
"Elemen kayu kalah terhadap api namun elemen kayu tidak bisa di gunakan di udara dan di atas air yang luas seperti di tengah lautan yang tentunya kau harus mengatasi tiga kelemahan ini dengan belajar lebih giat lagi, kecepatan mu dalam melakukan serangan sudah bagus namun lebih baik kau juga mengikat tubuh mereka bukan hanya kaki mereka kedepannya dan sebisa mungkin menggunakan kekuatan elemen kayu mu untuk membunuh mereka sekalian jadi tidak kerja dua kali, kau tadi mengikat kaki mereka namun tidak dengan tangan mereka sehingga banyak dari mereka yang masih bisa menangkis serangan pedangmu, itulah kelemahan yang harus kau hilangkan, ingat Kun Yi lautan Qi mu ada batasannya bukan kah sekarang saja sudah tinggal sedikit saja" ucap Qia Qia menjelaskan dengan sangat terperinci agar Kun Yi bisa lebih baik lagi kedepannya.
"Dewi terima kasih atas pencerahannya dan ke depan saya akan mengikuti saran dari Dewi, untuk mengunci sekaligus membunuh mereka dengan elemen kayu saya, senang bisa memiliki guru seperti Dewi karena selama ini saya hanya berlatih sendiri tanpa memiliki seorang Guru yang bisa mengarahkan saya" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil berlutut di depan Qia Qia.
"Kun Yi berdirilah, kau sudah aku anggap sebagai adikku jadi aku bukan gurumu dan aku menolak kau panggil aku guru jadi duduklah atau aku akan meninggalkan mu sendiri di dunia kaum kanibal ini" ucap Qia Qia dengan sangat tegas karena memang dia tidak ingin mengangkat Kun Yi sebagai murid melainkan ingin menjadikan Kun Yi sebagai perwakilannya di dunia Peri nantinya saat dunia Peri kembali di kuasai oleh Li Mei.
Kun Yi kaget mendengar suara Qia Qia dan dia langsung berdiri lalu duduk kembali sambil menundukkan kepalanya.
"Dewi maafkan atas kelancangan saya barusan" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil menundukan kepalanya.
"Kun Yi ingat jangan lakukan hal seperti itu lagi, aku tidak menyukainya sama sekali dan aku harap kau bisa lebih fokus kedepannya, aku lihat kau tadi sempat meremehkan lawan mu sehingga kau sampai terkepung oleh hampir seribu orang, jika saja mereka semua kultivasinya sama dengan mu atau bertingkat tingkat di atasmu bagaimana dengan nasibmu, bahkan tadi satu tombak mengenai punggung mu, jika kau tidak ku pasang segel perlindungan itu bagaimana dengan nasibmu?" Ucap Qia Qia dengan sangat serius dan tegas.
"Dewi benar saya terlalu percaya diri karena memiliki segel perlindungan dari Dewi, saya janji di pelatihan ketiga saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Oke, ini namanya proses, sekarang minum teh herbal itu dan setelah selesai konsumsi Pil Fusi Roh tingkat Pencipta ini agar jiwa mu semakin kuat karena meskipun kultivasi mu sudah di tingkat pencipta semi abadi namun jiwa mu masih jauh di bawah" ucap Qia Qia sambil memberikan sebuah kotak giok Kecil yang berisi satu butir pil Fusi Roh tingkat Pencipta dengan cara meletakkannya di atas meja di depan Kun Yi.
Kun Yi melihat isi kotak giok itu dan terpesona dengan apa yang di lihatnya.
"Ini Pil Fusi Roh tingkat Pencipta dengan tingkat kemurnian di atas seratus persen, pil ini sangat langka dan menjadi legenda di dunia peri, bahkan dulu kemurnian delapan puluh persen saja laku di pelelangan senilai dua puluh lima juta keping koin emas" ucap Kun Yi dengan sangat hormat dan terdengar sangat bahagia.
"Jika kau cuma memegangnya maka tidak akan ada khasiat yang kau rasakan jadi sekarang minum habis teh mu lalu masuk kamarmu, konsumsi pil fusi roh itu dan berkultivasilah, seharusnya kau hanya perlu satu hari untuk menyerap semua khasiatnya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menggunakan kekuatan auranya untuk menggerakkan perahu itu sehingga kini perahu itu mulai berlayar dengan pelan menyusuri pinggiran pantai.
"Siap Dewi" ucap Kun Yi sambil meletakkan kembali kotak giok kecil itu lalu meminum habis teh herbal yang ada di gelas gioknya.
"Kun Yi, desa pertama ada di pinggir pantai demikian juga desa ke dua jadi kesimpulannya adalah mereka membuat desa dan kota di pinggir pantai tidak di dalam hutan dan tidak jauh jauh dari pantai" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Siap Dewi saya paham sekarang alasan Dewi tetap menggunakan perahu, jika demikian saya akan pamit dahulu untuk mengkonsumsinya Pil Fusi Roh tingkat Pencipta ini dan berkultivas" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil kemudian berdiri dan membungkukkan badannya untuk menghormati Qia Qia lalu berjalan menuju kamarnya untuk berkultivasi.
__ADS_1
Qia Qia hanya tersenyum melihat kepergian Kun Yi yang dengan wajah berseri seri itu dan dia tetap mengawasi sekitarnya dengan kekuatan matanya dan juga kesadaran jiwanya.
"Seandainya kau tahu aku akan menjadikanmu tingkat pencipta ilahi tahap akhir dan menjadikan mu sebagai perwakilan ku di dunia peri pasti kau tidak akan bisa tertidur malam ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melihat langit yang sudah mulai gelap.
"Sebaiknya aku juga beristirahat karena aku tidak tahu apa yang terjadi hari esok" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berdiri dari tempat duduknya.
Waktu berlalu dengan cepat dan langit malam itu benar benar sudah sangat gelap karena bulan tertutup oleh awan hitam, Qia Qia kemudian memperkuat segel perlindungan perahu lalu melangkah menuju kamarnya dan membersihkan dirinya lalu tidur dengan pulas di atas kasur empuk yang ada di kamar itu.
Matahari pagi bersinar kembali dan Qia Qia sudah kembali berdiri di geladak perahu sambil mengarahkan perahu itu dengan kekuatan auranya agar perahu bisa berlayar dengan cepat.
Kun Yi sendiri belum keluar dari dalam kamarnya dan Qia Qia tidak mau mengganggu proses kultivasi Kun Yi karena jika sampai terganggu maka selain kegagalan naik tingkat maka yang ada Kun Yi akan mengalami luka dalam yang sangat merugikan.
Qia Qia sudah bisa melihat adanya perkampungan penduduk kembali namun jarah untuk kesana masih sangat jauh kurang lebih lima kilometer dari lokasinya saat ini dan dalam penglihatannya dia melihat jika perkampungan penduduk itu jauh lebih besar dan lebih maju dari dua perkampungan penduduk yang dia temukan sebelumnya di dunia pedang kuno itu.
__ADS_1
"Aku sebaiknya melihat sendiri bagaimana situasi di kota itu, karena jika di lihat dari sini aku tidak bisa mengetahui secara detail" ucap Qia Qia sambil menggerakkan tangannya dan membuat bola cahaya perlindungan dan ilusi untuk dirinya.