
"Masih lama ternyata, namun setidaknya ruangan ini cukup nyaman untuk menunggu lelang dimulai, lagi pula aku belum memiliki tujuan di dunia peri ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menikmati Apel merah yang ada di atas meja dan di atas meja itu ada banyak sekali buah buahan dan beberapa poci teh dan gelas gioknya.
Dua jam berlalu dengan cepat dan terlihat jika ada seorang pria sepuh yang menaiki panggung pelelangan.
"Selamat datang di rumah lelang kayu hitam dan barang pertama yang akan kami lelang adalah sebuah pedang pusaka tingkat pencipta, namun pedang pusaka ini hanya cocok untuk digunakan sebagai senjata para wanita, kami sudah mengecek kekuatan dan elemen pedang ini adalah elemen api, untuk harga yang kami buka adalah seribu keping koin emas dan kenaikan yang diperkenankan adalah sepuluh keping koin emas" ucap pria sepuh itu sambil mengangkat sebuah kotak kaca yang didalamnya ada sebuah pedang dengan panjang satu meter lebih dan berwarna merah.
"Pedang yang bagus, aku menginginkannya" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melihat dengan teliti pedang itu padahal dia sendiri memiliki banyak senjata dengan kualitas yang lebih bagus.
Tawaran demi tawaran terus dilontarkan oleh para pengunjung rumah lelang dan Qia Qia masih menunggu angka tertinggi untuk dia naikkan.
"Empat ribu keping koin emas oleh ruangan VIP nomor tiga apakah ada lagi yang hendak menawarnya" ucap pria seuh pembawa lelang dengan lantang.
"Lima ribu keping koin emas" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Lima ribu keping koin emas oleh Ruangan VVIP nomor satu apakah ada lagi" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang.
Lima menit berlalu namun tidak ada seorangpun yang menawar lebih tinggi dari tawaran yang diberikan oleh Qia Qia.
"Baiklah jika tidak ada yang menawar lebih tinggi untuk pedang pusaka tingkat pencipta berelemen api ini, satu …… dua ….. tiga …… sah terjual seharga lima ribu keping koin emas kepada kamar VVIP nomor satu dan mohon siapkan uang anda karena barang akan segera diantarkan ke ruangan anda" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang sambil memberikan kotak kaca berisi pedang kepada seorang wanita muda yang terlihat menaiki panggung.
"Untuk barang kedua yang akan kami lelang yaitu satu set pisau terbang yang merupakan pusaka tingkat pencipta dan ada dua belas pisau terbang disini" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang sambil memperlihatkan dua belas pisau terbang yang ada dalam sebuah kotak kaca.
__ADS_1
"Harga yang kami buka adalah lima ribu keping koin emas dan kenaikan yang diperbolehkan adalah seratus Keping koin emas" ucap pria sepuh itu dengan lantang.
Tok tok tok
Pintu ruangan Qia Qia ada yang mengetuknya dan langsung di buka oleh Qia Qia.
"Nona ini pedang yang anda menangkan dalam pelelangan" ucap wanita muda yang sebelumnya mengantarkan Qia Qia ke ruangan itu sambil memberikan sebuah kotak kaca berisi pedang yang sebelumnya Qia Qia menangkan dalam pelelangan itu.
"Baik terima kasih, bisakah saya meminta tolong, kau pegang cincin dimensi ini dan ambil dari sana untuk semua yang saya beli dan lebihkan lima puluh Keping koin emas untukmu sendiri, jadi kau nantinya tidak perlu bolak balik kesini" ucap Qia Qia sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu miliar keping koin emas.
Wanita muda itu menerima cincin dimensi yang di berikan oleh Qia Qia dan melihat isinya dengan sangat takjub.
"Baik Nona jika demikian, terima kasih sebelumnya dan terima kasih sudah mempercayai saya" ucap wanita muda itu sambil tersenyum gembira dan kemudian meninggalkan Qia Qia kembali.
Qia Qia kemudian duduk kembali di sofa dan kembali melihat ke arah panggung pelelangan.
"Pisau pisau terbang itu hanya pisau terbang biasa dan tidak menarik perhatian ku" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil kemudian menikmati kembali buah apel yang disediakan untuknya itu.
Qia Qia tidak memberikan penawaran apapun untuk pisau pisau terbang itu dan asyik menikmati buah buahan yang ada di atas meja.
Sudah sepuluh barang yang dilewatkan oleh Qia Qia karena memang dia tidak tertarik sedikitpun untuk barang barang itu.
__ADS_1
"Baik untuk barang selanjutnya adalah sebuah kediaman besar di puncak bukit belakang kota kayu berikut juga dengan bukitnya dan kebetulan pemilik kediaman itu menitipkan kepada kami untuk di lelang, kami buka dengan harga dua ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang.
"Aku sebaiknya mengambil kediaman ini saja, ya meskipun aku masih ingin berkeliling dunia peri ini namun memiliki sebuah kediaman di dunia ini bukan masalah sepertinya" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil terus mendengarkan penawaran penawaran yang di lontarkan oleh para pengunjung rumah lelang kayu hitam itu.
Angka bukit dan kediaman besar itu sudah mencapai satu juta keping koin emas dan terus naik.
"Sepertinya mereka semua sudah mengetahui lokasi kediaman dan bukit yang dilelang baiklah giliranku" ucap Qia Qia dalam hatinya.
"Lima juta keping koin emas" ucap Qia Qia dengan lantang namun tetap terdengar ramah.
"Lima juta lima ratus" ucap yang lainnya.
"Sepuluh juta keping koin emas" ucap Qia Qia kembali dan langsung membuat suasana menjadi hening tidak terlihat seorang pun yang ingin menawar lebih tinggi dari tawaran yang diberikan oleh Qia Qia.
"Sebelas juta keping koin emas" ucap ruangan VVIP nomor dua.
"Lima belas juta keping koin emas" ucap Qia Qia dengan lantang dan terlihat hal ini membuat semua orang yang ada di kursi umum melihat ke ruangan VVIP nomor satu tempat Qia Qia berada.
Lima menit berlalu dan tidak ada lagi seorang pun yang menawar lebih tinggi untuk bukit dan kediaman besar di atasnya itu.
"Semoga saja kediaman itu benar benar bagus dengan harga semahal ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menunggu keputusan pembawa acara lelang.
__ADS_1
"Satu….. dua ….. tiga ….. sah terjual seharga lima belas juta keping koin emas kepada ruangan VVIP nomor satu dan untuk barang selanjutnya adalah sebuah token masuk ke dunia kecil yang akan terbuka di atas kota kayu kita ini malam nanti, siapapun pemegang token akan di tarik masuk kedalam dunia kecil itu, harga yang saya buka adalah lima puluh ribu Keping koin emas untuk kelipatannya bebas dan kami memiliki tiga token yang akan di jual terpisah" ucap pria sepuh pembawa acara lelang sambil memperlihatkan sebuah token berwarna hitam dan Qia Qia melihatnya dengan jelas jika token itu bergambarkan sebuah pedang.