Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Li Wanyi


__ADS_3

"Dewi Mawar, Dewi Li Mei adalah leluhur saya" ucap Li Wanyi dengan sangat hormat dan Qia Qia bisa melihat kejujuran dari pandangan mata Li Wanyi.


"Bisakah saya mengetahui tentang istana Dewi Li Mei dan kenapa bawahan saya merasakan adanya raja iblis darah disana" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.


"Dewi, di Istana Dewi Li Mei memang ada satu makam kuno yang merupakan makam Raja iblis darah bertanduk empat namun sudah kami segel sepertinya bawahan anda menemukan lorong yang dijaga oleh anak buahku" ucap Li Wanyi dengan sangat hormat.


"Raja Kun Ma dengan kekuatan anda seperti ini bukankah kau bisa menghentikan perang di dunia peri namun kenapa tidak kau lakukan malah membiarkan perang terus berlangsung dan penduduk dunia ini sangat makmur berbeda dengan kota kayu yang banyak kaum pengemisnya" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, dunia ini langsung dibawah saya dan alasan saya tidak ikut campur dalam peperangan adalah karena saya tidak ingin ada penduduk dunia kecil ini menjadi korban perang, mengenai perbedaan penduduk kota kayu dan dunia kecil ini karena seperti yang saya sampaikan jika kota kayu dan kota kota lain mendapatkan tekanan dari pihak kerajaan, saya sengaja tidak menyatukan dunia kecil ini dengan dunia Peri karena untuk kehidupan para penduduk dunia kecil yang sudah sangat makmur hidup disini" ucap Kun Ma dengan sangat hormat.


"Kun Ma karena kau belum bertemu dengan Kun Yi maka aku akan menceritakan kepadamu jika kedatangan ku kesini untuk memberikan dunia peri ini kembali ke Dewi Li Mei, agar Dewi Li Mei bisa kembali menjadi penguasa tunggal dunia Peri apakah anda bersama saya atau anda akan melawan saya" ucap Qia Qia dengan ramah namun penuh dengan kewaspadaan.


Diluar dugaan Qia Qia Li Wanyi dan Kun Ma berlutut di depan Qia Qia sambil membuka pertahanan jiwanya demikian juga dengan para prajurit dan pelayan istana itu.


"Ada apa dengan kalian semua" ucap Qia Qia sedikit kencang karena dia tidak menyangka hal ini terjadi.


"Dewi, kami memiliki bola ramalan dan sebelum bola ramalan itu hancur memperlihatkan seorang wanita yang akan menyatukan kembali galaksi surgawi dan galaksi terkutuk dan membawa perdamaian untuk seluruh dunia, dan di saat saat terakhir sosok wanita itu juga membawa Dewi Li Mei dan menjadikan Dewi Li Mei kembali menjadi penguasa dunia peri, saya dan semua penduduk dunia kecil ini percaya jika andalan wanita yang ada di ramalan itu" ucap Kun Ma dengan sangat hormat sambil tetap berlutut dan membuka pertahanan jiwanya demikian juga dengan Li Wanyi.

__ADS_1


Qia Qia tidak langsung mempercayai perkataan Kun Ma sehingga dia mengeluarkan sebuah bola kristal kenangan tingkat ilahi dan melayangkannya di depan Kun Ma dan Li Wanyi.


"Tolong berikan sedikit kekuatan jiwa kalian ke bola kristal kenangan tingkat ilahi ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


Kun Ma dan Li Wanyi langsung memberikan kekuatan jiwanya ke dalam bola kristal kenangan tingkat ilahi milik Qia Qia dan setelah Bola kristal kenangan tingkat ilahi mendapatkan kekuatan jiwa keduanya langsung membesar dan memperlihatkan ingatan Kun Ma dan Li Wanyi secara bergantian dan Qia Qia melihat jika apa yang di ucapkan oleh Kun Ma adalah kebenaran dilihat dari ingatannya itu.


Qia Qia kemudian memberikan kontrak jiwa kepada mereka berdua saja tidak pada para prajurit dan pelayan istana.


Keduanya langsung bersujud tiga kali untuk menghormati Qia Qia lalu duduk kembali di kursinya.


"Kun Ma, rata rata disini sudah tingkat pencipta Ilahi dan abadi kenapa kau belum sampai di tingkat itu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melirik Li Wanyi yang sudah di tingkat pencipta ilahi tahap akhir juga.


"Dewi karena jika saya sampai di tingkat itu akan membuat Raja curiga kepada saya sehingga saya sengaja menahan kenaikan tingkat kultivasi saya" ucap Kun Ma dengan sangat hormat.


"Jadi seperti itu apakah ada sesuatu yang belum kau ceritakan kepada ku tentang sang Raja itu" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi Kami curiga jika Raja koalisi dengan ras iblis darah karena sangat gila perang namun ini hanya kecurigaan kami saja" ucap Kun Ma dengan sangat hormat.

__ADS_1


"Baiklah nanti kita lihat sebelumnya aku berencana mendatangi istana Dewi Li Mei besok bersama Kun Yi namun karena kau ada disini maka Li Wanyi bisakah kau mendampingi aku kesana" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi dengan senang hati saya akan mendampingi Dewi, oh ya satu lagi kenapa Kun Yi tidak mencapai tingkat pencipta ilahi atau abadi" ucap Qia Qia dengan ramah karena dia sangat penasaran.


"Dewi kakak hamba tidak ingin Kun Yi terlalu fokus pada latihan kultivasi karena jika Kun Yi sampai ketahuan oleh Raja bisa bisa Kun Yi dijadikan selir Raja atau di kirim ke medan perang karena semua wanita muda yang memiliki kultivasi tingkat semi abadi selalu dijadikan selir oleh raja sehingga raja sudah memiliki hampir dua ratus selir" ucap Kun Ma dengan sangat hormat.


"Jadi seperti itu alasannya oke jika demikian nambah lagi alasan untuk aku mengunjungi sang Raja dunia peri, namun bukankah Li Wanyi saja sudah mencapai tingkat pencipta ilahi tahap akhir kenapa tidak menjadi selir raja malah menjadi istrimu raja di dunia kecil ini" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, raja tidak berani untuk mendatangi Istana Dewi Li Mei karena jika sampai dia berani macam macam dengan istana Dewi Li Mei maka dia sama saja mengajak berperang melawan seluruh penduduk dunia peri ini" ucap Kun Ma kemudian menjawab dengan sangat hormat.


"Dunia ini terlalu rumit ternyata, baiklah jika demikian aku minta kau untuk menjadikan kota kayu seperti ibukotamu ini dimana para penduduk sangat makmur, apakah kau sanggup" ucap Qia Qia dengan ramah.


" Sanggup Dewi, dengan uang dari anda kakak saya sudah mendirikan banyak tempat usaha dan kini bukankah di kota kayu kita sudah tidak ada pengemisnya" ucap Kun Ma dengan sangat hormat.


"Saya dan Kun Yi baru sampai beberapa jam yang lalu jadi saya belum melihat kondisi kota kayu saat ini, baiklah Ayo Li Wanyi kita melihat istana Dewi Li Mei saja, biarkan saja suami mu di sini saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat dan berdiri.


"Dewi kita gunakan gerbang dimensi yang disana saja" Ucap Li Wanyi sambil menunjuk ke arah tembok istana dan terlihat ada dua pintu gerbang dimensi yang sangat kuno disana.

__ADS_1


__ADS_2