
“Hong Ying kenapa kau membiarkan mereka hidup, bukankah kau memiliki banyak nyawa dari para leluhurmu.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, saya tahu batasan saya, jadi saya tidak ingin mengambil resiko, meskipun saya tidak akan mati karena ada nyawa leluhur di badan saya tapi jika mereka menyegelnya maka saya akan mati juga.” Ucap Hong Ying sekaligus membocorkan rahasianya.
“Oke, jadi jika kau nakal aku tinggal menyegel mu saja ya.” Ucap Qia Qia mencandai Hong Ying.
“Oh Dewi saya keceplosan, seharusnya saya tidak mengucapkan itu.” Ucap Hong Ying yang nampak menyesal.
“Hong Ying, apakah mungkin jika sekarang mereka menjadi sangat kuat dan lebih kuat lagi.” Ucap Qia Qia.
“Dewi selama mereka tidak bisa memakan manusia saya yakin mereka tidak akan sekuat kita dan Dewi pasukan Ding Zi sudah sampai ke Pulau melayang, namun sebaiknya kita kesana menyusul mereka.” Ucap Hong Ying.
“Hong Ying ada masalah apa disana.” Ucap Qia Qia.
“Dewi kita kesana saja dulu dan anda akan melihatnya sendiri nanti.” ucap Hong Ying sambil berdiri dan melompat lalu berubah kembali ke bentuk aslinya menjadi seekor elang besar berwarna merah.
Qia Qia langsung ikut berdiri dan melayang lalu menunggangi Hong Ying, Hong Ying pun langsung terbang dan melesat dengan cepat ke arah pulau melayang dengan kecepatan penuhnya.
“Dewi apakah saya terlalu cepat.” Ucap Hong Ying melalui telepati.
“Tidak apa apa, aku biasa terbang lebih cepat dari mu jadi ini tidak masalah untukku.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Hong Ying melalui telepati dan dia pun tetap melesat dengan cepat.
__ADS_1
Tidak memerlukan waktu lama untuk mereka sampai di Pulau Melayang dan kini Hong Ying sudah melayang seratus meter dari sebuah pulau yang melayang lima ratus meter di atas lautan lepas.
“Hong Ying kenapa kau berhenti?.” Tanya Qia QIa.
“Maaf, saya kira Dewi ingin melihat Pulau Melayang ini dulu.” Ucap Hong Ying melalui Telepati.
“Aku sudah melihatnya sekarang, jadi ayo lanjutkan perjalanan kita, bukan kah ada sesuatu yang ingin kau perlihatkan kepada ku.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Hong Ying yang langsung melesat kembali dan melayang seratus meter di atas pulau melayang itu.
Qia Qia kini melihat jika Hong Ying dan semua pasukannya tengah melayang rendah di atas pepohonan dan bangunan bangunan yang ada di sana namun Qia Qia tidak ada orang lain atau siapapun selain Ding Zi dan bawahannya saja yang ada di pulau itu.
Ding Zi yang melihat kedatangan Qia Qia langsung mengarahkan burung elang surga tunggangan ke depan burung elang neraka yang di tunggangi oleh Qia Qia.
“Ding Zi, periksa semua bangunan itu dan jika ada yang berharga maka kalian amankan saja, aku hanya perlu pulau ini saja untuk aku masukkan ke dunia pedang kuno.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Ding Zi yang langsung mengarahkan burung elang surga tunggangannya kembali terbang ke bawah dan langsung mendarat di sebuah tanah lapang yang mirip dengan tempat latihan sebuah sekte dan di sana memang banyak sekali bangunan bangunan besar laksana sebuah sekte pada umumnya.
“Hong Ying segera periksa apakah ada yang mencurigakan di pulau melayang ini, karena di pulau melayang ini banyak sekali bangunan dan masa tidak ada seorang pun.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Hong Ying melalui telepati dan tubuhnya langsung berputar sangat pelan dengan kepala yang melihat ke bawah memeriksa semua yang ada di pulau melayang itu.
Qia Qia juga sama dia mengedarkan kesadaran jiwanya memeriksa seluruh area pulau melayang itu.
__ADS_1
Setengah jam berlalu dan Qia Qia tidak berhasil menemukan apapun di pulau melayang itu saat memeriksanya.
“Dewi, menara tertinggi itu, sebaiknya kita melihatnya karena jejak semua ras anda yang ada di pulau ini terakhir berada di menara itu.” Ucap Hong Ying sambil melihat sebuah menara yang sangat besar dan tinggi yang ada di bagian tengah pulau melayang.
“Baiklah, aku akan memeriksa menara itu dan kau bantulah yang lainnya.” Ucap Qia Qia sambil melayang di atas Hong Ying lalu terbang melesat ke bawah.
Qia Qia kemudian mendarat persis di depan menara tersebut dan berdiri diantara para bawahan Ding Zi yang juga ada di depan menara tersebut.
“Dewi, kami tidak bisa memasuki menara ini, dikarenakan menara ini semuanya tersegel dan kami juga sudah berusaha namun tetap gagal.” Ucap salah seorang bawahan Ding Zi.
“Kalian lanjutkan saja dengan bangunan lainnya dan untuk urusan menara ini biar saya saja yang mengurusnya.” Ucap Qia Qia sambil terus melihat ke arah pintu menara itu.
“Baik, Dewi kami permisi jika demikian.” Ucap bawahan dari Ding Zi tersebut dan mereka semua pun langsung kembali melanjutkan memeriksa bangunan lainnya.
Qia Qia kemudian berteleportasi ke dalam menara itu dan dia sengaja memilih berteleportasi karena dia belum ingin merusak segel itu.
“Hmmmmmmm jadi mereka semua menggunakan pintu gerbang dimensi ini, baiklah coba kita lihat ke mana gerbang ini menuju.” Ucap Qia Qia sambil melihat sebuah pintu gerbang dimensi.
Cahaya transparan kini terlihat keluar dari tubuh Qia Qia dan langsung menutup tubuh Qia Qia seluruhnya, cahaya transparan itu merupakan segel ilusi milik Qia Qia yang menjadikan Qia Qia kini tidak terlihat oleh siapapun kecuali burung elang neraka alias Hong Ying tentunya yang memiliki kelebihan dalam penglihatan dibandingkan siapapun juga.
Dikarenakan kini Qia Qia sudah merasa aman dia pun kemudian memasuki pintu gerbang dimensi tersebut dan muncul di di sebuah lapangan yang sangat luas dengan banyak orang terlihat berjaga di pintu gerbang dimensi yang merupakan pasangan dari pintu gerbang dimensi yang dimasuki Qia Qia sebelumnya.
“Jadi ini kekaisaran Iblis darah, pantas mereka semua bisa menghilang dengan cepat, kalian juga ternyata memiliki pasukan yang cukup kuat bahkan prajurit kalian saja sudah tingkat pencipta abadi, tapi hari ini bukan waktunya kalian punah, aku tidak akan membunuh kalian sekarang namun aku pastikan jika kalian akan musnah dalam waktu segera.” Ucap Qia Qia sambil kembali memasuki pintu gerbang dimensi itu kembali dan muncul kembali di dalam menara itu lagi.
__ADS_1
Tangan Qia Qia memegang tiang pintu gerbang dimensi tersebut dan lava suci ilahi langsung menjalankan tugasnya dengan cepat membakar habis pintu gerbang dimensi tersebut hingga menjadi abu dan tidak tersisa sama sekali.