak hanya menyegel kediaman keluarga bangsawan Woong itu namun dia juga kembali mengeluarkan array bendera yang dia ambil dari atas kediamannya dan dengan kekuatan auranya array bendera yang masih di dalam bola cahaya emas itu melayang dua meter di depannya.
Qia Qia kembali menggerakkan tangannya dengan cepat lalu menunjuk ke arah bola cahaya emas yang berisi array bendera.
Cahaya berwarna hitam pekat langsung keluar dari jari telunjuknya dan aura kematian yang sangat kuat terasa meski hanya sebentar saja oleh Kun Yi yang langsung menghilang saat cahaya berwarna hitam pekat itu memasuki bola cahaya emas yang hanya seukuran kepalan tangan bayi itu.
Dengan kekuatan auranya Qia Qia mengarahkan bola cahaya emas ke dalam kubah yang menyegel kediaman bangsawan Klan Woong itu dan terlihat oleh Kun Yi saat bola cahaya emas itu perlahan bergerak masuk ke dalam kubah bercahaya putih transparan dan kemudian melayang di tengah tengah kediaman klan bangsawan Woong lalu membesar.
Boom
Suara ledakan kecil terdengar oleh Qia Qia dan Kun Yi dan kini keduanya melihat jika bola cahaya emas sudah menghilang dan terlihat jutaan array bendera yang memenuhi seluruh langit di atas kediaman bangsawan klan Woong itu namun masih di dalam kubah cahaya transparan buatan Qia Qia.
__ADS_1